CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 185. Syarat dari Heru


__ADS_3

Arabella yang melihat kedatangan Edo pun menjadi sangat terkejut dan memasang wajah panik dan bingung di saat bersamaan.


Edo yang menyadari ada yang salah pada Arabella pun duduk di samping Arabella dan bertanya dengan nada suara yang lembut karena mengetahui dari Pak Antoni jika Arabella telah mengetahui semuanya.


“Nona, saya tau anda pasti sangat cemas dengan keadaan Tuan Muda tapi anda tidak perlu khawatir Tuan Muda pasti akan segera bebas. Kami telah melakukan berbagai cara untkuk membuat Tuan Muda keluar lebih cepat!” ucap Edo yang mencoba menenangkan Arabella yang terlihat sangat pucat.


Arabella yang mendengar perkataan Edo pun tersenyum karena merasa jika banyak orang-orang yang mengkhawatirkan dirinya.


“Terima kasih, Pak Edo. Tapi...” ucap Arabella yang berhenti bicara dan menundukkan kepalanya sambil menggenggam handphonenya dengan sangat erat.


“Tapi apa Nona?” tanya Edo dengan ekspresi wajah yang bingung karena tidak mengerti maksud perkataan Arabella.


Arabella yang menyadari jika dirinya ingin membantu Dimas dan tidak membuat masalah lain lagi untuk Dimas dirinya harus berkata jujur. Oleh karena itu, Arabella pun memutuskan untuk mengatakan semuanya kepada Edo.


“Pak Edo, aku tau siapa orang yang menjadi dalang penjebakan Dimas.” Ucap Arabella dengan keyakinan penuh sambil menatap mata Edo dengan tajam.


“Siapa? Siapa orangnya, Nona? Apakah Nona menemukan petunjuk?” tanya Edo dengan ekspresi wajah yang penasaran dan antusias yang tinggi serta nada suara yang terburu-buru.


“Orang itu adalah Heru!” ucap Arabella setelah menarik nafas panjang lalu menatap mata Edo dengan percaya diri.


Edo yang mendengar perkataan Arabella pun mengerutkan dahinya dan tidak terkejut sama sekali seperti telah memprediksi kemungkinan itu.


Arabella yang melihat respon Edo pun menggigit bibir bawahnya dan melanjutkan ceritanya hingga selesai.


“Heru meminta bertemu denganku di Hotel XX pukul 8 malam ini jika aku ingin Dimas bebas dari tuduhan!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang menunggu jawaban.


“Lalu apa rencana Nona? Apakah Nona akan menyetujui permintaan bertemu Tuan Muda Heru?” tanya Edo dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Aku tidak tau tapi... aku sangat ingin menyelamatkan Dimas tapi aku khawatir jika Heru tidak akan menepati perkataannya!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap Edo.


Edo yang mendengarkan perkataan Arabella pun memikirkan semuanya secara keseluruhan dan akhirnya mengambil satu kesimpulan.


“Jika Nona telah memutuskan untuk menemui Tuan Muda Heru. Saya tidak bisa menghalangi Nona tapi saya harap Nona dapat lebih waspada nanti dan saya akan mengirim orang secara diam-diam untuk menjaga Nona!” ucap Heru dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


Arabella yang mendengarnya pun menganggukkan kepala dengan keyakinan penuh. Arabella dan Edo yang tidak memiliki banyak waktu lagi pun mempersiapkan pertemuan itu dengan sebaik-baiknya.

__ADS_1


Arabella yang akan pergi menemui Heru pun memutuskan untuk tetap tinggal di Kediaman Dimas dan memanggil Ria untuk membantunya berhias.


Arabella yang telah siap pun berdiri di hadapan Pak Antoni dan Dimas sementara Ria segera meninggalkan ruangan dan memberikan waktu untuk ketiganya berbicara.


“Nona jangan khawatir karena Nona tidak akan sendirian. Kami telah menetapkan beberapa orang di Hotel XX untuk melindungi Nona.” Ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


“Nona, anda harus menyimpan ini. Di dalam sini ada beberapa benda yang akan membantu Nona saat Nona dalam bahaya.” Ucap Pak Antoni sambil menyerahkan sesuatu seperti bedak dan lipstik.


Arabella yang mengambil dua benda itu pun membukanya dan menemukan dua buah kapsul di dalam bedak dan juga sebuah stik dengan tombol di bawahnya.


“Kapsul berwarna merah adalah obat tidur dan kapsul berwarna biru adalah obat diare lalu lipstik itu adalah alat kejut listrik jika Nona menekan tombol yang ada di bawah lipstik.” Ucap Edo yang menjelaskan kegunaan dari dua benda yang diberikan oleh Pak Antoni.


Arabella yang mengerti maksud dari Pak Antoni dan Edo pun menganggukkan kepada dengan tekad yang kuat.


“Jangan khawatir. Aku tidak akan mempercayai apapun perkataan Heru dan aku pasti akan menemukan bukti untuk membebaskan Dimas lalu membuat Heru masuk ke dalam Penjara menggantikan Dimas!” ucap Arabella dengan tatapan mata yang tajam.


Edo yang melihat Arabella pergi menemui Heru pun langsung berkomunikasi dengan orang-orangnya untuk segera bersiap.


