
Arabella yang duduk di balkon kamarnya sambil menikmati angin pagi merasa kepalanya sangat pusing yang disebabkan oleh orang yang dipercayainya ternyata adalah orang yang telah menghianatinya karena uang.
"Hah! Uang benar-benar bisa menunjukkan wajah asli seseorang!" gumam Arabella dengan ekspresi wajah yang sedih sambil meminum tehnya dengan sorot mata yang senduh melihat ke arah taman yang ada di depannya.
Arabella yang merasa ada sesuatu yang harus dibicarakannya dengan Dimas pun memilih menemui Dimas di Ruang Kerjanya karena Arabella tau jika hari ini Dimas tidak akan pergi ke kantor.
"Tap! Tap!"
"Tok! Tok! Tok!"
"Apa aku boleh masuk?" tanya Arabella yang telah berada di depan pintu Ruang Kerja Dimas dengan wajah tanpa ekspresi.
"Masuklah!" jawab Dimas dari balik pintu.
Arabella pun membuka pintu perlahan lalu menutupnya dan berjalan maju ke arah Dimas.
"Aku ingin tau bagaimana keadaan Siti?" tanya Arabella yang sedang berdiri depan Dimas dengan wajah serius dan sorot mata yang tajam dengan dua tangan di letakkan bersilang di dadanya.
"Dia telah dibawa pergi oleh kekasihnya. Aku telah menyuruh Edo melakukan seperti yang kau inginkan. Dalam waktu satu minggu kau akan tau apa yang kau inginkan akan terwujud." ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang gelap dengan senyum misterius sambil meletakkan kedua tangannya di depan dengan posisi menyangga dagunya.
"Itu bagus! Aku mengerti maksud perkataanmu bahwa orang yang jahat harus dibalas dan tidak boleh dibiarkan saja karena jika terus didiamkan maka dia akan terus melakukan kejahatan!" ucap Arabella sambil menatap ke bawah dengan ekspresi wajah yang sedih.
"Aku juga sadar jika orang jahat dimaafkan dan diperlakukan baik belum tentu dia akan berubah menjadi baik karena jika orang itu telah membenci kita maka sebaik apapun kita padanya maka dia tetap akan membenci kita kecuali jika dia mendapatkan Hidayah!" ucap Arabella lagi sambil melihat ke mata Dimas dengan penuh keyakinan dan sorot mata yang penuh dengan keteguhan hati.
"Aku ingin balasan setimpal untuk pembunuh orangtuaku. Aku tidak ingin dia lolos hanya karena dia memiliki uang dan kekuasaan untuk mengendalikan hukum!" ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang marah hingga urat-urat nadi di dahinya keluar.
"Aku mengerti. Aku akan memberikan semua yang kau butuhkan baik itu uang, kekuasaan ataupun posisi." ucap Dimas yang berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Arabella dengan nada penuh percaya diri sambil tersenyum lembut kepada Arabella.
"Terima kasih." ucap Arabella dengan senyum lembut dan tulus d wajahnya.
__ADS_1
Setelah selesai bicara, Arabella dan Dimas pun pergi sarapan bersama dan memulai persiapan untuk Acara Pertunangannya yang akan menjadi kejutan terakhir untuk semua orang.
Sementara itu, di waktu yang sama, Clara yang merasa suasana pagi harinya tidak secerah hari kemarin membutnya semakin mengingat hal tidak menyenangkan yang terjadi padanya.
Clara yang pergi sendiri ke Sebuah Butik terkenal untuk memesan Gaun untuk dipakainya dalam Acara Penghargaan menjadi sangat kesal dan marah karena pemilik Butik tersebut langsung merubah sikapnya yang awalnya sangat menghormatinya tiba-tiba memandangnya dengan tatapan merendahkan.
"Sial! Kejadian kemarin benar-benar membuatku tidak bisa membuat pagi ini menyenangkan." gumam Clara yang sedang berdiri sambil menyantap Sandwich di tangannya sambil melihat ke luar dari Balkon Apartemennya.
"Lihat saja! Saat aku menjadi terkenal lagi jangan harap aku mau memakai Gaun rancangannya jika dia tidak bersujud dan minta maaf." ucap Clara dengan senyum sinis dan fikiran jahatnya.
Alea yang datang melihat Clara sedang berdiri di Balkonnya dengan senyum di wajahnya membuat dara Alea menjadi mendidih.
"Aku harus menahannya. Aku tidak boleh menunjukkan perasaanku yang sebenarnya." ucap Alea dalam hati sambil menarik nafas dalam-dalam dan melemaskan remasan tangannya.
"Kau harus segera bersiap-siap. Ingat! Kau harus datang di Acara Peresmian Perusahaan milik Arthama Jaya Group." ucap Alea yang berjalan santai menuju Clara dengan senyum lembut seperti biasanya.
