
Dimas yang telah menyadari kesalahannya hanya diam melihat keluar tanpa berkata apapun dengan sorot mata yang hanya melihat ke gelapnya malam yang tanpa bintang satupun.
“Aku yang memiliki Jam Arloji yang bisa menghentikan waktu dan memutar waktu ke waktu yang aku inginkan tapi tidak tau mengapa saat itu aku sama sekali tidak kefikiran untuk menghentikan waktu bahkan aku lupa jika aku punya kemampuan ini!” ucap Dimas dalam hati sambil merenung dengan satu tangan diletakkan di dagu dan tangan lainnya di dalam saku celananya.
“Mungkin saja Tuhan ingin aku menyadari jika waktu adalah hal yang sangat berharga sama seperti orang-orang yang ada di sekitarku saat ini. Jadi aku tidak boleh lengah meskipun musuhku tidak melakukan apapun!” ucap
Dimas lagi dalam hati sambil berbalik badan melihat ke arah Edo dan Pak Antoni secara bergantian yang membuat keduanya memasang wajah bingung dengan sikap Dimas.
Dimas yang mengetahui jika dia mengeluarkan Jam Arloji dan menekannya untuk memutar waktu dihadapan Edo dan Pak Antoni, keduanya tetap tidak akan mengingat apapun.
Dimas pun mengeluarkan Jam Arlojinya lalu menekannya untuk memutar waktu sebelum Acara Peresmian Nama Perusahaan dimulai.
“Srak!”
“Tuk!”
Dalam sekejap ruangan tempat dimana Dimas berada langsung berubah dimana Dimas berada di dalam Ruang dan Waktu dimana hanya ada dirinya sendiri didalamnya dengan banyak jam dalam berbagai ukuran berputar mundur.
“Syaaahhh!”
Dimas pun kembali ke waktu sebelum Acara dimulai tepat saat Edo akan berbalik menuju ke belakang panggung. Dimas langsung memanggil Edo kembali.
“Edo!” panggil Dimas dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang sangat serius sehingga membuat suasana yang awalnya tenang menjadi tegang.
“Ya, Tuan Muda!” ucap Edo yang merasa gugup dalam sekejap setelah berbalik dan melihat ke arah mata Dimas yang penuh dengan nafsu membunuh.
“Panggil Pak Antoni dan temui aku dibelakang panggung sekarang!” ucap Dimas yang sedang duduk di tempatnya yang kemudian langsung berdiri dan pergi.
Edo yang mengerti jika Dimas merasa ada sesuatu yang gawat akan segera terjadi langsung memanggil Pak Antoni dan melaksanakan perintah Dimas.
Setelah kepergian Dimas dan Edo ke arah yang berbeda membuat semua tamu yang hadir bingung namun karena Pembawa Acara telah berada di atas panggung dan memulai Acara membuat Semua Tamu berfikir jika Dimas hanya pergi sebentar karena ada hubungannya dengan Bisnis Keluarganya mengingat Dimas adalah Pewaris dari Perusahaan Arthama Jaya yang membuatnya sebagai Anak Muda yang sangat sibuk.
__ADS_1
Dimas yang sedang berdiri dalam sebuah Ruang Rahasia dengan dua tangan diletakkan di saku celananya melihat ke arah Heru, Pak Bambang dan Bu Selena dengan tatapan membunuh.
“Aku tidak akan memaafkanmu! Aku akan menghancurkan rencanamu dan tak hanya itu aku akan membuatmu tidak bisa melakukan apapun meskipun kau sangat ingin melakukannya saat Arabella dan aku bersama!” ucap Dimas dalam hati dengan niat buruk dan senyum sinis dengan sorot mata yang tajam.
Tak butuh waktu lama hingga akhirnya Edo dan Pak Antoni pun datang dan berdiri di belakang Dimas dengan ekspresi wajah yang penuh kebingungan karena udara yang berubah derastis menjadi sangat dingin.
“Tap! Tap! Tap!”
“Brrr!”
“Dingin sekali!” gumam Edo yang kedinginan.
“Apakah Ac-nya rusak? Kenapa disini sangat dingin?” tanya Edo yang langsung memeluk dirinya sendiri setelah memasuki ruang rahasia sambil melihat-lihat ke sekeliling.
“Diamlah! Sekarang bukan waktunya memikirkan udara yang dingin!” ucap Pak Antoni yang bisa membaca situasi dari tatapan mata Dimas yang tidak biasa.
Dimas yang mengetahui kedatangan kedua bawahan setianya segera berbalik arah dan melihat keduanya dengan tatapan mata yang sangat serius.
