
Polisi-polisi yang datang pun bergerak dengan cepat dan memfokuskan dirinya memeriksa mobil Dimas dengan sangat teliti bahkan Supir Pengganti yang membawa mobilnya pun ikut ditahan dan menangis ketakutan.
“Tolong jangan penjarakan aku. Aku tidak tau apapun. Aku hanya seorang Supir Penggant. Aku bahkan bukan Supir tetap. Tolong kasihanilah aku, Pak Polisi!” ucap Supir dengan wajah yang putih pucat dan ekspresi yang ketakutan.
Sementara itu Dimas yang tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk kedua kalinya di saat keadaan sedang genting pun hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan mengepalkan tangannya dengan sangat erat.
“Sial! Polisi ini sangat tidak kooperatif. Mereka bahkan tidak memberiku waktu untuk menekan Jam Arlojiku untuk menghentikan waktu lalu memutar waktu kembali!” ucap Dimas dalam hati dengan ekspresi wajah yang tidak senang.
“Jika seperti ini, aku hanya punya satu pilihan yaitu mengeluarkan suara yang sangat keras agar Ketua Ma mendengarnya dan langsung bereaksi setelah mengetahui yang telah terjadi!” ucap Dimas dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius.
Lalu saat Dimas ingin bersuara kembali mengemukakan ketidaksukaannya dan protesnya tiba-tiba Polisi dan Tentara yang terus mencari di dalam mobil Dimas pun muncul dengan sebuah tas besar.
“Lapor Komandan! Kami telah menemukan buktinya!” ucap Polisi tersebut itu kepada Seorang Polisi yang sedang berdiri di samping Dimas.
“Bagus! Bawa barang bukti ke mobil dan tangkap tersangka lalu masukkan dia ke dalam Penjara!” ucap Polisi yang berpangkat tinggi itu dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang tegad dan juga berat.
Dimas yang tidak mengerti yang telah terjadi pun menunjukkan ketidakbersalahannya dan meminta kesempatan menghubungi seseorang.
“Tunggu! Apa yang telah terjadi? Jelaskan padaku barang bukti apa yang kalian maksud? Lepaskan aku! Aku tidak bersalah!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang kebingungan dengan suara yang tinggi.
Polisi yang tidak memperdulikan perkataan Dimas pun mengambil borgol yang ada di celananya lalu memasangnya di tangan Dimas dengan sangat cepat
Dimas yang tangannya diborgol dengan paksa tanpa perlawanan pun menjadi sangat terkejut dan juga tidak terima.
“Tidak! Jangan borgol aku! Lepaskan! Aku adalah korban disini! Aku tidak bersalah!” ucap Dimas lagi yang mencoba meyakinkan Polisi yang memborgol Dimas.
“Diam! Tidak bersalah! Jangan bicara yang membuat semua orang tertawa sementara semua bukti telah sangat jelas!” ucap salah seorang Polisi dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
“Bukti? Bukti apa? Aku sungguh tidak tau!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang benar-benar tidak mengetahui apapun.
__ADS_1
Polisi yang tidak percaya dengan perkataan Dimas pun mendorong Dimas berjalan ke depan menuju mobil polisi. Dimas yang dipaksa untuk masuk ke dalam mobil polisi pun mencoba bernegosiasi.
“Tunggu! Kalian langsung menangkapku dan tidak menjelaskan apapun! Kalau begitu izinkan aku menghubungi satu orang saja! Aku ingin menghubungi pengacaraku!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang sedikit memelas.
“Benar! Aku hanya butuh satu kesempatan untuk membebaskan tangan ini dan menekan Jam Arloji dan menghentikan waktu lalu memutar kembali waktu! Lalu saat itu tiba, semua ini tidak akan terjadi lagi!” ucap Dimas dengan tatapan mata yang tajam.
Komandan Polisi yang melihat kilatan mencuriga pada mata Dimas pun maju ke depan dan m memukul perut Dimas dengan sangat keras hingga Dimas kesakitan.
“Aaargghhh!” teriak Dimas dengan ekspresi wajah yang kesakitan sambil membungkukkan tubuhnya karena kesakitan.
“Diam! Jika kau terus berulah, bukan hanya tinjuku yang melayang tapi juga pistol ini yang akan mendarat di salah satu tubuhmu!” ucap Komandan Polisi tersebut dengan mata yang tajam dan aura yang sangat kuat.
Dimas yang tidak bisa melakukan apapun terpaksa mengikuti perkataan Polisi dan dibawa ke Kantor Polisi secara paksa.
