CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 140. Kematian Ayah Clara


__ADS_3

Clara yang melihat kedatangan Asisten Pribadi Ayahnya di saat dirinya sedang mencoba menghubunginya pun menjadi sangat terkejut.


“Paman! Kau ada di sini?” tanya Clara dengan ekspresi wajah yang bingung dan terkejut dengan bola mata yang terbuka lebar.


“Maaf mengganggu Nona dan maaf jika saya menyampaikan ini dalam situasi yang tidak benar tapi saya harus menyampaikan ini kepada Nona.” Ucap Asisten Pribadi Ayah Clara dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap mata Clara dengan tatapan mata yang tajam.


“Ada apa Paman? Kenapa nada bicaramu seperti ini? Kau membuatku sangat takut!” ucap Clara dengan ekspresi wajah yang bingung dengan sikap yang kaku.


“Maafkan saya, Nona tapi saya menemukan ini di dalam kamar Nyonya dan Tuan Besar saat mencari keberadaan Nyonya Besar. Saya tidak berani membukanya karena itulah saya menyerahkan ini kepada Nona.” Ucap Asisten Pribadi Ayah Clara dengan kepala tertunduk sambil menyerahkan satu amplop coklat dan juga sebuah surat.


Clara yang penasaran pun membuka surat yang ada di tangannya terlebih dahulu dan mendapatkan kenyataan yang sangat mengejutkan.


“Tidak! Tidak mungkin! Ibu tidak mungkin meninggalkanku! Tidak!” teriak Clara dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut.


Clara yang tidak bisa menerima kenyataan yang terdapat di surat tersebut pun hampir kehilangan kendali akan dirinya hingga Perawat yang mencoba menyelamatkan Ayah Clara keluar dari ruangan.

__ADS_1


“Maaf, apakah ada Keluarga Pasien?” tanya seorang Perawat dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar sambil berjalan ke arah Clara yang sedang terduduk di lantai Rumah Sakit.


Clara yang mendengar perkataan Perawat itu pun langsung berdiri dengan bantuan Asisten Pribadi Ayahnya dengan ekpsresi wajah yang langsung berubah lebih baik.


"Saya keluarganya. Saya anaknya. Bagaimana kondisi Ayah saya?" tanya Clara dalam satu tarikan nafas dengan ekspresi wajah yang penasaran.


"Saya tidak bisa mengatakan apapun dan akan lebih baik jika anda masuk ke dalam dan mendengarkan perkataan Dokter sendiri." ucap Perawat tersebut dengan ekspresi wajah yang datar sambil mempersilahkan Clara masuk ke dalam.


"Maaf tapi anda dilarang masuk. Anda hanya bisa menunggu di sini." ucap perawat sambil meregangkan tangannya memberi larang pria yang ada di samping Clara untuk masuk.


Clara pun masuk ke dalam ruangan dengan perasaan yang sangat was-was tiba-tiba berteriak histeris saat melihat keadaan Ayahnya saat itu.


"Tidak! Ayah!" teriak Clara dengan ekspresi wajah yang terkejut dan terguncang di saat bersamaan dengan nada suara yang tinggi sambil berlari memeluk tubuh Ayahnya yang seluruh tubuhnya telah tertutup kain putih.


Dokter yang melihat hal yang sangat sedih dan mengharukan sebenarnya tidak tega mengatakan sepatah katapun tapi kewajibannya sebagai dokter menuntutnya mengatakan semuanya dengan jujur meskipun itu pahit.

__ADS_1


"Maafkan kami, Nona. Kami telah melakukan semua yang harus kami lakukan tapi Tuhan berkata lain dan nyawa Ayah anda tidak bisa diselamatka lagi." ucap Dokter tersebut dengan ekspresi wajah yang sedih dan kasihan pada Clara.


Clara yang mendengar perkataan Doker tersebut merasa setengah dari beban hidupnya semakin berat hingga kakinya tidak saggup untuk berjalan karena shock yang sangat berat.


Salah satu perawat yang berada di dekat Clara langsung menagkap Clara yang sudah kehilangan keseimbangannya dan membantu Clara duduk di kursi kembali.


"Anda harus sabar. Ini adalah tujuan dari Tuhan." ucap Perawat tersebut dengan senyum yang manis.


Dokter dan Perawat yang tidak memiliki kepentigan lagi pun pergi meninggalkan Clara sendirian di ruang itu.


"Kenapa? Kenapa kalian semua pergi meninggalkan Clara? Clara tidak sanggup, Ayah! Ibu!" ucap Clara dengan air mata yang terus membasahi kain Ayah Clara yang sudah meninggal.


#Bersambung#


Apa yang terjadi pada ibu clara? apakah ada yang bisa menebaknya? Jawab di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2