"Apakah Acara itu malam ini?" tanya Clara dengan senyum ceria dan seketika suasana hati Clara yang awalnya buruk telah berubah menjadi bahagia kembali.
"Apakah dia MakeUp Artist yang katakan? Kau tidak bercanda, kan, Lea?" tanya Clara sambil menunjuk ke arah MakeUp Artist tersebut dengan nada menghina dan ekspresi wajah yang merendahkan.
"Anda dapat menilainya sendiri apa aku benar-benar Make Up Artist yang sedang Populer atau tidak setelah melihat hasil Make Up ku nanti." ucap Make Up Artist tersebut dengan penuh percaya diri sambil meletakkan tangannya di dada seolah sedang sangat percaya dengan kemampuannya.
"Hm! Lakukanlah! Tapi jika hasilnya jelek kau harus menanggung resikonya!" ucap Clara dengan ekspesi wajah yang kesal sambil memalingkan wajahnya dan berjalan ke arah kamar pribadinya.
Alea yang sudah terbiasa dengan sikap Clara tidak merasa asing lagi tapi tidak bagi yang lain jadi Alea pun meminta maaf untuk semua perbuatan Clara.
"Aku mohon, maafkan lah dia. Kau dengarkan berita buruk tentangnya beberapa hari yang lalu. Dia sebenarnya tidak seperti ini jadi aku mohon mengertilah." ucap Alea membela Clara dengan ekspresi wajah yang bersalah sambil menatap Make Up Artist1w- tersebut.
"Tidak masalah. Ini sering terjadi jadi aku hanya perlu menunjukkan kemapuanku." ucap Make Up artist
__ADS_1
tersebut dengan penuh percaya diri.
Di sisi lain, Heru yang telah memasukkan orangnya ke dalam Perusahaan yang baru saja di akuisisi Dimas mendapatkan informasi bahwa di hari Acara Pengumuman Akuisisi, Dimas akan mengumumkan sesuatu yang lain yang penting.
"Tuan Muda Heru!" ucap seorang Pria yang bertubuh jangkung dengan perawakan besar memanggil Heru yang sedan duduk di Ruangannya.
"Manager Kun, katakan saja apa yang ingin kau katakan!" ucap Heru yang tidak ingin membuang-buang wakunya untuk hal yang tidak penting.
"Tuan Muda Heru, sepertinya Tuan Muda Dimas tidak hanya ingin mengumumkan tentang Akuisisi Perusahaan A tapi juga mengumumkan hal lain." ucap Manager Kim dengan wajah yang serius sambil menatal Heru sambil menggerak-gerakkan tangannya.
"Hal lain? Apa itu?" tanya Heru dengan ekspresi wajah yang bingung dan rasa ingin tau yang tinggi.
3
"Apa Pengumuman itu ada hubungannya dengan hilangnya Arabella?" tanya Heru dalam hati dengan tangan diletakkan di dagu seolah sedang berfikir.
"Sa-saya juga kurang tau hal itu, Tuan Muda." ucap Manager Kim dengan senyum menyesal di wajahnya sambil tersenyum kaku.
"Dasar idiot! Bahkan mendapatkan informasi saja tidak lengkap! Apa harus singkirkan dia sekarang? Ah! Tidak belum saatnya." ucap Heru sambil melihat ke arah Manager Kim dengan ekspresi wajah tidak puas sambil bersandar di sofanya.
"Cari tau apa yang akan diumumkan Dimas di Acara nanti selesai Akuisisi Perusahaan." ucap Heru dengan nada tegas dan sorot mata yang tajam seolah dapat membuat orang meninggal hanya dengan tatapannya.
"Hmmm, bagaimana dengan bayaranku, Tuan Muda Heru yang tampan." ucap Manager Kim dengan senyum senang diwajahnya dengan tangan digerak-gerakkan seolah sedang menunggu hadiah.
"Kau masih menginginkan bayaran untuk informasi yang tidak lengkap! Jangan bermimpi! Cepat temukan kebenarannya jika ingin mendapatkan bonus!" teriak Heru yang marah hingga urat nadi keluar menghiasi dahinya.
Setelah kepergian Manager Kim, Heru pun memanggil Asistennya, Mike, untuk datang menemuinya segera.
Mike yang tau akan hal itu langsung bergegas menemui Heru. Mike yang tidak dapat menjalanlam tugas dengan benar karena sampai.aaar ini dirinya belum menemukan keberadaan Arabella.
__ADS_1
"Apakah Tuan Muda memanggil saya?" tanya Mike dengan wajah yang patuh sambil membungkukkan kepalanya sedikit.
#Bersambung#