CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 73. Tawa Dibalik Kekhawatiran


__ADS_3

Clara yang merasa sangat lelah baik batin maupun fisik dengan semua yang hal terjadi membuat Clara langsung terlelap dalam tidurnya setelah berbaring di tempat tidurnya sebentar.


Sementara, Alea yang dari tadi duduk di balkon sambil memantau situasi yang terjadi di dunia maya dengan Secangkir Capucino memilih masuk dan menemui Clara tapi tidak disangka Clara telah tertidur dengan posisi yang salah.


“Clara! Clara! Kau tidak akan pernah berubah sepertinya meskipun Tuan Besar dan Nyonya Besar telah meninggal. Aku tidak ingin menyakitimu tapi aku harus membuatmu sadar dengan semua kesalahan yang kau buat!” ucap Alea dalam hati dengan senyum sedih yang terpampang di wajah Alea.


Alea pun memindahkan Alea ke bantal dan menyelimutinya dengan sangat lembut dan hati-hati lalu keluar dari kamar Clara dalam diam agar tidak membangun Clara yang sedang tidur.


“Tak!”


“Sruk!”


“Klik!”


Sementara itu, Arabella yang telah sampai di Kediaman Dimas merasa sangat lelah dan mengganti pakaiannya menjadi baju tidur dan tak lupa membersihkan makeupnya dengan bantuan Ria.


“Nona pasti sangat lelah. Nona berbaring saja. Saya akan menghapusnya sambil Nona beristirahat.” Ucap Ria dengan senyum lembut dan nada rendah sambil melihat ke arah Arabella yang sedang berencana duduk di meja riasnya.


“Ah! Apa itu tidak menyusahkanmu?” tanya Arabella dengan hati-hati karena tidak ingin membuat Ria kesulitan karena keegoisannya.


“Tidak sama sekali, Nona.” Jawab Ria sambil menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali dengan sorot mata yang tajam seolah meyakinkan Arabella bahwa dirinya benar-benar tidak masalah melakukannya sambil berbaring.


“Baiklah. Tolong, ya.” Ucap Arabella dengan senyum sambil bergerak ke tempat tidurnya dan berbaring disana dengan dua tangan diletakkan di atas perutnya sambil menutup mata.


Ria yang melihat Arabella yang berbaring langsung tertidur setelah beberapa menit terbaring di atas ranjang hanya bisa tersenyum senang.


“Aku sangat senang memiliki majikan seperti Nona Arabella. Nona Arabella sangat baik dan ramah bahkan Nona Arabella tidak pernah marah hanya karena kesalahan kecil yang dilakukan kami para pelayan. Nona Arabella


bahkan menganggap kami sama dengannya dan hal itu sangat berbeda dengan Nona Clara. Semoga Nona Arabella dan Tuan Muda bisa bersama dan hidup bahagia.” Ucap Ria dalam hati dengan senyum tulus dengan gerakan tangan yang halus membersihkan semua jejak makeup yang ada di wajah Arabella.


Setelah selesai melaksanakan tugasnya, Ria pun membereskan tisu dan kapas yang kotor yang digunakannya untuk membersihkan wajah Arabella lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Arabella agar tidak kedinginan saat dini hari.


“Srak!”


Arabella yang sangat mengantuk pun tertidur dengan lelap tapi tidak disangka rasa haus membuatnya terbangun sehingga Arabella pun melawan rasa kantuknya dan bangun mengambil air.


“Agh! Haus sekali!” gumam Arabella dengan mulut yang masih menguap dan mata yang masih mengantuk dengan ekspresi wajah yang lesu.

__ADS_1


“Tak!”


“Syur!”


Arabella yang merasa tidak haus lagi pun melhat ke sekeliling dan menyadari jika Ria sudah keluar dari kamarnya. Arabella pun berjalan menuju ke meja rias dan melihat riasan makeup yang telah dihapus oleh Ria.


“Wah, hasilnya bersih sekali. Aku bahkan tidak merasa jika Ria melakukan sesuatu pada wajahku.” Ucap Arabella sambil melihat wajahnya di dalam cermin sambil berbalik ke kanan dan kiri berulang kali dengan ekspresi wajah yang senang dan puas.


“Hmmm, Aku malah merasa sangat rileks bahkan tidak merasa lelah lagi sepertinya Ria juga memijatku makanya aku merasa tubuhku sangat ringan.” Gumam Arabella sambil berdiri dengan menggerak-gerakkann tubuhnya berulang kali.


Arabella pun mengambil handphonenya lalu berbaring di tempat tidurnya karena sudah kehilangan rasa kantuk. Arabella pun melihat Instagler-nya yang dipernuhi dengan notifikasi hingga mencapai ribuan.


