
Heru yang telah mengetahui identitas Putri dari orang yang telah ditabraknya berencana membayar kesalahannya dengan membuat Putrinya bahagia dan hidup berkecukupan dan tidak kekurangan apapun.
Heru yang tau tidak bisa datang begitu saja dan mengajak berkenalan lalu berteman kemudian menjadi dekat pun bertanya pada Asistennya untuk caranya.
"Apa kau punya cara agar aku bisa mendekati wanita ini tanpa membuatnya curiga?" tanya Heru.
"Bagaimana kalau Tuan Muda membuat sebuah kejadian dimana wanita itu berhutang budi pada anda?" ucap Mike.
"Itu ide yang bagus. Bagaimana caranya?" tanya Heru bingung.
"Tuan Muda bisa berpura-pura menjadi pahlawan saat wanita itu sedang dirampok di jalan. Tuan Muda bisa membawa Perampok itu ke penjara." ucap Mike.
"Itu ide yang bagus tapi dimana aku bisa menemukan orang yang mau menjad perampok dan melakukan semua skenario yang kau katakan itu." ucap Heru.
"Tuan Muda tidak perlu khawatir. Semuanya biarkan saja aku yang mengurusnya. Tuan Muda hanya tinggal menunggu aba-aba dari saya." ucap Mike percaya diri.
"Baiklah. Aku percayakan semuanya padamu." ucap Heru.
Setelah mengatakan itu, Mike pun keluar dari kamar Heru dan bergegas melakukan tugasnya mencari orang yang dapat bekerjasama.
Heru yang sendiri pun memikirkan Arabella yang tanpa disadari oleh Heru telah mendapatkan satu tempat kecil dihatinya.
Heru yang sedang melamunkan Arabella merasa jengah kepada Clara yang terus menghubunginya tanpa henti. Heru yang penasaran dengan apa yang terjadi pun akhirnya mengangkat telepon Clara.
"Ada apa?" tanya Heru ketus.
"Akhirnya kau mengangkat teleponku juga sayang." ucap Clara.
"Maaf. Aku ada beberapa masalah makanya tidak mengangkat teleponmu. Sekarang katakan ada apa?" tanya Heru.
"Aku tidak bisa mengatakannya lewat telepon. Bisakah kita bertemu?" tanya Clara.
"Baiklah. Kita bertemu di Cafe biasa." ucap Heru.
__ADS_1
Setelah berjanji akan datang menemui Clara. Heru pun menutup teleponnya. Sementara Clara yang berencana pergi ke Club memutar arah laju mobilnya ke Cafe biasa dirinya bertemu dengan Heru.
Clara yang datang terlebih dahulu di Cafe tersebut datang memakai masker, topi serta kacamata agar identitasnya tidak diketahui siapapun. Clara pergi ke ruang pribadi yang ada di Cafe itu.
Setelah sampai di Ruang Pribadi, Clara pun membuka masker, topi serta kacamatanya. Clara tidak perlu merasa khawatir identitasnya ketahuan jika berada di Ruang Pribadi karena pelayan yang bekerja melayani tamu di Ruang Pribadi bisa dipercaya dan tidak akan membocorkan identitas tamunya meskipun disogok orang lain.
Setelah setengah jam berlalu, akhirnya Heru pun sampai di Cafe tersebut. Heru pun masuk ke Ruang Pribadi yang telah dipesan khusus oleh Clara.
Ketika Heru masuk dan menutup pintu, Clara langsung berlari dan memeluk Heru kemudian menangis. Heru yang bingung apa yang terjadi pun bertanya pada Clara. Clara yang tidak berniat berbohong pun menceritakan semuanya pada Heru.
"Dimas telah mengetahui hubungan kita dan Dia telah memutuskan hubungan denganku. Tidak hanya itu, Dimas bahkan memutus kontrak sponsorku untuk menjadi Model di Paris." ucap Clara sambil menangis.
Heru yang mendengar penjelasan dari Clara menjadi terkejut dan tidak menyangka jika hubungannya dengan Clara ketahuan dan itu artinya rencananya untuk membuat Dimas hancur karena putus cinta telah gagal.
Heru pun menjadi marah dan kesal lalu mendorong Clara menjauh dari pelukannya. Clara yang tidak menyangka mendapatkan perlakuan buruk dari Heru menjadi terkejut dan refleks berteriak kesakitan.
"Auuhh..." teriak Clara.
Clara yang berencana protes dan marah dengan perlakuan Heru padanya ternyata tidak mendapatkan kesempatan itu. Heru ternyata langsung memarahinya dan menyalahkannya atas semua yang telah terjadi.
"Aku juga tidak tau. Aku sudah berusaha agar tidak ketahuan." ucap Clara membela dirinya.
"Tidak mungkin. Jika kau telah berusaha menjaga rahasia ini, bagaimana mungkin Dimas bisa mengetahuinya? Apa jangan-jangan kau sengaja memberitaunya?" tebak Heru.
"Aku tidak mungkin melakukan hal seceroboh itu. Aku bukanlah wanita yang bodoh yang akan mengakui semua kejahatanku pada musuhku." teriak Clara.
