CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 40. Bertemu


__ADS_3

"Dimana Siti?" tanya Arabella sambil meminum Es Cappucino miliknya dengan nada bingung.


"Siti sakit perut, Nona. Jadi dia meminta izin untuk pergi ke kamar kecil." jawab Ria cepat sambil menjelaskan karena takut Arabella marah.


"Apakah dia baik-baik saja? Apa dia tidak perlu pergi ke dokter?" tanya Arabella yang tiba-tiba merasa sedikit khawatir.


"Ah, itu tidak perlu Nona. Menurut saya, Siti pasti baik-baik saja." jawab Ria untuk meyakinkan Arabella.


Arabella yang sebenarnya masih khawatir berpura-pura percaya tapi setelah sepuluh menit berlalu Siti tidak datang juga yang membuat Arabella resah. Arabella memutuskan untuk menyusul Siti dan mencari tau keadaannya.


"Aku akan ke toilet. Kau tunggu saja disini!" perintah Arabella yang segera berdiri dan pergi dari mejanya tanpa memberi kesempatan kepada Ria untuk protes.


Arabella yang merasa bertanggung jawab dengan hilangnya salah satu Pelayan yang menemaninya pergi pun menyusul Siti tapi ketika hampir sampai di kamar mandi ada seorang pria yang datang dan mencoba untuk menarik paksa Arabella pergi.


Arabella yang terkejut tidak bisa bergerak karena merasa trauma dengan penculikan yang pernah dialaminya. Wajah Arabella menjadi pucat dan seluruh tubuhnya bergetar.


"To-tolong jangan sakiti saya!" kata Arabella dengan wajah yang sangat putih.


Namun saat Arabella akan ditarik keluar Cafe menggunakan pintu belakang. Ada seseorang yang menarik tangan Arabella untuk menjauh dan berbisik untuk berlari.


Arabella yang tidak mengerti apapun mengikuti arahan dari penyelamatnya. Saat keduanya telah berada di dalam Cafe di lantai satu. Arabella baru merasakan kehangatan dan kelegaan dibenaknya setelah melihat diriny tidak sendiri. Arabella pun melihat ke samping tempat penyelamatnya berada.


"Terima kasih sudah menyelamatkan saya." ucap Arabella dengan sungguh-sungguh.


"Tidak perlu berterima kasih sampai seperti itu karena bukankah kita memang harus saling tolong menolong sesama wanita apalagi dalam menghadapi pria hidung belang seperti itu." kata Clara dengan wajah kelelahan sambil menunjuk ke arah belakang tempat pria yang tadi berada.


Clara melihat ke arah Arabella yang sedang berdiri di sampingnya sambil menatap dirinya. Seketika pandangan Clara menjadi marah dan merasa jijik dengan kehadiran Arabella di antara dirinya dan Dimas tapi Clara tidak bisa menunjukkannya karena imagenya yang merupakan seorang Publik Figure yang mengharuskannya bersikap baik dan elegan. Dalam waktu singkat, Clara telah mengubah ekspresinya menjadi senyum hangat yang bersahabat.


"Anda benar tapi saya tetap ingin mengucapkan terima kasih dan saya juga ingin menunjukkan ketulusan saya. Apa mbak punya waktu..." kata Arabella yang tiba-tiba dihentikan oleh Clara.

__ADS_1


"Bukan mbak! Clara! Namaku Clara jadi panggil saja aku Clara." ucap Clara sambil tersenyum hangat.


"Ah, maafkan aku, mbak. Eh, Clara! Bisakah aku mentraktirmu secangkir minuman dan kue sebagai ucapan terima kasihku." ucap Arabella dengan penuh harap.


"Tidak! Aku tidak mau jika untuk ucapan terima kasih tapi jika untuk awal dari pertemanan kita, aku akan menerimanya dengan senang hati." jawab Clara.


Arabella yang tidak memiliki teman menjad sangat senang dengan ucapan Clara. Arabella yang tidak ingin kehilangan teman baru buru-buru mengiyakan perkataan Clara dan mengajaknya untuk makan bersamanya di lantai dua.


Arabella yang sudah ada di lantai dua bersama Clara baru teringat dengan Siti yang menghilang tapi beruntungnya Siti sudah ada di kursinya.


Namun, saat Ria dan Siti melihat kedatangan Arabella bersama seorang wanita yang sangat mereka kenal seketika itu juga perubahan wajah diantara keduanya segera terlihat.


Siti yang sudah sejak awal mengetahui hal ini akan terjadi berpura-pura terkejut dan tidak tau apapun. Sementara itu, Ria menjadi bingung harus menanggapi masalah ini seperti apa.


