
Dimas yang pergi menemui Arabella di Rumahnya pun menjelaskan alasan kepergiannya mendadak
"Aku harus pergi besok pagi-pagi sekali karena telah terjadi masalah di Perusahaan cabang. Maaf aku tidak bisa menemui untuk beberapa waktu." ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang sedih.
"Apakah telah terjadi hal yang serius makanya kau diharuskan pergi dan menanganinya sendiri?" tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang cemas dan nada suara yang khawatir.
“Tidak ada hal yang serius tapi sebagai Pemimpin sekaligus Pemegang Saham Tertinggi aku harus bisa mengatasi masalah yang ada jika tidak ini akan menjadi alasan bagi Pamanku dan Heru untuk merebut Posisiku!” ucap Dimas dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang menenangkan.
Arabella yang sebenarnya masih cemas hanya bisa diam dan menganggukkan kepala sambil mendoakan keberhasilan Dimas lalu kembali dengan selamat.
Dimas yang masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya pun kembali ke Kediamannya dan meninggalkan Arabella di bawah perlindungan orang-orang kepercayaannya.
Dimas yang telah berada di dalam Ruang Kerja tiba-tiba mendengar suara pintu yang diketuk dengan sangat pelan.
“Tok! Tok! Tok!” suara pintu yang diketuk dengan pelan dari luar.
“Masuk!” jawab Dimas dengan nada suara yang dingin dan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang tajam sambil terus membaca kertas laporan yang ada di depan matanya.
__ADS_1
“Tuan Muda! Aku sudah menyelidiki semuanya dan ada empat orang yang terlibat dalam masalah ini tapi tidak ada satu pun informasi yang aku temukan bahwa Tuan Bambang dan Tuan Muda Heru ikut campur dalam masalah ini!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang percaya diri dengan tatapan mata yang lurus ke depan.
“Baiklah. Kau urus surat mutasi mereka dan kirim mereka ke tempat yang sangat jauh lalu turunkan jabatan dan gaji mereka. Aku ingin orang-orang itu berhenti sendiri karena aku tidak ingin membayar kompensasi kepada orang-orang yang telah membuat Perusahaanku mengalami kerugian yang cukup besar!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang membara.
“Saya mengerti, Tuan Muda!” jawab Edo dengan ekspresi wajah yang patuh dan datar sambil menundukkan kepala.
“Tuan Muda, helikopter telah siap dan anda akan berangkat besok pagi pukul enam pagi.” Ucap Edo yang memberitau Dimas untuk bersiap-siap.
“Baiklah. Kau boleh pergi sekarang!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang lelah sambil bersandar di kursinya setelah kepergian Edo.
Dimas yang tidak ingin melepaskan orang-orang yang telah mengganggunya begitu saja pun menghubungi Ketua Ma.
Sementara itu, Heru yang pergi menemui Alex di Kediamannya mendapatkan perlakuan yang sangat hormat dan sangat berbeda saat dirinya di Indonesia.
“Welcome, Good morning, Mr. Jaya. Do you want meet Mr. White?” tanya Seorang Kepala Pelayan dengan sangat ramah dengan ekspresi wajah yang sopan.
“Yes, I do. Where’s Alex?” tanya Heru dengan santai sambil berdiri dengan senyum yang bersahabat kepada Kepala Pelayan Alex dengan ekspresi wajah yang ceria.
__ADS_1
“Mr. Alex is swimming in the swimming poll. Please, follow me. I’ll pick you there.” Ucap Kepala Pelayan dengan sangat ramah dan bersahabat sambil memberikan jalan kepada Heru untuk mengikutinya dari belakang.
Dalam waktu singkat, Heru sudah berada di depan kolam renang dan melihat Alex sedang menikmati aktivitas renangnya.
Alex yang tidak ingin ikut berenang pun memilih duduk bersantai sambil meminum jus jeruk yang dibawakan oleh Pelayan untuknya.
“Thank you!” ucap Heru dengan sangat ramah sambil tersenyum ceria dengan wajah yang tampan yang dimiliki oleh semua orang yang bermarga Arthama Jaya.
Pelayan yang mendapatkan ucapan terima kasih langsung membungkukkan tubuh dan mundur secara perlahan lalu tiba-tiba Alex yang sedang berenang telah berdiri di sampingnya.
“What’s wrong buddy? Why’re you here? Is there news?” tanya Alex dengan ekspresi wajah yang santai sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil dan melilitkan handuk pada bagian tubuh bawahnya.
“Hmm, I have good news. My rival have been in our trap. So, I want to invite you to Indonesia with me. My parents also want to meet you and they say they want pay gratitude to you who have been nice to me in America!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang ceria dengan penuh semangat.
“Hmmm, that’s sounds good. I’ll go with you.” Ucap Alex dengan sangat cepat dengan wajah yang ceria sambil meminum es jeruk miliknya.
“Don’t worry. My parents and I wiil treat you well. We can enjoy the time. I’ll show you the beautiful dan sexy women in Indonesia!” ucap Heru dengan senyum jahat dengan tatapan mata yang menunjukkan keinginan yang berbeda.
__ADS_1
“Hahaha... You know what I want. I count you!” ucap Alex sambil tertawa dengan sangat keras bersama Heru.
#Bersambung#