"Itu mungkin saja terjadi. Bukankah kau pernah mengancamku untuk mengatakan semuanya pada Dimas?" ucap Heru.
Clara yang ingat jika dirinya pernah mengancam Heru untuk membongkar semua kebohongannya tapi itu hanyalah sebuah ucapan saat sedang marah. Clara yang masih memiliki akal sehat tidak akan mungkin mengatakan itu kepada Dimas tapi Heru yang tidak percaya pun menyalahkan Clara untuk semua yang terjadi.
Clara yang merasa disudutkan pun menangis. Clara tidak menyangka jika Heru akan menyalahkannya dan tidak menghiburnya sedikit pun bahkan Heru dengan tega membiarkan Clara merasakan akibatnya sendiri dan tidak bersedia untuk membantu menyelesaikan masalah sponsor yang dihadapinya.
Heru yang merasa jika Clara sudah tidak berguna lagi untuknya pun pergi dari Ruang Pribadi itu dan meninggalkan Clara sendiri. Heru pun melajukan mobilnya pergi dari Cafe itu.
__ADS_1
Clara yang ditinggal sendiri pun menangis tersedu-sedu sendirian. Di saat bersamaan, Alea yang merupakan Manager Clara pun mencoba mengubungi Clara karena khawatir jika Clara akan melakukan hal bodoh dan ceroboh di saat dirinya sedang kacau dan galau.
Clara yang memang membutuhkan seseorang untuk diajak bicara pun mengangkat telepon dari Alea dan memintanya untuk datang menyusulnya ke Cafe. Alea yang mendengar suara bergetar seolah sedang menangis pun bergegas pergi ke Cafe yang dimaksud dan mengunci kembali Apartemen Clara.
Dalam waktu 15 menit akhirnya Alea pun sampai di Cafe yang dimaksud Clara. Alea yang tidak tau dimana Clara berada pun menelpon Clara dan bertanya karena Alea tidak bisa bertanya keberadaan Clara kepada pelayan yang ada di Cafe itu.
Setelah mengetahui posisi keberadaan Clara, Alea pun turun dari mobilnya dan menemui Clara. Alea yang baru masuk ke dalam Ruang Pribadi yang disewa Clara sangat terkejut melihat tempat itu sudah sangat berantakan dan penuh dengan tisu yang berserakan.
"Clara, ada apa ini? Kenapa banyak sekali tisu disini? Lalu kenapa kau menangis disini?" tanya Alea beruntun.
"Kau ini cerewet sekali. Apa kau tidak tau aku ini sedang menagis dan bersedih? Apa kau tidak bisa tidak banyak tanya dan memarahiku hari ini saja?" pinta Clara.
"Baik baik baiklah tapi aku butuh penjelasan dengan semua keadaan yang sangat kacau ini." ucap Alea mengangkat tangannya.
Sebelum mendengar cerita lengkap dari Clara, Alea memanggip pelayan masuk untuk membersihkan ruangan itu lebih dulu lalu memesan beberapa makanan ringan serta minuman dingin untuk menenangkan diri.
Setelah semua selesai, Alea pun meminta Clara untuk cerita. Clara pun menceritakan semua perlakuan Heru dan tanggapannya terhadap semua yang terjadi padanya. Alea yang mendengarnya menjadi marah dan kesal sehingga banyak sekali kata-kata tidak sopan keluar dari mulutnya.
"Dasar pria tidak tau malu. Beraninya dia memperlakukanmu seperti ini. Dia meninggalkanmu begitu saja saat kau sedang kesulitan padahal selama ini kau selalu menuruti dan mengikuti semua yang diminta olehnya." ucap Alea.
Alea yang marah pun mengambil Handphone milik Clara dan menghapus serta memblokir semua nomor milik Heru. Alea tidak ingin lagi Clara berhubungan dengan Heru yang dimatanya hanya Pria yang tidak bertanggungjawab.
Alea pun menemani Clara di Cafe itu sampai emosi dan kesedihan Clara meredah. Alea bahkan memundurkan semua jadwa Clara pada hari itu dan keesokan harinya hanya untuk membuat Clara menjadi lebih baik.
Alea juga berencana membantu Clara mencarikan sponsor baru lalu menambah beberapa pekerjaan untuk Clara. Alea ingin membuat Clara menjadi sibuk lalu melupakan kesedihannya yang ditinggalkan oleh dua orang pria di hari yang sama.
Sementara itu, Heru yang telah mendapatkan aba-aba dari Mike pun bergegas melakukan sandiwaranya bahkan untuk meyakinkan dan membuat Arabella percaya padanya dan berhutang budi, Heru bahkan sengaja membuat lengannya terluka saat bertarung.
Heru yang merasa telah mendapatkan kepercayaan dari Arabella pun menjadi sangat senang dan mengabari Mike jika semua rencananya berhasil. Mike yang mengerti pun segera ke kantor polisi dan membawa beberapa Pengacara mahal untuk membebaskan Perampok Arabella lalu setelah jauh, Mike pun memberikan sejumlah cek yang dapat dicairkan oleh Para Perampok itu sebagai bayaran atas pekerjaan mereka yang sangat memuaskan.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..
__ADS_1
🥰😍😘😚
Terima kasih**