
Dimas yang menyadari jika ada seseorang yang terus memperhatikannya pun berhenti melihat layar handphonenya dan melihat ke sumber tatapan itu.
Dimas yang akhirnya tau jika tatapan itu berasal dari perasaan cemburu dan penasaran dari orang yang sangat berharga baginya pun tersenyum bahagia.
"Bel, apakah kau sudah siap? Kemarilah." ucap Dimas dengan senyum ramah dan postur tubuh yang terlihat sangat keren.
"Agh, baiklah." ucap Arabella sambil menarik nafas panjang dan mencoba mengendalikan rasa penasarannya.
Ketika jarak antara keduanya semakin dekt, Dimas pun menarik Arabella ke pangkuannya sehingga membuat Arabella yang tidak siap pun terkejut dan mendaratkan ciuman ke pipi Dimas yang disaksikan banyak pelayan.
"Aarrgghhh!" teriak pelayan yang ada di ruang tamu secara bersamaan dengan ekspresi wajah terkejut dan malu melihat tingkah laku Dimas dan Arabella.
Arabella yang merasa sangat malu dengan apa yang terjadi berusaha untuk berdiri dan berlari pergi tapi ditahan oleh Dimas yang telah mengantisipasi apa yang akan dilakukan Arabella selanjutnya.
"Aku tidak akan membirkanmu melarikan diri dan mengacaukan hari ini!" ucap Dimas dalam hati dengan senyum jahil yang terlihat di wajahnya sambil memeluk erat tubuh Arabella.
Namun, Dimas yang tidak ingin mengacaukan kencan mereka pun memutuskan menghentikan tindakannya menggoda Arabella.
"Sebaiknya aku hentikan sampai saat ini jik tidak Arabella pasti akan sangat marah nantinya." ucap Dimas sambil tersenyum pasrah dan menggeleng pelan kepalanya.
Arabella yang tidak bisa kemana-mana pun memilih diam di tempatnya sambil membuang wajahnya karena kesal.
"Hmmm, awas jika tidak bisa memberiku alasan yang masuk akal untuk perbuatan jahilnya ini." ucap Arabella dalam hati sambil memasang wajah cemberut dengan dua tangan diletakkan di dada.
Dimas pun mengusir semua pelayan yang ada di ruangan itu dan meninggalkan dirinya dan Arabella berdua saja.
"Tinggalkan ruangan ini dan tidak ada yang boleh mengatakan sepatah kata pun tentang apa yang terjadi jika tidak ingin merasakan akibatnya!" ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang dingin sehingga membuat suhu di dalam ruangan menjadi sangat dingin.
Tak butuh waktu lama, semua pelayan pun buru-buru keluar dan meninggalkan ruang tamu. Arabella yang melihat semuanya masih belum bisa percaya jika Dimas adalah orang yang kejam.
Dimas pun mengendorkan pelukannya dan memberikan pada Arabella hasil laporan Edo padanya yang langsung membuat Arabella terkejut.
"Apa kau serius dengan semua ini?" tanya Arabella yang masih tidak percaya dengan apa saja yang telah dilakukan Dimas kepada orang-orang yang berbuat jahat padanya.
"Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan orang yang berbuat jahat padamu bebas melakukan apa saja di luar sana." ucap Dimas dengan pandangan lurus ke depan dengan ekspresi wajah marah dan emosi.
__ADS_1
Arabella yang mendengar dan melihat langsung perjuangan Dimas padanya membuat Arabella tersentuh dan perasaan pun bertambah seiring berjalannya waktu.
"Dan untuk Clara, kau tidak perlu khawatir akan ada masa baginya untuk membayar semua kejahatannya berkali-kali lipat." ucap Dimas sambil melihat ke arah wajah Arabella sambil tersenyum ramah mencoba menenangkan Arabella.
"Hmmm, ya sudahlah." ucap Arabella dengan sikap angkuh tapi terlihat seperti anak kecil yang minta dibujuk.
Dimas pun mengajak Arabella untuk pergi bersamanya menaiki mobil tanpa supir dan dalam perjalanan. Arabella yang tidak diberi tau tujuan kepergian mereka pun menjadi semakin penasaran.
"Apa kau akan tetap diam dan tidak akan memeberi tauku kemana kita akan pergi?" tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang kesal sambil melihat ke arah Dimas yang duduk di sampingnya.
"Tidak! Kau akan tau jika kita sudah sampai." ucap Dimas dengan sikap yang menolak memberi informasi.
Arabella yang tidak mendapatkan informasi apapun setelah melakukan berbagai hal pun memilih pasrah.
"Hah!" ucap Arabella sambil menghela nafas panjang sambil melihat ke luar jendela mobil.
Tak butuh waktu lama, Dimas dan Arabella pun sampai di Taman Hiburan. Arabella yang akhirnya mengetahui tujuan kepergian mereka merasa sangat senang.
