CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 9. Arabella Castella


__ADS_3

Berita tentang terjadinya kecelakaan itu pun tersebar ke berbagai media massa dan media online namun pelaku yang melakukan penabrakan tidak terungkap ke media karena Bu Selena telah dengan cepat menyelesaikan masalah itu untuk menjaga nama baik putranya.


Bu Selena membuat Penabrakan itu menjadi sebuah kecelakaan tunggal hingga tidak akan membuat polisi atau siapapun orang curiga. Heru yang mabuk dan shock karena kejadian itu telah kembali ke Kediaman orangtuanya dan akhirnya dapat tertidur juga di kamarnya.


Sementara itu, sepasang suami istri yang menjadi korban pada kecelakaan itu telah dikirim ke rumahnya. Korban kecelakaan itu ternyata meninggalkan seorang putri yang masih muda dan belum menikah. Sang Putri merasa sangat sedih dan terpukul dengan kepegian kedua orangtuanya secara tiba-tiba.


Putri dari korban yang merasa tidak percaya jika orang tuanya meninggal begitu cepat pun berfikir jika ada sesuatu yang janggal pada kecelakaan kedua orangtuanya yang dikatakan semua orang adalah kecelakaan tunggal akhinya dirinya pun mencoba mencari tau kebenarannya.


"Bagaimana bisa ayah dan ibuku pergi begitu cepat dan bahkan mengalami kecelakaan padahal mobil yang mereka kendarai itu baru saja selesai di service di bengkel?" tanya Putri korban pada dirinya sendiri.


Dalam keadaan berduka dan bersedih, Putri korban yang merupakan seorang pekerja kantoran biasa di sebuah Perusahaan besar yang bernama Arabella Castella akhirnya Arabella mengetahui bahwa kecelakaan tunggal yang menimpa kedua orangtuanya sebenarnya korban tabrak lari yang mengakibatkan korban meninggal dan jatuh ke jurang tapi tidak mengetahui siapa pelaku penabrakan itu.


"Aku yakin ini pasti adalah kasus tabrak lari. Aku harus bisa menemukan pelakunya dan membuatnya bertanggungjawab." ucap Arabella.


Arabella yang berusaha sekuat tenaganya mencari tau pelaku dari penabrakan itu menggunakan waktu cutinya tapi tidak mendapatkan hasil apapun.


Sementara itu, Edo yang telah bersiap menemui Dimas pagi-pagi sekali pun bergegas membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Edo pun melajukan mobilnya pergi menemui Dimas di Kediamannya sambil membawa laporan kerjanya pagi-pagi sekali.


Edo yang berfikir jika Dimas masih terbaring di kamarnya karena sakit tidak menyangka jika ternyata Dimas sedang duduk bersantai di ruang tamu sambil membaca berita online dengan ditemani segelas kopi hangat dan cemilan.


"Tuan, kenapa anda disini? Bukankah anda masih sakit? Tuan anda harus segera kembali ke kamar dan beristirahat." ucap Edo tanpa jedah.


Dimas yang awalnya sangat santai dan rileks tiba-tiba menjadi tegang kembali saat mendengar omelan dan ocehan Edo. Dimas yang kesal pun memerintahkan Edo untuk diam tapi Edo yang keras kepala tidak mau menurut jika Dimas tidak kembali beristirahat sehingga membuat Dimas marah dan mengancam akan mengusirnya sama seperti dirinya mengusir Clara.


"Aku sudah lebih baik. Aku akan tetap disini." ucap Dimas.


"Tidak bisa! Tuan anda harus segera kembali ke kamar anda beristirahat." ucap Edo tidak mau kalah.


"Diamlah! Jika tidak sebaiknya kau keluar dari sini." teiak Dimas kesal.


"Ja-jangan Tuan Muda. Aku akan diam sekarang." ucap Edo menutup mulutnya dengan tangan.


"Bagus! Berikan laporanmu!" perintah Dimas.

__ADS_1


Edo yang tau jika saat ini Dimas sedang marah pun bergegas menutup mulut dan meminta maaf lalu menyerahkan laporan kerjanya pada Dimas. Setelah mendapatkan laporan itu, Dimas pun segera memberikan perintah pencarian seseorang.


"Aku punya tugas penting untukmu?" ucap Dimas.


"Tugas? Saya siapkan melaksanakan tugas apapun yang Tuan Muda berikan. Saya berjanji akan melaksanakan tugas itu dengan sebaik-baiknya." ucap Edo percaya diri.


"Bagus! Aku ingin kau mencari seorang wanita untukku..." ucap Dimas yang terpotong.


"Wanita? Siapa Tuan Muda? Apakah dia pengganti Nona Clara? Ah, aku mengerti sekarang ternyata Tuan Muda sudah tidak menyukai Nona Clara karena telah memiliki penggantinya." ucap Edo senang.


"....." Dimas bengong.


