CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 37. Butik


__ADS_3

Arabella yang sudah selesai makan kembali ke kamarnya dan segera menggantu pakaiannya kemudian bersiap untuk pergi bersama Dimas. Arabella yang sangat tau jika saat ini Dimas pasti sedang menunggunya di ruangan khusus pun mulai meminta kedua pelayanny untuk bergegas.


Tak butuh waktu lama, kemeja putih dengan lengan sampai siku dan rok panjang sampai betis sudah dipakainya, dipadukan dengan sepatu hak yang tidak terlalu tinggi memberi kesan feminis dan manis dengan riasan yang tidak terlalu tebal dan sederhana. Arabella ternyata telah siap untuk pergi bersama Dimas.


Arabella kemudian berjalan menuju ke arah Dimas. Sementara Dimas yang sedang tenggelam dengan beberapa kertas di depannya tersadar setelah pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan sosok wanita cantik yang selama ini dicarinya.


Dimas kemudian menutup semua berkas kumpulan kertas itu dan berdiri lalu berjalan ke arah Arabella dan tak lupa mengucapkan pujian yang membuat Arabella merona "Meskipun kau selalu cantik dimtaku tapi kau sangat cantik dengan penampilan seper ti ini sekarang." puji Dimas.


Arabella yang merasa malu segera membalikkan tubuhnya dan berpura-pura tidak terjadi apapun dan berjalan keluar mendahului Dimas sambil menyentuh pipinya yang sudah terasa panas.


Mereka pun berjalan keluar dan ternyata mobil telah disiapkan untuk mereka sehingg tak butuh waktu lama mereka telah meninggalkan Kediaman Arthama Jaya Group menuju sebuh butik terkenal yang menjadi langganan para Artis Internsional dan wanita-wanita kaya di Ibukota.


Ketika sampai di Butik, Arabella disambut dengan senyuman hangat oleh seluruh pegawai dan khususnya manager dari Butik itu. Arabella yang bingung karena tidak  ada seorangpun pengunjung akhirnya mendekati Dimas dan mencari tau.


"Kenapa disini sangat sepi? Dan lagi kenapa mereka semua bersikap seperti itu? Aku merasa tidak nyaman." ucap Arabella yang duduk di samping Dimas sambil melihat gerak-gerik seluruh pegawai


"Ini lah yang dinamakan kekuatan uang. Mereka menyambut kita dengan sangat baik karena kita adalah pelanggan VVIP dan karena itu lah juga tidak ada seorangpun yang masuk. Sebaiknya tidak perlu kau fikirkan masalah ini. Yang terpenting adalah segera pilih Gaun, Sepatu, Tas dan Aksesoris yang kau sukai untuk Acara Pertunangan nanti dan satu lagi jika ada yang kau sukai lebih dari itu pun kau bisa mengambilnya. Aku sebagai Calon Suamimu akan membelikan semua yang kau inginkan." ucap Dimas sombong dengan wajah tanpa eskpresi.

__ADS_1


Arabella yang mendengar perkataan Dimas akhirnya mengerti. Dulu, Arabella sangat ingin masuk ke salah satu Butik  terkenal meski hanya sekedar melihat Gaun koleksinya tapi tidak disangka ternyata tidak ada respon dari pegawainya bahkan Arabella mendapatkan tatapan sinis dan juga merendahkan.


"Aku tidak membutuhkan uangmu. Aku hanya akan membeli barang yang dibutuhkan untuk Acara Pertunangan nanti." jawab Arabella yang kemudian membuang wajah dan langsung berdiri ke arah Pegawai dan mencoba beberapa Gaun yang akan dipakainya nanti.


Dimas yang ditinggal sendiri hanya tersenyum sejenak dan kembali melihat layar teleponnya untuk mengecek pekerjaannya dan mengabaikan tatapan memuji dari semua Pegawai Butik.


Setelah beberapa saat akhirnya Arabella yang telah selesai memilih Gaun serta beberapa barang pelengkap lainnya untuk Acara Pertunangannya pun menunjukkannya dihadapan Dimas. Dimas yang merasa jika Arabella telah selesai memilih akhirnya memalingkan wajahnya dan melihat ke arah depan.


Dimas yang sudah tau jika Arabellanya adalah wanita yang cantik tidak menyangka jika Arabella akan menjadi sangat cantik setelah memakai Gaun berwarna biru muda. Dimas yang telah jatuh cinta pada Arabella menjadi salah tingkah. Dimas yang merasa pipinya menjadi merah pun menjadi malu dan berdehem satu kali untuk menetralkan ekspresinya.


