
Arabella yang penasaran tentang hubungan mereka di masa lalu pun menanyakannya pada Dimas. Dimas yang senang karena berfikir Arabella telah mencoba untuk menerima kenyataan yang bisa dikatakan sangat tidak masuk akal itu. Dimas pun menjelaskan semuanya pada Arabella dengan senang hati.
Dimas pun menceritakan tentang awal pertemuan mereka hingga mereka menikah dan berakhir pada reinkarnasi bersama ke masa depan.
Arabella yang sangat bingung dan tak bisa percaya begitu saja pun hanya bisa diam karena salah satu dari hal yang tidak mungkin itu benar-benar terjadi yaitu Kekuatan menghentikan waktu dan memuntar waktu.
Dimas yang melihat waktu telah semakin larut pun mengantar Arabella kembali ke kamarnya. Arabella pun mengangguk. Tak ada lagi percakapan di antara keduanya tapi pastinya ada banyak sekali hal yang mereka fikirkan dalam waktu yang bersamaan.
Setelah sampai, Arabella pun masuk ke dalam kamarnya sementara Dimas segera berbalik dan kembali ke kamarnya.
Arabella yang telah benar-benar sendirian pun mengunci kamarnya dari dalam dan berbaring di ranjang. Arabella tak bisa berhenti memikirkan apa yang akan terjadi padanya jika Dimas tidak datang dan membantunya.
Arabella sadar jika dirinya membutuhkan Dimas terlepas dari apakah benar semua yang dikatakan Dimas. Arabella pun memutuskan menerima keputusan yang dibuat Dimas untuk mengambil cuti kerja selama beberapa hari dan tetap tinggal di Villa beberapa hari juga bersama Dimas.
Keesokan paginya, Arabella yang telah bersiap-siap dibantu beberapa Pelayan pun pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama Dimas. Setelah sarapan, Arabella mengajak Dimas untuk bicara berdua saja. Dimas pun dengan senang hati menerimanya.
Sarapan pagi itu menjadi hal yang membahagiakan bagi Dimas setelah beberapa hari terlahir kembali akhirnya bisa makan bersama wanita yang dicintainya dan wanita pertama yang dilihat adalah Arabella.
Dimas pun mengajak Arabella pergi ke luar Villa dan pergi menuju pantai. Udara pagi yang hangat karena terkena sinar matahari pagi ditambah deburan angin dan air laut membuat udara menjadi hangat sehingga membuat fikiran menjadi rileks.
Dimas yang telah menyiapkan tempat duduk di pinggir pantai dan lengkap dengan jus lemon dingin serta beberapa kue manis lalu suasana yang tenang dan damai membuat keduanya menjadi betah berlama-lama.
Arabella yang tidak ingin larut dalam suasana pun memulai pembicaraannya. Arabella pun mengatakan apa yang telah difikirkannya semalaman.
"Apa kau sungguh-sungguh akan membantuku membalas orang-orang jahat yang telah membunuh kedua orangtuaku dan menindasku?" tanya Arabella meminta kepastian.
"Tentu saja. Aku tidak akan menarik kembali kata-kataku. Percayalah." ucap Dimas sungguh-sungguh.
"Kalau begitu maka aku mohon bantu aku menyeret Heru dan membuatnya masuk ke dalam Penjara untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya." ucap Arabella.
__ADS_1
"Apa hanya itu yang kau inginkan?" tanya Dimas memastikan.
Arabella pun terdiam mendengarnya. Sebenarnya Arabella ingin Heru merasakan hal yang lebih buruk daripada mendekam lama di dalam Penjara tapi Arabella ragu mengatakannya pada Dimas karena takut Dimas akan meminta sesuatu hal yang lebih besar padanya untuk permintaannya itu.
Dimas yang mengerti keraguan Arabella dan Dimas yang masih sangat tau jika Arabella tidak sepenuhnya percaya padanya. Dimas tau jika saat ini Arabella hanya tidak memiliki pilihan untuk percaya padanya dan bukan berasal dari hatinya.
