CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 213. Mendonorkan Darah


__ADS_3

Arabella yang mendengar semua yang dikatakan Perawat padanya tentang keadaan Dimas membuat jantung Arabella seperti Roller Coaster.


“Kalau begitu, silahkan ambil darah saya, Dok!” tanya Arabella dengan nada suara yang tegas dengan tatapan mata yang menunjukkan tekad yang kuat.


“Baiklah. Kalau begitu silahkan ikuti saya!” ucap Perawat tersebut dengan ekspesi wajah yang datar sambil memberikan jalan kepada Arabella untuk berjalan mengikutinya.


Arabella yang tidak bisa langsung memberikan darahnya kepada Dimas terpaksa harus mengikuti Prosedut Pendonoran Darah yang ada di Rumah Sakit tersebut.


Namun Prosedur tersebut tidak memakan waktu yang lama, Arabella yang diminta menunggu beberapa menit pun akhirnya mendapatkan hasil yang ditunggunya.


“Apakah hasilnya sudah keluar, Suster?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara yang terdengar sangat hati-hati.


“Benar. Apakah Nona ingin mendengarnya sekarang?” tanya Perawat tersebut yang memegang hasil Laboratorium di tangannya yang dijawab dengan angguan kecil oleh Arabella.


Arabella yang selama ini selalu mendapatkan bantuan dari Dimas pun selalu berdoa agar dirinya bisa memberikan bantua kepada Dimas meski hanya satu kali.


“Aku mohon, Tuhan. Izinkan aku menjadi Pendonor Dimas! Aku ingin dia segera sehat kembali!” ucap Arabella dalam hati dengan senyum yang lembut.

__ADS_1


Perawat yang memahami bahwa Transfusi Darah harus segera dilaksanakan pun langsung meminta Arabella untuk bersiap-siap dan itu pun menjadi jawaban untuk semua doa-doa Arabella.


Arabella yang sedang berbaring di tempat tidur bersama Perawat yang mengambil Darahnya pun tak henti-hentinya menebarkan senyum bahagia lalu tiba-tiba merasakan rasa kantuk yang tak tertahankan hingga tanpa sadar memejamkan matanya.


Di sisi lain, Dokter yang sedang melakukan Operasi pun langsung mentrasfusikan Darah yang didapatkannya kepada Dimas.


Dimas yang tidak sadarkan diri ternyata berada di tempat yang sangat aneh dimana tidak ada seorangpun di sana dan tak ada apapun di tempat itu.


“Dimana aku? Siapa aku? Tempat apa ini? Kenapa aku merasa sangat familiar dengan tempat ini?” tanya Dimas dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang bingung.


Namun di saat Dimas sedang terbaring termenung sendirian, tiba-tiba Dimas mendengar suara seorang wanita memanggil nama seseorang.


“Dim! Dimas! Kembalilah!” suara seorang wanita yang ternyata sangat familiar di telinga Dimas yang ternyata adalah suara Arabella tapi Dimas tidak mengingat apapun.


“Suara siapa itu? Nama siapa yang dipanggil? Apakah itu namaku?” tanya Dimas dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang bingung.


Dimas yang tidak bisa mengingat apapun hanya bisa merasakan dejavu untuk semua yang ada lalu suara yang didengar oleh Dimas pun semakin lama semakin keras dan perlahan sebuah bayangan seorang wanita muncul dari kejauhan.

__ADS_1


“Siapa kau? Apakah kau yang bicara tadi?” tanya Dimas dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang datar.


Dimas yang terus menatap sosok wanita yang ada di depannya yang perlahan semakin terlihat jelas pun merasa jika dirinya merasakan sesuatu yang aneh.


“Siapa kau sebenarnya? Apa kita punya hubungan? Kenapa aku merasakan sebuah perasaan yang aneh saat melihatmu? Seperti perasaan ....” ucap Dimas yang tidak bisa melanjutkan kata-katanya lalu menatap Arabella dengan ekspresi wajah yang penasara.


Arabella yang muncul di dalam Alam Bawah Sadar Dimas pun mengambil tangan Dimas dan memeluknya dengan sangat erat.


Dimas yang merasakan berbagai macam emosi pun tanpa sadar membalas pelukan Arabella dan tanpa sadar menemukan ketenangan dan kelegaan dalam pelukan itu.


Lalu seketika itu juga, ingatan kehidupan di masa lalu dan masa sekarang pun terlintas di ingatan Dimas. Dimas yang akhirnya mengingat semuanya pun melepaskan pelukan Arabella.


“Permaisuri-ku! Shiena-ku! Arabella-ku!” gumam Dimas dengan suara yang rendah dengan senyum yang tulus yang tanpa sadar mencium bibir Arabella.


#Bersambung#


Apakah Arabella dan Dimas terhubung satu sama lain saat Darah keduanya bersatu? Apakah Arabella juga akan mengingat dua kehidupannya bersama Dimas ataukah hanya akan Dimas yang mengingatnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2