"Kalau begitu serahkan saja padaku Tuan Muda. Aku pasti berhasil menemukan Nona Muda Masa Depan." ucap Edo percaya diri.


Dimas yang mendengar perkataan Edo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dimas yang merasa semua yang dikatakan oleh Edo adalah kebenaran pun memberi tau tentang ciri-ciri Permaisuri Shiena.


Edo yang mendengar penjelasan Dimas pun menjadi bingung karena dari setiap deskripsi yang dikatakan oleh Dimas tidak ada yang bisa menjadi petunjuk mencari tau keberadaan wanita yang dicari oleh Dimas.


"Apa Tuan Muda bisa mendeskripsikan ciri-ciri Nona Muda Masa Depan kami?" tanya Edo penasaran.


"Dia adalah wanita yang cantik, baik, pintar dan cerdik. Aku ingin kau menemukannya dalam satu hari." ucap Dimas.


"A-apa! Sa-satu hari? Apa Tuan Muda tidak salah? Berdasarkan ciri-ciri yang dikatakan Tuan Muda tidak ada yang bisa dijadikan petunjuk." teriak Edo terkejut dan bingung.


"Apa kau tidak bisa melakukan tugas yang aku berikan?" tanya Dimas.


"Tidak bukan begitu Tuan Muda." ucap Edo terputus.


"Bagus. Aku percayakan tugas ini padamu." ucap Dimas.


Dimas yang telah memberikan perintah kepada Edo pun segera pegi dan meninggalkan Edo yang masih bingung mematung di tempatnya.


Edo yang ingin bertanya lebih lanjut ternyata tidak mendapatkan kesempatan apapun akhirnya Edo pun menyesali perbutannya yang begitu sombong.

__ADS_1


"Dasar bodoh! Kenapa aku begitu sombong? Sekarang terimalah nasibmu Edo!" gumam Edo menyesal.


Edo yang menyesal pun mengejar Dimas yang buru-buru pergi dan meminta maaf. Dimas yang melihatnya pura-pura tidak mengerti. Edo yang ingin sekali melakukan tugas yang diberikan oleh Dimas tapi Dimas yang sungguh tidak tau bagaimana sekarang ciri-ciri fisik yang dimiliki Permaisuri Shiena sekarang.


Dimas hanya yakin dengan wajah Permaisuri Shiena yang tidak akan berubah meski telah bereinkarnasi tapi untuk nama dan bagaimana keluarganya yang sekarang pun Dimas tidak tau.


"Maafkan ke sombonganku Tuan Muda. Aku sungguh ingin sekali melakukan tugas yang kau berikan tapi aku benar-benar tidak bisa menemukan gadis yang Tuan Muda cari dari ciri-ciri yang Tuan Muda katakan." ucap Edo menjelaskan.


"....." Dimas diam berfikir.


"Tuan Muda bisa memberikanku ciri-ciri yang lebih spesifik seperti namanya, alamat tempat tinggalnya, sekolahnya, tempatnya bekerja atau apapun itu Tuan Muda." ucap Edo.


"Aku tidak tau nama, alamat, asal tau apapun. Aku hanya tau dia memiliki mata berwarna coklat yanh indah. Serta aku hanya bisa mendeskripsikan wajahnya saja." ucap Dimas.


Edo yang berfikir bagaimana cara untuk mengetahui wajah Nona Muda Masa Depannya pun memulai rencana untuk mencari seorang pelukis atau penggambar yang hebat untuk bisa melukis atau menggambar wajah Nona Muda Masa Depannya.


Edo pun segera meminta izin kepada Dimas untuk tidak pergi ke kantor selama beberapa jam. Dimas yang yakin jika Edo punya rencana untuk bisa menemukan Permaisuri Shiena pun mengizinkannya karena bagi Dimas menemukan Permaisuri Shiena lebih cepat itu adalah hal yang utama.


'Aku harus segera menemukanmu Shiena. Bagaimanapun caranya aku harus bisa membuatmu berada di sisiku. Semoga saja kau belum menikah tapi jika kau memiliki kekasih maka akan aku rebut dirimu darinya.' ucap Dimas dalam hati.


Dimas pun pergi ke kantor dengan membawa mobilnya sendiri. Dimas yang tidak melihat layar ponselnya sejak semalam pun mencoba membukanya dan Dimas baru mengetahui banyak sekali panggilan dan pesan yang masuk dari Clara.


Dimas yang sudah mengetahui sifat Clara dengan jelas pun memilih untuk segera mengakhiri hubungan mereka dengan cepat. Dimas juga harus mencari cara untuk balas dendam terhadap Clara dan Heru untuk perselingkuhan mereka selama ini.


"Dasar wanita ular! Masih berani menghubungiku setelah mengkhianati dan meninggalkanku. Maaf saja kau harus segera pergi dari hidupku!" ucap Dimas.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..


🥰😍😘😚


Terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2