Sementara itu, Ketua Ma yang mendengarkan semua yang terjadi pada Dimas melalui sambungan telepon pun langsung mematikan teleponnya setelah Dimas tidak mengatakan apapun lagi.
Ketua Ma yang bergerak dengan sangat cepat pun menghubungi Edo yang ternyata sedang melakukan rapat dengan Perusahaan yang ditunjuk oleh Dimas.
“Bos! Kabar buruk! Tuan Muda ditangkap oleh Polisi dan saat ini sedang dibawa ke Kantor Polisi!” ucap Ketua Ma dengan terburu-buru tanpa ada jeda.
Edo yang sedang rapat pun menjadi sangat terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Apa? Apa kau serius?” tanya Edo dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar karena terkejut.
“Saya serius. Saat Tuan Muda Dimas memberikan perintah mengenai dirinya yang terjebak di tengah jalan melalui sambungan telepon tiba-tiba Tuan Muda Dimas berteriak dan saat saya mendengarkan pembicaraan itu secara rinci saya mendapatkan informasi yang akurat!” ucap Ketua Ma dengan kilatan mata yang tajam.
“Informasi apa?” tanya Edo yang menghentikan pembicaraan rapatnya dengan Perwakilan Perusahaan Indah Permata dengan satu tangan dengan ekspresi wajah yang sangat fokus pada perkataan Ketua Ma.
“Informasi bahwa Polisi dan Tentara telah melakukan penyelidikan pada setiap mobil yang melewati jalan utama dan Polisi tersebut menemukan sebuah bukti yang dapat menjerat Tuan Muda masuk penjara!” ucap Ketua Ma dengan ekspresi wajah yang serius.
__ADS_1
“Aku tidak tau barang bukti apa itu tapi satu hal yang pasti bahwa Tuan Muda saat ini telah dibawa ke Kantor Polisi!” ucap Ketua Ma dengan penuh percaya diri.
Edo yang tidak bisa berkonsentrasi lagi pada Rapat yang sedang dilakukannya pun meminta untuk rapat tersebut dijadwalkan ulang tapi Pihak lain menolak melakukan jadwal ulang jika rapat ini dihentikan sekarang.
Edo yang lebih mementingkan Dimas pun memutuskan untuk menghentikan Rapat dan pergi menuju ke Kantor Polisi.
“Hao, Ketua Ma!” panggil Edo yang menghubungi Ketua Ma kembali setelah keluar dari ruang rapat menuju ke tempat parkiran mobil.
“Aku tugas penting untukmu. Cari informasi yang mengenai penangkapan Tuan Muda Dimas secara rinci dan akurat! Aku juga ingin kau mengecek semua kemungkinan yang ada mengenai masalah yang sedang dialami Tuan Muda!” perintah Edo dengan ekspresi wajah yang serius dengan pandangan lurus ke depan.
“Apakah kau telah mengurus Reporter, Stasiun Televisi dan Media sosial untuk tidak membesarkan masalah penangkapan Tuan Muda?” tanya Edo dengan nada suara yang tegas.
“Jangan khawatir Bos! Itu adalah hal pertama yang saya lakukan setelah mengetahui yang terjadi pada Tuan Muda!” ucap Ketua Ma dengan percaya diri.
“Bagus! Laksanakan tugas yang aku berikan dengan baik! Kita harus bisa mengeluarkan Tuan Muda secepatnya!” ucap Edo dengan nada suara yang tegas.
Ketua Ma yang mengetahui tujuan utama Edo pun menganggukkan kepala dari balik telepon lalu memanggil semua anggotanya yang lain untuk bekerjasama menyelesaikan tugas penting yang diberikan Edo kepada mereka.
“Tuan Muda sedang dalam masalah sekarang! Kita harus bergerak cepat dan mendapatkan informasi yang dapat membantu Tuan Muda keluar dari Kantor Polisi secepatnya!” ucap Ketua Ma dengan suara yang keras dengan nada suara yang tegas.
“Baik, Ketua!” ucap semua orang dengan serentak dengan ekspresi wajah yang serius dan suara yang keras.
Edo yang terus memikirkan Dimas pun melajukan mobilnya menuju ke Kantor Polisi tempat Dimas ditahan dengan kecepatan tinggi tanpa mengabaikan beberapa rambu lalu lintas.
“Aku tidak boleh menambah beban Tuan Muda! Aku akan berusaha keras membebaskan Tuan Muda! Tuan Muda tunggu aku!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Edo untuk menyelamatkan Dimas? Apakah Dimas akan menginap di dalam Penjara akhirnya? Temukan jawabannya di BAB selanjutnya ya...
__ADS_1