Arabella yang telah sampai di Hotel XX pun berjalan menuju Loby Hotel dengan gaun berwarna navy dengan hiasan kalung yang sederhana lalu tiba-tiba ada seseorang yang datang.


“Ya!” jawab Arabella dengan dengan singkat sambil menganggukkan kepala.


“Silahkan ikuti saya. Tuan Muda Heru telah menunggu anda.” Ucap Pelayan itu dengan senyum yang ramah sambil memberikan jalan kepada Arabella untuk mengikutinya.


Arabella yang mengerti pun berjalan mengikuti Pelayan tersebut dari belakang dengan langkah kaki yang anggun.


Arabella yang menaiki lift menuju lantai teratas pun terus menatap pelayan yang ada di depannya dan tidak menurunkan kewaspadaannya sedikitpun.


Lalu saat lift itu berdentang, Arabella pun sampai di tempat tujuan dan Arabella melihat Heru sedang berdiri dengan setelan jas dan hiasan pesta makan malam dengan lampu warna-warni di atasnya serta alunan musik dari orang yang sedang memainkan piano.


Arabella yang melihat hal itu tidak merasa tersentuh ataupun bahagia justru tatapan amarah dan kebencian mengerubungi seluruh hati Arabella.


“Apa maksud semua ini? Apakah dia ingin aku menikmati makan malam yang romantis saat Dimas sedang mendekam di dalam Penjara yang aku bahkan tak tau makanan apa yang diberikan oleh Sipir Tahanan itu kepada Dimas!” ucap Arabella dalam hati dengan tangan terkepal erat.


Arabella yang tidak ingin menghancurkan rencana untuk membebaskan Dimas pun menarik nafas panjang lalu melangkah maju berdiri di hadapan Heru.

__ADS_1


Heru yang mencoba mencium punggung tangan Arabella langsung mendapatkan penolakan tapi hal itu tidak membuat Heru marah tapi justru semakin bersemangat.


“Silahkan duduk! Aku telah menyiapkan menu makanan yang spesial untukmu malam ini. Aku harap makanan ini sesuai dengan selesamu!” ucap Heru dengan senyum yang lembut.


“Aku datang kemari bukan untuk makan jadi katakan padaku bagaimana cara agar aku bisa menyelamatkan Dimas!” ucap Arabella secara langsung karena tidak ingin berada satu meja makan dengan Heru.


“Bersabarlah. Aku akan mengatakannya setelah kita menghabiskan makan malam karena aku telah menuangkan banyak sekali usaha untuk menyiapkan semuanya!” ucap Heru dengan senyum yang lembut tapi tatapan mata berubah menjadi sangat tajam.


Arabella yang tidak ingin memprovokasi Heru pun mengikuti kemauan Heru hingga akhirnya dirinya harus memaksakan Daging Steak itu masuk ke dalam mulutnya suap demi suap.


Arabella yang merasa tidak sanggup lagi pun meminum segelas anggur lalu membersihkannya mulutnya dengan sapu tangan yang telah disediakan.


Heru yang sangat senang karena Arabella telah menghabiskan semuanya pun mengajak Arabella untuk berdansa dengannya di bawah sinar bulan.


“Maukah kau bedansa denganku?” tanya Heru dengan senyum yang lembut sambil membungkukkan tubuhnya lalu mengulurkan tangannya ke hadapan Arabella.


Arabella yang tidak tahan lagi pun menepis uluran tangan Heru dan berdiri sambil memukul meja yang ada di dekatnya.


“Hentikan semua ini! Aku tidak punya waktu dengan semua omong kosongmu. Jika kau tidak bisa melakukan apapun maka aku akan pergi dari sini!” ucap Arabella yang langsung mengambil tasnya dan beranjak pergi.


Heru yang melihat Arabella yang tempramental seperti melihat seekor kucing liar yang sangat menggemaskan.


“Jangan cepat membuat keputusan. Aku benar-benar memiliki bukti untuk menyelamatkan Tunangan tercintamu itu!” ucap Heru dengan tawa kecil yang membuat Arabella berhenti berjalan dan berbalik arah.


“Di dalam flashdisk ini ada rekaman CCTV yang menunjukkan Dimas tidak bersalah dan tidak mengetahui apapun.” Ucap Heru sambil menunjukkan sebuah flasdisk kecil berwarna hitam.


“Apa bayaran untuk memiliki bukti itu?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah serius dan nada suara yang dingin sambil menatap tajam ke arah Heru.


“Batalkan pertunanganmu dengan Dimas tapi bukan hanya sekedar omongan karena aku ingin kau melakukan Konferensi Pers dihadapan semua wartawan. Semakin cepat kau melakukan itu semakin cepat Dimas keluar dari dalam Penjara!” ucap Heru dengan senyum yang jahat.


Arabella yang mendengar syarat yang ditunjukkan oleh Heru pun menjadi sangat terkejut dan menatap Heru dengan mata yang terbuka lebar.


#Bersambung#


Apa keputusan Arabella? Apakah Arabella akan setuju dengan permintaan Heru? Apakah Arabella berhasil mendapatkan bukti jika Dimas tidak bersalah? Tunggu jawabannya di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2