"Gaun itu sangat cocok untukmu. Kau terlihat semakin cantik." puji Dimas yang tanpa sadar membuat Arabella menjadi malu dan semua Pegawai Butik itu menjadi iri dan berharap dirinyalah yang sedang di posisi Arabella.


Arabella yang tidak menyangka dengan apa yang akan dilakukan Dimas menjadi terkejut dan malu. Namun Dimas tidak membiarkan Arabella tenggelam dalam keterkejutannya. Dimas membawa Arabella ke depan kaca yang sangat besar. Dimas memperlihatkan bagaimana penampilan Arabella setelah dipakaikan kalung yang telah dipilihkannya.


"Ini terlihat sempurna. Aku berjanji akan selalu membuatmu menjadi wanita paling bahagia dan merasa sangat bersyukur karena telah memilihku untuk menjadi suamimu. Tak akan kubiarkan kau sendiri, terluka, ataupun bersedih karena kebahagiaanmu adalah yang terpenting bagiku." janji Dimas di samping telinga Arabella yang juga didengar oleh seluruh Pegawai di Butik itu.


Arabella yang mendengar sumpah dan janji Dimas tidak bisa menghentikan dirinya untuk tidak menoleh dan melihat ke dua bola mata Dimas. Arabella berusaha mencari setitik kebohongan ataupun rayuan dikata-kata itu tapi hasilnya adalah nihil. Arabella hanya melihat tatapan penuh kasih. ketulusan dan cinta tiada batas untuknya. Arabella yan mendengarnya merasa detak jantungnya saat ini berdetak sangat cepat dan wajahnya pun menjadi merah tapi Arabella yang tidak ingin ketahuan dengan apa yang dirasakannya sekarang memilih untuk berbalik dan berkata "Huh, Gombal!".

__ADS_1


Setelah memilih Gaun, Sepatu, Tas dan Aksesoris yang akan dipakai olehnya nanti, Arabella pun pergi menemui Dimas. Dimas yang melihat kedatangan Arabella menjadi tersenyum hangat. Manager yang juga berada dibelakang Dimas menyerahakan barang yang telah dipilih oleh Arabella. Dimas yang melihat semua barang itu pun mengerutkan dahinya.


"Apa kau benar-benar tidak ingin membeli apapun lagi di Butik ini? Apa tidak ada satu barangpun yang menarik minatmu?" tanya Dimas dengan wajah datar dan dingin.


Arabella yang melihat ekspresi Dimas menjadi terdiam. Arabella sebenarnya memiliki beberapa barang yang disukainya tapi karena gengsi dan malu yang sangat tinggi membuatnya memilih untuk membeli apapun lagi. Sementara itu, Dimas yang sangat mengenal sifat Arabella yang dulu dan sekarang sangat tau jika saat ini wanitanya pasti menyukai sesuatu di Butik itu tapi karena gengsinya yang sangat tinggi sehingga tidak berani mengatakan apapun. Akhirnya,


"Bungkus semua Gaun, Sepatu, Tas dan Aksesoris edisi terbaru dan terbatas yanga ada di Butik ini dan kirimkan semuanya ke Kediaman Arthama Jaya. Gunakan kartu ini untuk membayar semuanya.: ucap Dimas kepada Manager sambil mengeluarkan Kartu Hitam yang hanya ada lima buah di seluruh dunia. "Satu hal lagi, jangan bocorkan hal ini keluar jika itu terjadi maka Perusahaan Arthama Jaya Group akan menuntut Butik ini dan seluruh Pegawainya! Apa kau mengerti?" tanya Dimas kembali dengan tatapan tajam yang menusuk.


Manager itu pun menjadi takut dan tangannya menjadi kaku serta seluruh dahinya berkeringat. Manager itu sangat senang karena akan mendapatkan bonus dari Bosnya yang sangat banyak tapi Manager itu juga menjadi takut dengan resikonya jika dirinya tidak bisa melakukan semuanya dengan sangat baik.


Setelah menyerahkan kartu hitam, Dimas pun berpaling dan melihat ke arah Arabella. "Ini adalah hukuman untukmu. Jangan pernah menyembunyikan apapun dariku." ucap Dimas sambil berbisik di telinga Arabella.


"A-Apa? Hukuman? Apakah ini hukuman untukku? Kenapa aku merasa ini bukanlah sebuah hukuman tapi sebuah keberuntungan?" gumam Arabella yang masih berdiri di tempatnya.


#**Bersambung#


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Lovenya..

__ADS_1


Terima kasih..


🥰😍😘😚**


__ADS_2