CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 141 Hampir Tersegel


__ADS_3

Clara yang kembali ke Kediamannya bersama jenazah Ayahnya tidak menyangka jika ketika dirinya sampai di Rumah ada beberapa orang yang datang dan melakukan penyegelan atas rumahnya secara paksa.


“Siapa kalian? Kenapa kalian ada di Rumahku?” tanya Clara dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang tajam saat dirinya turun dari dalam mobil dengan nada suara yang tinggi.


“Kami adalah orang suruhan Ayahmu yang melakukan peminjaman tapi tidak melakukan pembayaran apapun dan kami datang untuk menyita rumah ini. Harap Nona tidak mengganggu pekerjaan kami!” ucap salah seorang pria yang bertubuh besar dengan nada suara yang tinggi dan tatapan mata yang menindas dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat sangar dan seram.


“Tidak! Ayahku tidak penah memiliki hutang kepada siapapun! Kalian jangan coba-coba menipuku atau aku akan panggil keamanan untuk mengusir kalian dari sini secara paksa!” teriak Clara dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang tajam.


“Kami hanya melakukan sesuatu yang diperintahkan kepada kami. Kami harap Nona untuk tidak mengganggu pekerjaan kami!” ucap salah seorang pria lainnya dengan nada suara yang sedikit sopan.


“Bukan saya yang mengganggu tapi kalian. Kalian yang telah mengganggu kenyamanan saya dan keluarga saya! Lebih kalian pergi sekarang juga atas aku telepon polisi untuk menangkap kalian atas tuduhan kurang menyenangkan!” Clara yang telah kehabisan kesabarannya pun mencoba mengancam orang-orang yang bertubuh besar dan berwajah seram tersebut agar segera pergi dari rumahnya.


Orang-orang yang mendapatkan ancaman dari Clara pun mulai merasa ketakutan dan tidak ingin mengambil resiko untuk keselamatan mereka sendiri sehingga membuat semuanya pun bergegas pergi dan meninggalkan semuanya.


Clara yang belum bisa merasa tenang dengan semua yang baru saja terjadi pun meminta Asisten Pribadi Ayahnya untuk menyelesaikan masalah yang barus saja terjadi.


“Paman! Aku tidak mengerti apa yang telah terjadi. Aku harap paman dapat melaporkan semuanya padaku nanti dan menyelesaikan masalah ini dengan sangat baik!” ucap Clara dengan ekspresi wajah yang datar sambil meletakkan satu tangan di pinggang dan tangan lainnya di dahinya yang menandakan jika dirinya telah sangat lelah.


Clara yang telah sangat lelah pun berjalan ke dalam rumah bersama jenazah Ayahnya dan saat Clara hendak melangkah menuju ke lantai dua tiba-tiba Clara kehilangan keseimbangannya.

__ADS_1


“Nona!” teriak beberapa Pembantu Rumah Tangga yang ada di dalam ruangan itu dengan nada suara yang tinggi dan ekspresi wajah yang terkejut dengan bola mata yang terbuka lebar.


Clara yang tidak bisa berjalan lagi pun naik ke kamarnya dibantu oleh dua orang Pembantu Rumah Tangga yang ada di sana.


Namun saat Clara ingin beristirahat tiba-tiba Clara mendengar suara dua orang Pembantu Rumah Tangga yang membantunya tadi berbisik membicarakan tentang dirinya.


“Aku tidak menyangka jika Nona Clara akan mengalami nasib yang sangat buruk sekarang!”


“Kau benar sekali! Aku malah pernah berpikir jika Nona Clara akan hidup sebagaikan Seorang Putri saat dirinya sedang berpacaran dengan Tuan Muda Dimas.”


“Hah! Itu hanya sesuatu yang terjadi di masa lalu. Hubungan Tuan Muda Dimas dan Nona Clara sudah berakhir dan sekarang Tuan Muda Dimas telah bertunangan dan akan segera menikah!”


“Hmmm, itu kan salah Nona Clara sendiri yang tidak bisa menjaga kehormatannya. Siapa suruh dia bermain api dengan Sepupu Tuan Muda Diams? Bukankah itu adalah hal yang wajar jika Nona Clara diputuskan?”


Clara yang tidak bisa menerima dengan mudah semua yang dikatakan orang lain tentang dirinya pun menjadi marah meskipun hal itu benar.


“Siapa mereka beraninya menghakimi semua perbuatanku? Apakah mereka pikir jika mereka adalah Tuhan? Tuhan saja tidak berkomentar apapun tentang hidup yang aku jalani! Dasar Pembantu yang tidak tau diuntung!” ucap Clara dalam hati dengan ekspresi wajah yang menahan amarah dengan dua tangan yang terkepal dengan sangat erat sambil menatap tajam ke arah pintu yang telah tertutup.


“Klak!” suara pintu yang tertutup pun terbuka dengan sangat cepat.

__ADS_1


“Apakah kalian tidak memiliki pekerjaan lain? Atau apa kalian mau aku melakukan seperti yang kalian minta agar tidak memiliki pekerjaan apapun lagi?” sindir Clara dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang penuh dengan marah.


Setelah mendengar semua perkataan sinis dari Clara, kedua Pembantu Rumah Tangga itu pun langsung menundukkan kepala dan meminta maaf lalu bergegas pergi ke tempat masing-masing.


Clara yang merasa sangat marah pun berbalik arah dan berencana kembali ke kamarnya tapi saat Clara sedang berjalan Clar pun langsung teringat akan kehidupan dan keluarga yang harmonis.


“Hah! Ayah! Ibu! Aku tidak sanggup!” ucap Clara dengan nada sura yang rendah dengan kepala yang terangkat ke atas melihat atap-atap langit rumah denagn ekspresi wajah yang sedih sambil meneteskan beberapa air mata dari pipinya.


Sementara itu, Arabella yang telah sangat senang karena akan segera kembali ke Rumah Kedua Orangtuanya pun langsung bergerak memasukkan kembali semua barang-barang miliknya ke dalam koper.


“Nona, apakah anda juga akan membawa pakaian ini?” tanya Ria dengan ekspresi wajah yang ceria dengan semangat yang membara.


“Agh! Pakaian itu dibeli dan dipilih langsung oleh Dimas jadi pakaian itu simpan dengan rapi di dalam lemari karena aku hanya akan membawa barang-barang yang aku bawa kemari!” ucap Arabella dengan senyum yang lembut dengan nada suara yang rendah.


Sedangkan Dimas yang sedang duduk di Ruang Kerjanya menjadi sangat terkejut saat Edo datang tanpa memberi salam.


“Bos, tahan dulu. Bos, jangan marah dulu. Aku melakukan ini karena aku memiliki informasi yang sangat penting!” ucap Edo dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir dengan tangan yang diletakkan di dadanya mencoba menenangkan Dimas.


“Katakan! Informasi apa yang ingin kau sampaikan hinga bersikap tidak sopan seperti itu!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah ada yang bisa menebak apa yang akan disampaikan Edo pada Clara? Jawab di kolom komentar ya yang tau jawabannya.ju


__ADS_2