CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 194. Akuisisi Rumah Sakit


__ADS_3

Arabella yang telah sampai di Rumah Sakit langsung dibawa ke Ruang UGD dengan Ketua Ma yang menjadi Penanggung Jawab sebelum kedatangan Dimas.


“Kalian berjaga disini. Jangan biarkan orang-orang Tuan Muda Heru datang dan masuk lalu mengambil Nona Arabella kembali!” perintah Ketua Ma dengan nada suara yang tegas dengan ekpsresi wajah yang serius.


“Siap, Ketua!” teriak semua orang secara bersamaan sambil memberikan hormat lalu bubar dan menghilang dari pandangan dalam waktu singkat.


“Kalian sisanya ikut denganku. Kalian harus ada di sampingku jika aku membutuhkan bantuan kalian dalam penanganan Nona Arabella!” ucap Ketua Ma lagi kepada tiga orang Pria yang berpakaian hitam di depannya.


Ketua Ma yang menunggu Arabella di luar dengan ekpsresi wajah yang cemas tiba-tiba melihat ada seorang Dokter keluar dari ruangan.


“Apakah anda adalah Keluarga Korban?” tanya Dokter dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran.


“Saya bukan keluarganya tapi saya adalah orang suruhan dari Keluarganya untuk menemaninya di sini sementara waktu hingga Keluarganya datang!” ucap Ketua Ma yang mencari jalan aman untuknya keluar dari masalah.

__ADS_1


“Apakah pasien adalah korban tabrak lari? Jika benar maka anda harus ke Kantor Polisi terlebih dahulu dan menyerahkan hasil laporannya ke Rumah Sakit barulah Rumah Sakit ini akan melakukan tindakan selanjutnya?” ucap Dokter tersebut dengan ada suara dan ekspresi wajah yang datar.


Ketua Ma yang tidak paham dengan masalah negosiasi seperti ini pun menjadi bingung dan pusing di saat bersamaan dengan mata dan mulut yang terbuka lebar.


“Sa-saya...” ucap Ketua Ma yang tidak bisa melanjutkan kembali yang dikatakannya dengan nada suara yang gagap.


Dimas yang akhirnya sampai di Rumah Sakit yang diberitau oleh Ketua Ma pun menjadi sangat kesal mendengar perkataan Dokter yag merawat Arabella.


“Apakah kau sudah gila, Dok? Kau menolak untuk memberikannya perawatan karena masalah Surat dari Kantor Polisi. Apakah Sumpah Doktermu telah kau lupakan?” tanya Dimas dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang serius serta nada suara yang sinis tapi terdengar sangat kejam dan kasar.


Dimas yang malas melayani Dokter yang menurutnya tidak berpengalaman dan tidak bagus itu pun memberikan perintah khusus kepada Edo.


“Pergi! Cari Pemimpin dan Pemilik Rumah Sakit ini! Segera akuisisi Rumah Sakit ini sekarang dan tendang Dokter yang tidak profesional ini keluar dari sini!” ucap Dimas dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang dingin.

__ADS_1


“Baik, Tuan Muda!” ucap Edo yang berdiri di belakang Dimas dengan kepala tertunduk lalu menghilang dari pandangan.


“Ketua Ma, lakukan pembayaran untuk Arabella lalu pindahkan Arabella ke Ruangan yang terbaik disini!” perintah Dimas kepada Ketua Ma sambil menatap tajam ke arahnya.


Ketua Ma yang juga tidak ingin tiba-tiba dipecat karena melakukan kesalahan pun mencoba mendapatkan yang diinginkan Dimas dengan cepat.


Dokter dan Perawat yang tidak percaya dengan Dimas pun hanya tertawa lalu berjalan menjauh sambil berbisik menghina Dimas.


Tepat setelah kepergian Dokter dan Perawat, Heru yang mendengar informasi dari bawahannya bahwa Arabella kecelakaan pun membuatnya menjadi sangat terkejut dan memutuskan sepihak untuk pergi menyusul Arabella bersama Mike.


“Apa? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Tidak! Aku tidak bisa diam saja. Aku harus menemui Arabella dan melihat secara langsung keadaannya!” ucap Heru dengan tatapan mata yang telah membuat keputusan dengan ekpsrei wajah yang khawatir dan sedih.


“Mike! Cari informasi dimana kemungkinan tempat Arabella di rawat lalu segera laporkan kepadaku!” ucap Heru dengan ekspresi waja yang serius.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2