CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 117. Clara Diculik


__ADS_3

Clara yang telah mengasah kemampuan aktingnya dengan sangat baik telah belajar cara mengendalikan dirinya dalam kondisi apapun.


Clara pun menganggap yang terjadi tadi adalah sebuah akting dan langsung mengubah ekspresinya meski tidak seratus persen tapi cukup untuk menjaga imagenya.


"Pergilah dan jangan muncul dihadapanku lagi. Jika tidak maka tanggung sendiri akibatnya." ucap Clara dengan nada bicara yang bergetar karena menahan amarah dan dan sorot mata yan tajam yang siap membunuh mangsanya.


Clara yang merasa sangat sial pada hari itu pun pergi ke toilet dan membersihkan gaunnya yang tertumpah wine dengan sapu tangan.


"Kenapa warnanya tidak hilang atau pudar juga? Dasar orang rendahan bodoh, awas saja setelah acara ini berakhir aku akan mencari informasinya lalu memberinya pelajaran yang tidak bisa dibayangkannya!" umpat Clara dengan nada marah dan kesal sambil terus membersihka gaunnya.


Clara yang merasa jika semua yang dilakukannya hanya sia-sia pun menghubungi Asistennya untuk membawakan gaun lain untuknya tapi tidak mendapatkan jawaban apapun.


"Dasar Asisten tidak berguna! Jika aku suruh pergi, dia benar-benar pergi bahkan handphonenya pun mati! Awas saja aku akan memotong gajinya!" ucap Clara dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal dan mencoba melempar handphonenya ke kaca tapi dihentikannya.


"Hah! Aku tidak boleh kehilangan kendali saat ini. Aku harus mencari solusi untuk masalah ini." ucap Clara sambil menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


Saat Clara ingin menghubungi Shaha, tiba-tiba ada beberapa pria yang datang masuk ke dalam toilet dan menyerang Clara.


Clara yang merasa terancam mencoba berteriak dan melawan tapi sebelum usahanya membuahkan hasil, orang-orang itu sudah mengunci tubuh Clara dan menyumbat mulutnya dengan sapu tangan yang telah diberi obat tidur.


"Siapa kalian? Kenapa kalian kemari? Apa kalian tidak tau jika ini adalah toilet wanita?" ucap Clara dengan nada keras dan sorot mata yang tajam serta ekspresi wajah yanh takut.


"Kau tidak perlu tau siapa kami karena kau hanya perlu tau bahwa kami akan membuatmu bahagia hingga langit ke tujuh!" ucap salah seorang pria itu dengan senyum yang terlihat sangat menjijikkan sambil berjalan mendekati Clara.


"Jangan mendekat! Jika tidak aku akan teriak dan kalian bertiga akan dalam masalah!" ancam Clara dengan nada tinggi dan ekspresi wajah ketakutan yanh tidak bisa ditutupi.


"Tidak! Ja-ja..." ucap Clara yang terhenti karena telah di tutup dengan sapu tangan.

__ADS_1


Tak butuh lama, Clara pun kehilangan kesadarannya dan ketiganya pun membawa Clara ke ruang ganti VIP yang telah disediakan penyelenggara.


Sementara itu, Shaha dan Alea yang ada di Restoran di depan Acara Pengharagaan Internasional itu berlangsung pun duduk sambil memesan makanan dan minuman yanhmg lezat.


Shaha dan Alea yang sengaja ingin melihat kehancuran Clara pun telah memesan tenpat duduk di balkon yang menghadap langsung ke pintu masuk dan keluar Hotel Heaven Royal tempat berlangsungnya acara.


Alea yang sedang menikmati minumannya sambil melihat satu per satu artis yang datang tiba-tiba menerima telepon yang telah sangat ditunggu olehnya.


"Bos, kami sudah membawanya ke tempat yang anda perintahkan." ucap salah seorang pria yang menculik Clara dengan nada bicara yang datar dan tanpa ekspresi.


"Kalian dapat bersenang-senang dengannya sampai puas dan jangan lupa masukkan pil yang telah aku berikan." ucap Alea dengan ekspresi wajah yang senang sambil tersenyum bahagia.