"Apakah kita akan jalan-jalan seharian di sini?" tanya Arabella dengan nada penasaran dan ekspresi tidak percaya dengan senyum yang terukir indah di wajahnya.
"Aku baru pertama kali kemari dan sepertinya ini akan jadi pengalaman yang menyenangkan." ucap Arabella dengan spontan sambil melihat-lihat ke sekeliling.
Arabella yang sangat penasaran pun masuk ke dalam Taman Hiburan duluan dan meninggalkan Dimas yang sedang membeli tiket.
"Aku ingin naik semua tempat permainan yang ada di sini." ucap Arabella dengan suara rendah sambil melihat ke sekitar.
Arabella yang merasa lelah menunggu kedatangan Dimas pun memilih duduk di salah satu kursi yang kosong.
"Agh, nyaman sekali duduk di bawah pohon ini. Tidak terasa panas sama sekali tapi dimana Dimas? Kenapa lama sekali?" tanya Arabella pada dirinya sendiri sambil mencari keberadaan Dimas.
Arabella yang akhirnya menemukan Dimas pun mulai merasakan perasaan tidak senang karena saat Dimas berjalan semua wanita melihat ke arah Dimas.
"Apa-apaan wanita-wanita ini? Matanya sungguh tidak bisa dijaga? Beraninya mereka melihat ke arah Dimasku!" gumam Arabella yang kesal karena merasa terancam.
Dimas yang berjalan dengan santai dengan tubuh yang tinggi dan wajah yang tampan sambil membawa dua buah es krim, coklat dan strowberi di tangan kiri dan kanannya. Tidak hanya membuat hati Arabella berteriak tapi juga semua wanita yang ada di Taman Hiburan.
__ADS_1
Dimas yang memiliki penampilan yang melebihi pria pada umumnya terlebih dengan penampilan yang memukau membuat kaum hawa berteriak untuk ketampanannya.
Dimas yang berjalan sambil memakai baju kaos panjang berwarna putih dengan tangan yang di serut ke atas dan celana panjang berwarna hitam serta sepatu kets berwarna putih dengan topi di atas kepalanya membuat Arabella merasa kalah.
"Memiliki pria tampan sebagai kekasih itu sepertinya akan selalu mengundang masalah!" gumam Arabella dengan tatapan wajah yang sedih dan bahagia di saat bersamaan.
Dimas yang datang menemui Arabella langsung ditarik pergi oleh Arabella menuju ke sebuah toko sovenir.
"Ikut denganku dan jangan banyak bertanya!" ucap Arabella degan terburu-buru sambil menarik pergelangan tangan Dimas hingga membuat es krim yang ditangan Dimas hampir terjatuh.
Dimas yang tidak tau apa yang terjadi memilih pasrah dan mengikuti kehendak wanita yang sangat dicintainya ini tanpa bertanya.
Arabella yang telah berada di depan Toko pun langsung mengambil kacamata dengan bentuk yang aneh dan meminta Dimas untuk memakainya.
"Nah berikan es krim itu dan pakai kacamata ini!" perintah Arabella dengan senyum jahil dan anggukan kecil seolah dirinya telah melakukan hal yang benar.
Dimas yang tidak punya pilihan pun menuruti perkataan Dimas. Saat Dimas melihat wajahnya yang sedang memakai kacamata aneh, Arabella memakan semua es krim yang hampir cair di tangannya.
Dimas yang senang dengan sikap protektif dan cemburu Arabella pun mencoba memberikan lelucon dengan memasang wajah jelek yang akhirnya membuat Arabella tertawa geli.
"Uwaaghh!" teriak Dimas dengan kacamata harimaunya sambil membentuk jari tangannya seperti cakar dan menakuti Arabella.
"Hahhahaa...! Wajahmu jelek sekali!" ucap Arabella dengan spontan setelah melihat perbuatan Dimas sambil tertawa lepas.
"Kalau begitu aku lepas saja kacamata ini!" ucap Dimas sambil berpura-pura melepas kacamata sambil melirik Arabella.
"Jangan! Kau tidak boleh melepaskannya. Kau harus memakainya. Ketampanan tunanganku ini hanya aku seorang yang boleh menikmatinya." ucap Arabella dengan sikap angkuh sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Dimas dan memberikan peringatan dengan jari telunjuknya.
"Baiklah, Nyonya Arthama Jaya!" ucap Dimas dengan senyum jahilnya sambil membungkukkan tubuhnya seolah pangeran yang meminta izin untuk berdansa.
Arabella yang mendengar gelar barunya pun hanya tertawa kecil sambil merangkul tangan Dimas masuk dan menikmati wahana yang ada setelah membayar kacamata.
#Bersambung#
Jangan lupa Like, Komen dan tekan Love ya..
__ADS_1
Terima kasih..