“Kami siap melaksanaka tugas apapun, Tuan Muda!” jawab Edo dan Pak Antoni secara bersamaan dengan nada serius dan sorot mata yang penuh dengan keyakinan dengan keringat yang mengalir ke dahi dan pipi keduanya.
“Aku ingin Pak Antoni pergi ke Ruang CCTV dan bawalah beberapa orang Bodyguard untuk berjaga didalam dan diluar pintu. Ingat harus Bodyguard yang sangat dipercaya!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang serius sambil melihat ke arah Pak Antoni yang hanya diam mendengarkan perintah Dimas.
“Cari dengan teliti di setiap sudut CCTV apakah ada orang yang mencurigakan berada di sekitar Hotel ataupun di dalam Hotel. Jangan sampai ada yang terlewat sedikit saja dan jika ada kamera CCTV yang tidak menyala segera laporkan kepada Edo.” Ucap Dimas sambil menunjuk ke arah Edo yang sedang berdiri di samping Pak Antoni dengan ekspresi wajah yang serius dan gugup disaat bersamaan.
“Edo!” panggil Dimas saat melihat Edo yang tiba-tiba kehilangan fokusnya.
“Ya-ya, Tuan Muda!” ucap Edo yang terbata-bata karena terkejut ketahuan tidak mendengarkan dengan baik.
“Kau harus fokus karena rencana ini tergantung padamu!” ucap Dimas dengan sorot mata yang menunjukkan kepercayaan penuh kepada Edo.
“Saya mengerti Tuan Muda! Maafkan saya!” ucap Edo yang malu karena ditegor oleh Dimas meskipun begitu dirinya merasa senang karena Dimas membuatnya dalam posisi yang sangat penting.
__ADS_1
“Kau bawa semua orang-orang kepercayaanmu kemari secepat mungkin dan jangan sampai ketahuan oleh Pamanku dan Keluarganya. Bergeraklah dalam diam!” ucap Dimas yang memberikan peringatan ketat kepada Edo agar tidak melakukan kesalahan.
“Aku mengerti Tuan Muda, tapi kenapa dengan Pak Bambang dan keluarganya?” tanya Edo yang tiba-tiba menjadi bodoh.
Dimas yang menyadari jika Edo masih belum menyadari situasi yang sangat gawat akan terjadi jika mereka tidak berhasil menghancurkan orang-orang yang dibayar oleh Heru dan Pak Bambang mungkin saat kejadian orang-orang terdekatnya yang harus mengalami luka dan kehilangan Arabella dapat terjadi kembali.
“Karena aku memiliki perasaan jika tatapan mata Paman dan Heru sangatlah berbeda selama Acara belum dimulai. Aku curiga jika keduanya sedang merencanakan hal yang sangat buruk mengingat mereka tidak melakukan apapun sejauh ini!” ucap Dimas yang sambil berjalan perlahan ke arah Edo dengan nada bicara yang penuh dengan penekanan.
“Tap! Tap! Tap!”
“Kau harus menghancurkan rencana Paman dan Heru hingga benar-benar hancur dan jangan sisakan apapun. Aku akan mengurus sisanya!” ucap Dimas yang langsung menjanjikan perlindungan kepada Edo yang sedang berdiam
diri dengan sorot mata yang terus meliha ke arah Dimas.
“Kalian harus bekerjasama untuk menemukan apa yang sedang mereka laksanakan dan jangan lupa jangan biarkan diri kalian terluka dan begitu pula dengan Arabella karena yang harus terluka dan hancur bukanlah kita tapi mereka!” ucap Dimas sambil berdiri di tengah antara Edo dan Pak Antoni sambil menepuk-nepuk pundak keduanya secara bersamaan dengan senyum cerah seolah sedang mentransfer semangat yang membara kepada keduanya.
“Puk! Puk! Puk!”
“Jangan khawatir Tuan Muda kami pastikan jika rencana Pak Bambang dan Tuan Muda Heru tidak akan pernah berhasil!” ucap Edo dengan tatapan mata yang tajam dan ingin mengeluarkan Aura membunuh tapi tidak bisa.
“Kalau begitu aku serahkan tugas penting ini kepada kalian berdua!” ucap Dimas dengan nada dan sikap yang menunjukkan keteguhan dan kepercayaan hati.
Dimas yang telah mengatakan apa yang ingin dikatakannya segera pergi meninggalkan Ruang Rahasia itu sambil berjalan keluar dengan santai menuju ke arah Acara yang telah dimulai.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
Terima kasih
__ADS_1