Arabella yang berfikir jika itu adalah ucapan selamat untuk pertunangannya dengann Dimas tidak menyangka jika itu semua adalah komentar pedas yang ditunjukkan kepadanya oleh seluruh masyarakat.


“A-apa yang terjadi?” tanya Arabella pada dirinya yang langsung duduk dengan ekspresi wajah yang tekejut dengan wajah yang gelap sambil melihat ke layar handphonenya.


Arabella yang terkejut tidak sengaja mengeluarkan suara yang cukup keras sehingga membuat Ria yang ternyata masih berjaga di kamar Arabella segera bangun dan masuk ke dalam kamar Arabella tanpa izin dahulu.


“Klak!”


“Tak!”


“No-nona! Ada apa?” tanya Ria dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir serta keringat yang mengalir ke pipinya.


“A-aku juga tidak tau. Me-mengapa semua orang menghujat dan menghinaku lagi?” tanya Arabella yang bingung dengan wajah yang sedih dan seolah ingin menangis.


Ria yang melihat Nona Mudanya dalam kondisi yang tidak baik segera meminta izin melihat handphone Arabella dan mencari tau apa yang terjadi sementara Arabella hanya diam dan melihat Ria dengan perasaan yang gundah.


“Maafkan kelancangan saya, Nona!” ucap Ria yang langsung mengambil handphone Arabella dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam.


Dalam waktu beberapa menit, Ria pun mendapatkan info yang sangat mengejutkan lalu melihat ke arah Arabella dan merasa sangat bingung apakah harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak.


“Tak! Tak! Tak!” suara jemari-jemari Ria yang bergerak di atas Handphone Arabella.


“Hmm!” gumam Ria dengan wajah yang bingung sambil melihat ke arah Arabella dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Ada apa? Apa kau menemukan sesuatu?” tanya Arabella yang masih terkejut dan masih belum bisa berfikir dengan jernih.

__ADS_1


“Hmm, sebenarnya...” ucap Ria yang terputus sambil meliha ke layar handphone dan melihat ke wajah Arabella dengan dilema batinnya.


Arabella yang sangat penasaran tidak ingin menunggu penjelasan dari Ria hingga akhirnya langsung mengambil handphonenya dan memberanikan dirinya melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi.


“Sruk!”


“Tak!”


“I-Ini... Ba-bagaimana bisa begini?” tanya Arabella yang terkejut dan bingung di saat yang bersamaan sambil melihat ke arah Ria yang hanya bisa menundukkan kepala karena dirinya juga tidak tau harus berkomentar apa.


“No-na ...” ucap Ria yang juga tidak tau harus mengatakan apapun.


Arabella yang sangat tau jika hal ini tidak akan terjadi dengan sendirinya jadi Arabella pun langsung melihat Layar Handphonenya dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


Ria yang meliha Arabella tidak akan tertidur lagi dalam waktu dekat segera mengambil baju hangat untuk menghangatkan tubuh Arabella lalu pergi membuatkan segelas teh hangat untuk membuat tubuh Arabella tetap hangat karena Ria tidak ingin Arabella menjadi sakit karena masalah yang dihadapinya.


“Ini semua pasti perbuatan Nona Clara yang iri dengan kebahagaiaan Nona Arabella dan Tuan Muda!” ucap Ria dalam hati dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal yang tak bisa ditutupinya.


Arabella yang melihat Ria bertindak tidak biasa pun mencoba untuk langsung bertanya. Ria yang tidak ingin menutupi kemarahannya pun mengatakan semua yang ada di dalam hatinya.


“Ada apa, Ria?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang cemas sambil melihat ke arah Ria dengan meletakkan handphonenya yang ada di tangannya di atas bantal sebentar.


“Aku rasa ini semua pasti perbuatan Penyihir itu. Dia pasti iri dengan kebahagiaan Nona dan Tuan Muda.” Ucap Ria dengan berapi-api sambil mendekatkan dirinya ke arah Arabella hingga membuat Arabella terkejut dengan mata dan mulut yang terbuka lebar.


“Penyiihi?” tanya Arabella yang bingung dengan alis yang naik ke atas.


“Iya penyihi! Nona Clara kan seorang penyihir. Lihat saja alisnya itu melengkung tajam sudah seperti celurit dan Nona juga tau kan dengan gaya busana Nona Clara yang sudah seperti seorang penyihir!” ucap Ria dengan jujur sambil menggerak-gerakkan tangannya mendeskripsikan apa yang dikatakannya sambil meletakkan kedua tangannya bersilang di dada di akhir kata.


Arabella yang awalnya sangat marah dan cemas dengan reputasinya menjadi tertawa dan ceria kembali setelah mendengar apa yang dikatakan Ria.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


😊😍😘


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2