CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 187. Ketahuan


__ADS_3

Arabella yang telah bersiap pun mengambil bedak yang ada di dalam tasnya lalu mengambil satu buah kapsul obat tidur dan menyimpannya di sela-sela pakaiannya.


Arabella yang tidak ingin membuang waktunya pun pergi menuju dapur tapi tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan Mike, Asisten Heru.


Arabella yang merasa sangat gugup pun mencoba untuk mengendalikan dirinya dan saat Mike melihat Arabella tak disangka jika Mike ternyata sangat sopan dan menghormatinya.


“Selamat pagi, Nona Arabella!” ucap Mike dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bersahabat sambil menundukkan kepalanya.


“Agh, selamat pagi!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang canggung dengan senyum yang kaku.


“Apakah Nona ingin bertemu dengan Tuan Muda Heru?” tanya Mike dengan senyum yang cerah dan nada suara yang lembut.


“Hmm, iya. Aku telah menyiapkan sarapan pagi untuknya tapi...” ucap Arabella yang berhenti saat melihat pelayan yang membantunya membuat sarapan datang.


Pelayan yang datang bersama segelas kopi hitam dan juga beberapa potongan sandwich pun menghampiri Arabella.


“Agh, aku sudah mencarimu dan syukurlah kau datang tepat waktu.” Ucap Arabella dengan senyum yang ramah dan nada suara yang lembut.


Mike yang melihat Arabella telah menyiapkan semuanya pun tersenyum cerah lalu meninggalkan Arabella bersama pelayannya.


“Sepertinya Nona telah menyiapkan semuanya kalau begitu saya mohon izin. Semoga harimu menyenangkan!” ucap Mike yang menundukkan kepalanya di hadapan Arabella dan sikap yang sopan.


Arabella yang melihat Mike pergi pun merasa lega dan mengambil nampan makanan dari tangan pelayan. Pelayan yang tidak bisa menyerahkan nampan itu karena khawatir akan dimarahi oleh Kepala Pelayan.


“Jangan khawatir. Tidak akan ada yang akan memarahimu. Aku akan mengatakan yang baik tentangmu kepada Heru.” Ucap Arabella dengan senyum lembut.


“Terima kasih banyak, Nona!” ucap Arabella dengan senyum yang lembut dan wajah yang bahagia.


Arabella yang telah merasa sedikit bersalah kepada Pelayan yang telah membantunya itu pun mencoba mengesampingkan perasaannya.


Arabella yang berjalan menyusuri lorong menuju Kamar Heru pun mencoba mencari letak keberadaan CCTV dan saat Arabella menyadari jika di tempatnya berdiri tidak ada CCTV dengan cepat Arabella menaburkan obat tidur ke dalam kopi dan juga sandwich.

__ADS_1


“Ini harus berhasil karena aku tidak ingin berpisah dengan Dimas dan aku juga tidak ingin Dimas terpenjara dalam waktu yang lama!” ucap Arabella dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


Arabella yang telah berada di depan pintu kamar Heru pun mencoba mengetuk pintu tapi tidak mendapatkan jawaban lalu Arabella pun mengetuk pintu lagi dengan suara yang sedikit keras.


Heru yang masih mengantuk pun mencoba mengabaikan ketukan pintu kamarnya lalu saat suara ketukan pintu itu tidak berhenti akhirnya membuat Heru menjadi sangat kesal.


“Masuklah!” ucap Heru dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang kesal sambil terus berbaring di atas tempat tidur dengan lengan menutupi matanya.


Arabella yang akhirnya mendapatkan izin pun membuka pintu secara perlahan dan saat melihat Heru masih terbaring di tempat tidur pun tersenyum jahat.


“Sepertinya semua akan berjalan dengan lancar. Aku harus mulai berakting sekarang.” Ucap Arabella dalam hati dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Selamat pagi!” ucap Arabella dengan senyum yang lembut dan nada suara yang ramah serta eskpresi wajah yang ceria.


Heru yang mendengar suara orang yang sangat familiar di telinganya pun langsung membuka matanya dan bangun dari tidurnya.