"Kali ini kau akan benar-benar tamat Clara! Tak akan ada seorang pun yang dapat kau andalkan untuk membantumu lagi bahkan kedua orang tuamu pun tak akan mampu membantumu!" ucap Alea dengan senyum misterius dan sinis di ujung sudut bibirnya.


Shaha yang penasaran pun bertanya dan akhirnya mengetahui bahwa rencana telah berjalan sesuai dengan rencana.


"Tentu saja. Orang yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang tinggi seperti ini tidak bisa dijadikan musuh dan Clara telah melakukan kesalahan besar karena telah menyinggung Nona Muda itu!" ucap Alea yang tidak berani menyebut nama Alexa meskipun dirinya tau bahwa nama itu pasti palsu.


Di tempat yang berbeda, Dimas dan Arabella yang telah berada di perjalan menuju Hotel Heaven Royal pun hanya duduk diam dan tidak saling bjcara.


Hal itu membuat Dimas frustasi dan membuat Dimas menyerah dan menceritakan semuanya pada Arabella.


"Baiklah, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyembunyikannya. Aku hanya ingin memberimu kejutan tapi jika kejutan ini membuatmu salah paham dan memperburuk hubungan kita maka aku akan memberitaumu semuanya." ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang pasrah setelah melihay Arabella yang bahkan tidak mau menatap dirinya.


"Aku baru mendapatkan informasi bahwa orang suruhanku telah melaksanakan tugas yanhmg telah aku berikan dan kita akan melihat hasilnya sebentar lagi." ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang penuh dengan teka-teki sambil tersenyum lembut ke arah Arabella.


"Tugas? Tugas apa?" tanya Arabella yang tidak mengerti sama sekali apa yang dikatakan Dimas sambil memasang ekspresi wajah bingung.

__ADS_1


"Tugas membalas perbuatan Clara." ucap Dimas yang berhenti sebentar untuk mencari tau tanggapan Arabella dengan apa yang telah dilakukannya.


Arabella yang telah mengalami hal yang sangat tidak menyenangkan dari perbuatan Clara pun tidak bisa memaafkan Clara meskipun dirinya telah meminta maaf.


Arabella yang telah mengalami penculikan dan bahkan hampir kehilangan kesuciannya masih terus merasakan ketakutan saat dirinya sendiri sehingga Arabella tidak bisa jika tidak membenci Clara dan perasaan ingin membalas dendam itu pun selalu tersirat di dalam hatinya.


"Clara!" ucap Arabella dengan nada bicara yang biasa tapi sorot mata dan lirikan mata yang terlihat sinis dan ekspresi wajah yang berubah menjadi tidak menyenangkan.


"Benar. Aku telah memerintahkan orang untuk membalas perbuatan Clara padamu. Aku memerintahkab orangku untuk membiarkan Clara merasakan sendiri idenya itu." ucap Dimas sambil melihat keluar jendela mobil dengan senyum penuh misteri.


"Dan malam ini kita akan melihat hasil dari perbuatannya sendiri. Aku tidak akan berbaik hati padanya karena dia telah berani menyentuh wanita yang aku cintai." ucap Dimas dengan nada rendah dan ekspresi wajah yang teduh dan penuh perhatian sambil menggenggam tangan Arabella dengan lembut.


Arabella yang mendengar apa yang telah dilakukan Dimas tidak bisa menyalahkannya karena Dimas melakukan semua itu demi dirinya meskipun terdengar sangat kejam.


Arabella yang tidak menyangka ada seorang pria yang rela berlumuran dosa demi dirinya menjadi senang dan sedih di saat bersamaan.


Arabella yang tidak bisa melakukan apapun untuk Dimas hanya bisa menyerahkan seluruh hati, tubuh dan fikirannya untuk Dimas.


"Terima kasih."ucap Arabella dengan nada lembut sambil memeluk Dimas yang seketika membuat Dimas terkejut yang akhirnya dibalas dengan pelukan balik oleh Dimas.


Arabella yang akhirnya sadar jika dirinya tidak hanya berdua di dalam mobil pun buru-buru melepaskan pelukannya dan membuang wajah menghadap keluar jendela dengan wajah yang memerah.


Dimas yang melihat sikap Arabella pun tersenyum senang sambil mengelus lembut rambut Arabella dan menariknya ke dalam pelukannya.


#Bersambung#


Jangan lupa Like, Komen dan tekan Love ya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2