CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 30. Sarapan Pagi


__ADS_3

Dengan perasaan malu, Arabella pun mendorong Dimas hingga terjatuh dari sofa sehingga membuat posisi mereka menjadi tidak biasa dimana Arabella terbaring di atas tubuh Dimas.


"Ternyata kau benar-benar tidak sabar. Apakah rencana pernikahan kita harus dipercepat menjadi minggu depan?" goda Dimas.


"Ti-tidak!" teriak Arabella.


Arabella yang salah tingkah pun langsung berdiri lalu meninggalkan Dimas sendiri. Sementara itu, Dimas yang melihat tingkah laku Arabella menjadi sangat senang.


"Sepertinya ini akan menjadi mudah. Tunggulah aku Bella, cepat atau lambat kau pasti akan jatuh cinta padaku." ucap Dimas yang telah berpindah posisi.


Arabella yang malu segera kembali ke kamarnya dan langsung menutup pintu kamarnya.


Pelayan yang bertugas melayani Arabella yang melihat hal aneh pun mendekati Arabella dan mencoba bertanya.


"Apakah anda baik-baik saja, Nona?" tanya Pelayan.


"Ya, aku baik-baik saja." jawab Arabella.


"Maaf Nona, anda kembali terlalu cepat. Apakah anda tidak menyukai makanan yang disajikan Kepala Koki?" tanya Pelayan.


"Ah, I-itu... Ti-tidak! Aku hanya tidak nafsu makan." ucap Arabella terbata-bata.


'Aku tidak boleh membuat orang lain dalam masalah karenaku. Aku juga tidak ingin orang lain tau kejadian memalukan itu.' ucap Arabella dalam hati.


"Baiklah kalau begitu, apakah Nona ingin makan sesuatu yang sekiranya bisa meningkatkan nafsu makam anda?" tanya Pelayan sopan.


"Ah, sepertinya tidak. Aku sungguh tidak ingin makan apapun. Bisakah kau tinggalkan aku sendiri? Aku sangat lelah." ucap Arabella.


"Tentu saja, Nona. Selamat malam Nona." ucap Pelayan.


Pelayan itu pun keluar dan menutup pintu. Arabella kemudian mengunci kamar itu dan langsung tidur.


Keesokan paginya, Arabella yang masih tertidur dibangunkan dengan suara ketukan pintu. Arabella yang belum terbiasa merasa terganggu dan menutup telinganya dengan bantal dan berbalik arah ketika cahaya matahari mengenainya.


Arabella yang awalnya lupa tiba-tiba ingat jika saat ini dirinya tidak berada di kamarnya. Arabella kemudian segera bangun dan membuka pintu kamarnya yang ternyata telah ditunggu tiga orang yang berpakaian seperti pelayan. Arabella yang bingung dan tidak tau pun bertanya.


"Si-siapa kalian?" tanya Arabella.


"Kami adalah Pelayan yang sekarang bertugas melayani Nona dan membantu Nona." ucap salah satu Pelayan.


"A-aku tidak membutuhkan pelayan. Aku bisa mengurus diriku sendiri." ucap Arabella.

__ADS_1


"Maafkan kami Nona tapi ini adalah perintah lansung dri Tuan Muda jadi kami harus melaksanakannya jika tidak kami akan dipecat." ucap Pelayan yang lain sopan.


"A-apa? Dipecat?" tanya Arabella bingung.


"Benar Nona." ucap Pelayan.


Arabella yang tidak ingin orang lain mendapatkan masalah karena dirinya pun memutuskan untuk menyerah dan membiarkan ketiga pelayan itu membantunya membersihkan diri kemudian merapikan kamar itu.


Dalam waktu satu jam, akhirnya Arabella pun telah selesai dan terlihat sangat cantik.


"Nona sangat cantik. Tuan Muda pasti akan semakin jatuh cinta pada anda." ucap salah satu Pelayan.


"Ah!" jawab Arabella.


Arabella yang bingung harus menjawab apa hanya bisa diam sambil tersenyum. Arabella kemudian keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan pagi bersama Dimas.


'Apa aku benar-benar harus sarapan bersamanya? Aku masih belum siap melihat wajahnya pagi ini.' ucap Arabella dalam hati.


Arabella yang memikirkan cara agar tidak sarapan bersama Dimas membuat Pelayan yang bersamanya salah paham.


"Sepertinya Nona Arabella benar-benar tidak sabar untuk bertemu Tuan Muda." ucap Pelayan bisik-bisik.


"Kau benar sekali. Aku lebih berharap Nona Arabella akan benar-benar menjadi Nona kita daripada Nona Clara." bisik Pelayan.