Ria yang melihat Clara bersama Nona Mudanya pun terdiam membeku di tempat duduknya. Ria tidak menyangka jika Arabella akan bertemu dengan Clara yang merupakan kekasih Tuan Mudanya saat mereka pergi keluar bersama.


'Bagaimana ini? Bagaimana jika Tuan Muda tau? Aku pasti akan dipecat.' fikir Ria yang kebingungan dan cemas.


Semua Pelayan di Kediaman Arthama Jaya hanya mengetahui jika Clara sudah lama tidak datang ke Kediaman Arthama Jaya padahal selama ini Clara selalu datang paling tidak tiga atau emapat kali dalam satu minggu.


Namun, saat kedatangan Arabella Semua Pelayan berasumsi jika hubungan antara Dimas dan Clara telah berakhir dan Arabella adalah kekasih baru Dimas yang merupakan Calon Nyonya Muda mereka karena Dimas memperlakukan Arabella sangat istimewa bahkan Dimas memberikan semua yang terbaik untuk Arabella.


Arabella yang ingin menghabiskan waktu berdua bersama teman barunya sekaligus penyelamatnya meminta kedua pelayannya untuk mencari tempat lain meskipun perasaan tidak nyaman melintas dibenaknya sebentar.


Arabella yang ingin menjamu Clara meminta salah satu Pelayannya untuk memesan makanan dan juga minuman.


Siti yang saat itu mendengarnya dengan suka rela mengajukan diri untuk melakukannya. Siti pun segera turun ke lantai satu untuk memesan dan meninggalkan Ria sendiri yang masih dilema.


Tak butuh waktu lama, pesanan Clara pun telah selesai di pesan dan diletakkan di hadapan Clara. Clara yang masih harus menjaga reputasinya segera berubah menjadi wanita yang rendah hati dan baik di luar tidak sungkan untuk berkata "Terima kasih."

__ADS_1


Arabella yang senang memiliki seorang teman yang sangat baik bahkan tidak pernah bersikap kasar dan juga mengahargai semua orang.


Mereka berdua pun bercerita bahkan sesekali bercanda dan tertawa bersama. Jika ada orang yang melihathya, mereka akan berfikir jika Arabella dan Clara memiliki hubungan persahabatan yang sangat lama.


Ketika perbincangan mereka telah cukup lama, Clara mencoba memancing Arabella ke arah topik yang telah menjadi tujuannya menemui Arabella dan bahkan berpura-pura baik.


"Ah, apa kau mempunyai seorang pacar?" tanya Clara dengan wajah penuh ingin tau.


"Hmmm, tidak. Aku tidak punya pacar tapi entah lah aku sendiri bingung bagaimana hubungan kami." ucap Arabella yang terlihat bingung cara menjelaskan hubungannya dengan Dimas karena mereka memang tidak berpacaran tapi dalam proses pertunangan.


"Hmm, bagaimana denganmu? Apa kau punya kekasih?" tanya Arabella yang bersemangat ingin mengetahui asmara Clara.


"Hah, aku sudah putus dari pacarku. Tidak lama mungkin satu atau dua minggu yang lalu." ucap Clara sambil memasang wajah sedih dan memelas.


Arabella yang melihatnya menjadi tidak tahan dan merasa simpati. Arabella tidak bisa diam duduk di tempatnya. Arabella pun pindah duduk di sebelah Clara dan mencoba menghiburnya lalu tidak berencana untuk menggali lebih dalam jika Clara tidak ingin membahas masalah asmaranya lagi.


"Kau harus sabar. Mungkin dia bukan jodohmu." ucap Arabella memberi semangat dan motivasi.


"Mungkin! Tapi aku masih sangat mencintainya. Aku tidak tau kenapa dia tiba-tiba memutuskan hubungan kami padahal kami sudah berpacaran sangat lama bahkan sejak kuliah." ucap Clara yang tidak bisa menahan dirinya untuk menangis.


Clara mengeluarkan air mata yang sangat banyak bahkan sampai mengeluarkan ingusnya. Clara berakting sangat baik bahkan Arabella, Ria dan Siti yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka ikut sedih dan prihatin.


'Aktingku sangat bagus bukan? Ayo terus lah simpati dan semakin banyak rasa kasihan dan simpatimu maka semakin dalam rasa bencimu pada Dimas. Lalu kau akan meminta berpisah dengan sedirinya. Jika hal itu terjadi mak Dimas pasti akan kembali kedalam pelukanku!' ucap Clara dalam hati yang masih berpura-pura menangis di depan semua orang.


#**Bersambung#


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Lovenya..


Terima kasih..

__ADS_1


🥰😍😘😚**


__ADS_2