CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 159. Rapat Pemegang Saham


__ADS_3

Dimas yang telah kembali ke Apartemennya pun tiba-tiba mendapatkan panggilan yang mengejutkan dari salah satu Anggota Badan Inteligent Khusus yang diletakkannya dibawah Pak Bambang.


“Tuan Muda! Saya mendapatkan informasi bahwa Mbak Siska mendapatkan tugas dari Pak Bambang untuk menghubungi Seluruh Pemegang Saham. Pak Bambang ingin mengadakan rapat darurat keesokan paginya dan sepertinya itu terkait dengan Berita yang sedang heboh saat ini!” ucap Anggota Badan Inteligent Khusus, Anita, Manager Sales Senior, dengan ekspresi wajah yang serius.


“Hmmm, aku mengerti. Segera laporkan jika kau mendapatkan informasi lainnya!” ucap Dimas dengan senyum yang sinis dengan tatapan mata yang merendahkan menatap ke luar jendela.


“Hmmm, Tidak disangka ternyata Pamanku bergerak dengan sangat cepat untuk mengambil posisiku. Bahkan belum ada berita tentang kematianku tapi Paman tersayangku telah mengadakan Rapat Darurat.” Sindir Dimas dengan ekspresi wajah yang merendahkan.


Keesokan paginya, Pak Bambang yang telah bersiap mengakuisisi Perusahaan milik Keluarga Dimas pun datang bersama Heru.


“Selamat Pagi Para Pemegang Saham yang Terhormat. Maafkan ketidaksopananku yang sudah memanggil semuanya untuk datang kemari!” ucap Pak Bambang dengan senyum yang lebar dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Saya mengundang Semua Pemegang Saham kemari untuk membahas masalah Kecelakaan yang dialami oleh Keponakan Kesayangan saya. Saya tidak menyangka jika dirinya akan mengalami kecelakaan pesawat saat melakukan Perjalanan Bisnis!” ucap Pak Bambang yang berpura-pura menangis dan meneteskan air mata sambil menghapusnya dengan sapu tangan yang ada di tangannya.


Heru yang berdiri di belakang Pak Bambang yang sedang terduduk bersedih pun memainkan perannya dengan mencoba menguatkan Pak Bambang sambil menepuk-nepuk punggung Pak Bambang dengan pelan.

__ADS_1


Pemegang Saham yang melihat ekspresi wajah dan sikap Pak Bambang dan Heru memiliki pemikiran dan sikapnya masing-masing.


“Jika anda hanya mengundang kami untuk hal itu maka saya harus segera pergi karena saya adalah orang yang sangat penting. Saya bahkan mengundurkan jadwal saya untuk menghadiri rapat ini!” sindir salah Seorang Pemegang Saham dengan tatapan mata yang sinis.


“Maafkan atas ketidaknyamanannya Tuan Yoshimoto!” ucap Pak Bambang dengan sangat sopan kepada Pria yang berwajah dan berlogat Jepang yang menyindirnya dengan kata-kata pedas.


“Baiklah. Persingkat saja pertemuan hari ini, langsung katakan tujuan Pak Bambang untuk mengundang kami semua kemari?” tanya Seorang Wanita Muda dengan gaya yang sangat modis sambil memainkan kacamata hitam ke atas rambutnya.


“Tentu saja, Nona Handoko!” ucap Heru dengan senyum lembut sambil berjalan mengambil tempat yang ada di ujung meja.


Pak Bambang yang akhirnya memiliki kesempatan untuk menyatakan tujuan utama kedatangannya pun langsung mengubah posisi duduknya dan mengambil sikap layaknya Seorang Penguasa.


Semua Pemegang Saham yang mendengar perkataan Pak Bambang pun menjadi sangat terkejut dan menunjukkan reaksi yang sangat bervariasi.


Pemegang Saham yang memiliki hubungan yang dekat dengan Almarhum Orang Tua Dimas memasang wajah tidak senang dan kesal tapi ada juga yang menyambut positif perkataan Pak Bambang sementara sisanya tidak menunjukkan ekspresi wajah ketertarikan sama sekali.

__ADS_1


“Apakah kau pantas menyebut jika dirimu adalah Paman yang baik sementara Keponokanmu yang mengalami Kecelakaan Pesawat belum diketahui keberadaannya. Apakah masih hidup ataukah sudah meninggal?” tanya Tuan Yashimoto dengan nada sindiran yang kasar dengan tatapan mata yang tajam.


“Benar sekali! Apakah ini tidak terburu-buru? Bukankah berita itu masih belum jelas?” tanya salah Seorang Pemegang Saham lainnya.


“Apa salahnya dengan itu? Bukankah ini hanyalah Posisi Sementara. Kita tidak bisa membiarkan Posisi CEO kosong dalam jangka waktu yang pasti dan akan mempengaruhi Perusahaan.” Ucap Pak Panji yang duduk di samping Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang ceria.


“Apakah kalian semua ingin Posisi CEO yang kosong untuk waktu yang tak pasti akan membuat Saham Perusahaan Arthama Jaya terpengaruh? Aku yakin tidak akan ada yang menginginkan hal ini!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang cuek dengan nada suara yang serius.


“Saya tentu saja sangat mengkhawatirkan keselamatan Keponakan saya tapi saya juga tidak boleh jika hanya memikirkan diri sendiri karena disini saya harus bisa mengambil sikap untuk kepentingan bersama!” ucap Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang sedih lalu semangat kembali dengan tatapan mata yang tajam dan senyum percaya diri.


“Saya hanya memberikan usulan dan tidak memaksa di situasi yang genting seperti ini. Jadi bagaimana? Apakah ada yang keberatan dengan diriku yang mengambil Posisi CEO Sementara?” tanya Pak Bambang lagi dengan ekspresi wajah yang ceria.


Pak Bambang yang sangat mengetahui respon dari orang-orang yang ada di depannya pun hanya tersenyum percaya diri karena dirinya sangat yakin akan memenangkan Rapat ini.


Namun di saat kemenangan sudah hampir di depan mata, tiba-tiba beberapa orang datang bersama Tamu yang akan membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


#Bersambung#


Ada yang bisa tebak siapakah yang datang itu? Silahkan tebak di kolom komentar ya....


__ADS_2