"Tidak hanya itu, Nona Clara juga seorang model tapi meskipun begitu aku tidak menyukai sikapnya. Semoga saja Nona Arabella yang akan menikah dengan Tuan Muda dan Nona Clara tidak perlu kembali lagi." ucap Pelayan.


"Amin." jawab ketiganya kompak.


Arabella yang merasa ada yang sedang membicarakannya pun menoleh kebelakang dan melihat ke arah tiga pelayannya.


"Kalian sangat dekat ya?" tanya Arabella.


"Ah, maafkan kami Nona." ucap salah satu Pelayan bingung.


Arabella yang ingin menjawab perkataan pelayan itu dihentikan oleh Pelayan lain karena dirinya ternyata telah sampai di ruang makan yang sesungguhnya.


'Jadi ini benar ruang makannya. Aku tidak ingin masuk ke ruangan lain lagi padahal harusnya ke ruang makan. Aku tidak mau kejadian semalam terulang.' fikir Arabella.


Tak lama kemudian pintu itu pun terbuka, pelayan yang berada di belakang Arabella pun meminta Arabella untuk masuk karena Dimas telah menunggu. Arabella yang awalnya ragu pun akhirnya masuk.


Ketika Arabella masuk ke dalam, Arabella yang awalnya berikir jika ruang makan itu akan memiliki satu buah meja yang sangat panjang dengan banyak kursi di kiri dan kanannya serta lampu kristal di atasnya. Tak hanya itu, Arabella juga berfikir jika di meja makan itu pastinya akan dipenuhi dengan berbagai macam makanan meskipun itu untuk sarapan pagi seperti film drama yang sering ditontonnya.

__ADS_1


Namun nyatanya tidak seperti yang dibayangkan oleh Arabella. Ruang makan itu bernuansa taman minimalis dengan meja makan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil tapi mengedepankan kenyamanan dan keintiman.


Arabella yang menyukai ruang makan itu seketika melupakan perasaan gugupnya di hadapan Dimas.


"Apakah kau menyukai ruang makan ini?" tanya Dimas.


"Ya, aku sangat menyukainya. Aku tidak menyangka jika ruang makan ini sangat berbeda dari yang aku bayangkan." ucap Arabella.


Arabella yang menyadari jika dirinya terlalu banyak bicara pun segera menutup mulutnya dan meminta maaf.


"Ma-maaf. Aku tidak bermaksud untuk..." ucap Arabella terputus.


"Jangan khawatir. Aku tidak memperdulikan hal kecil itu. Aku justru sangat senang jika kau mau mengatakan secara langsung apa pendapatmu dan apa yang kau inginkan." ucap Dimas.


"Terima kasih." ucap Arabella.


Dimas kemudian mengajak Arabella untuk memakan sarapannya. Arabella yang senang dengan menu sarapan yang sudah biasa dimakannya pun mencoba memakannya lalu setelah suapan pertama masuk ke dalam mulutnya Arabella tidak menyangka jika nasi goreng dengan telur mata sapi itu sangatlah lezat.


"Ini lezat sekali!" seru Arabella.


"Benarkah? Aku senang kau menyukainya. Sepertinya aku harus memberi hadiah kepada Kepala Koki karena telah menyediakan sarapan yang sangat lezat untukmu." ucap Dimas.


Arabella yang tidak makan sejak kemarin tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Dimas. Arabella hanya fokus dengan sepiring nasi goreng yang ada di depan matanya.


Dalam hitungan menit, makanan yang ada di dalam piring itu pun telah hilang ke dalam perut Arabella. Dimas yang melihatnya pun tersenyum puas. Dimas yang melihat jika Arabella ingin menambah satu porsi lagi segera memberi kode kepada Pak Antoni yang dari tadi telah mengawasi mereka dari kejauhan.


Tak lama kemudian, satu piring nasi goreng dengan telur mata sapi telah tersaji kembali di hadapan Arabella. Arabella yang awalnya ragu untuk menghabiskan satu piring lagi akhirnya kalah dengan rasa laparnya. Arabella pun mengambil piring itu dan menghabiskan makanannya.


Setelah selesai makan, Dimas pun memberikan potongan buah apel yang telah dibuka olehnya selama Arabella menghabiskan piring keduanya.


"Makanlah buah ini agar pencernaanmu lancar." ucap Dimas.


"Terima kasih." ucap Arabella yang tidak tersinggung sama sekali.


Lalu, Arabella pun kembali ke kamarnya di antar ketiga pelayan yang melayaninya pagi tadi sementara Dimas kembali ke ruang kerjanya untuk mengecek beberapa laporan yang harus diurusnya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..


🥰😍😘😚

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2