“Arabella!” teriak Heru dengan suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang terkejut dan tatapan mata yang tidka percaya.


“Aku tidak tau apakah ini akan sesuai dengan seleramu tapi aku harap kau menyukainya!” ucap Arabella dengan wajah yang ceria.


Arabella yang duduk di samping Heru pun meletakkan sandwich dan juga segelas kopi di hadapan Heru dengan senyum yang lembut.


Heru yang melihat Arabella membawakan sarapan untuknya pun merasa sedikit curiga tapi saat Heru melihat ada luka di jari Arabella ekspresi wajah Heru pun berubah menjadi aneh.


“Ada apa dengan tanganmu, Bel?” tanya Heru dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut di dahinya.


“Agh! Aku tidak sengaja melukainya dengan pisau saat memotong selada.” Ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang pura-pura polos sambil mengangkat tangannya yang terluka untuk mengurangi rasa curiga di hati Heru.


“Kau tidak perlu melakukan ini. Biarkan saja pelayan yang melakukannya!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang sedih sambil memegang tangan Arabella yang terluka.


“Tidak apa. Aku merasa senang bisa melakukannya sendiri. Aku juga tidak sendiri. Ada pelayan lain yang membantuku. Dia adalah pelayan yang sangat baik dan juga ramah!” ucap Arabella dengan sambil tersenyum senang.

__ADS_1


Heru yang mendengar perkataan Arabella pun tersenyum senang dan menatap Arabella dengan tatapan penuh kasih.


“Aku mengerti. Aku akan memberikan pelayan itu bonus nanti!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang serius


Arabella yang mendengarnya pun bahagia lalu tersenyum dengan cerah. Lalu setelah tujuannya terwujud, Arabella pun meminta Heru untuk mencicipi makanan dan minuman yang telah dibuatnya.


Heru yang tidak mencuragi Arabella lagi pun menghabiskan satu buah sandwich dan juga setengah gelas kopi buatan Arabella. Lalu tak butuh waktu lama, Heru pun merasa jika dirinya merasa sangat mengantuk.


Arabella yang menyadari jika obat yang telah ditaburnya telah bekerja pun tersenyum dengan senyuman kemenangan lalu menyingkirkan makanan itu dan membantu Heru terbaring kembali.


Tak butuh waktu lama, heru yang telah bersandar di bantal pun kehilangan kesadarannya seutuhnya dan pergi ke dunia mimpi.


Arabella yang telah memastikan jika Heru telah benar-benar tertidur pun bergerak dengan cepat mencari flashsik yang menjadi bukti bahwa Dimas tidak bersalah.


Arabella yang membuka setiap laci yang ada di ruangan Dimas pun menjadi semakin frustasi saat dirinya tidak menemukan flashdisk yang diinginkannya.


Lalu di saat Arabella sedang sibuk mencari tiba-tiba pintu kamar Heru pun terbuka tanpa ada yang mengetuk pintu yang ternyata Alex yang datang ingin


“Who are you? What are you doing there?” teriak Alex dengan ekspresi wajah yang bingung lalu menatap Heru yang terbaring di atas tempat tidur.


Arabella yang mencoba untuk mengelak dari tuduhan ternyata tidak bisa mengatakan apapun karena Alex langsung memerintahkan Bodyguard untuk menangkap Arabella.


Arabella yang tidak ingin tertangkap pun mencoba untuk melarikan diri tapi tidak bisa karena kedua tangannya telah dikunci mati oleh salah seorang Bodyguard.


“Tidak! Lepaskan aku! Apa yang sedang kalian lakukan? Apakah kalian tidak tau siapa aku?” ucap Arabella dengan nada suara yang mengancam dan ekspresi wajah yang kesal.


Alex yang tidak ingin menarik perhatian banyak Pelayan pun berjalan mendekati Arabella lalu memukul tengkuk leher Arabella hingga membuat Arabella tidak sadarkan diri.


“Angkat dia dan kurung di ruang bawah tanah. Jangan biarkan siapapun masuk dan membantunya!” perintah Alex dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan terjadi pada Arabella? Apakah yang akan dilakukan Heru saat mengetahui kebenarannya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2