Dimas pun tidak berkomentar apapun dan hanya diam menerima semua keputusan yang dibuat oleh Arabella. Dimas hanya bisa menghargai apapun yang ingin dilakukan Arabella.
'Aku mencintaimu Arabella dulu, sekarang dan nanti. Meskipun kita akan terpisah oleh jarak bahkan karena waktu, aku akan tetap mencintaimu dan menunggu sampai kau datang. Bagiku bahagiamu adalah yang utama tapi meskipun begitu aku tidak akan pernah melepasmu. Aku akan selalu memperjuangkan cintamu dan menjadikanmu milikku seutuhnya meskipun dengan awal yang membuatmu terbebani tapi percayalah aku tidak akan pernah menyakitimu.' ucap Dimas dalam hati.
Arabella yang melihat Dimas melamun sambil melihatnya membuat Arabella menjadi risih. Arabella pun menjentikkan jarinya berkali-kali untuk menyadarkan Dimas dari lamunannya.
Tak lama kemudian Dimas pun tersadar dan segera meminta maaf. Dimas kemudian menyanggupi permintaan Arabella. Dimas kemudian mengajak Arabella untuk kembali ke Ibukota setelah makan siang untuk menepati perkataannya.
Arabella yang senang dengan sikap Dimas yang tidak suka menunda apapun pun tersenyum lepas yang membuat wajah Dimas memerah dan debaran jantung Dimas pun berlomba dengan suara ombak di pinggir pantai.
'Ayolah. Jangan seperti ini! Bekerjasamalah Jantung!' ucap Dimas dalam hati.
Kepala Pelayan dan beberapa Pelayan lain yang tidak pernah melihat Dimas tersenyum ataupun memasang wajah bahagia menjadi sangat terkejut dan satu buah kalimat terlintas difikiran mereka bersamaan.
'Tuan Muda ternyata masih normal!' fikir semua.
*Tentu saja normal! Dia kan manusia!* Author 😅🤣
Arabella yang telah bersama Dimas selama dua hari ternyata telah merasa akrab dan nyaman. Arabella yang memang adalah gadis yang mudah bergaul pun dapat dengan mudah menyesuaikan situasi dan keadaan.
Arabella pun menarik tangan Dimas dan mengajaknya bermain air di Pantai. Tak ada penolakan dari Dimas, Dimas dengan tangan tebuka menerima permintaan Arabella.
Mereka pun bermain air pantai hingga membuat sebagian baju yang mereka basah. Arabella yang sudah lama tidak bersenang-senang merasa sedikit demi sedikit beban dihatinya pun menghilang. Kesedihan ditinggal kedua orangtuanya secara tiba-tiba perlahan menghilang.
__ADS_1
Satu hal yang disyukuri Arabella sekarang adalah Dimas menemukannya dan memberikan bantuan dan warna baru dalam hidupnya terlepas dari perasaan tulus tidaknya Dimas melakukan itu padanya. Arabella tetap senang dan bersyukur.
Arabella yang bermain air di Pantai hingga membuat baju bagian dalamnya terlihat segera ditutupi oleh Dimas. Dimas segera mengambil jaketnya yang ada di kursi dan meletakkannya di pundak Arabella. Lalu mengajak Arabella kembali ke dalam Villa karena matahari telah semakin terik.
Arabella pun setuju dan masuk Villa diikuti Dimas. Arabella pun bergegas mengganti pakaiannya bersama Pelayan yang disiapkan untuk melayaninya.
Ketika Arabella telah berada di dalam kamarnya. Arabella pun melepaskan jaket yang diletakkan Dimas di pundaknya lalu Arabella pun menyadari alasan Dimas meminjamkan jaketnya.
"I-ini..." ucap Arabella terkejut.
"Ada apa Nona?" tanya Pelayan.
"Ah, tidak ada. Aku mau mandi. Kalian boleh keluar sebentar nanti aku akan memanggil kalian jika membutuhkan sesuatu." perintah Arabella.
"Baiklah. Kalau begitu kami permisi, Nona." ucap Pelayan itu.
Setelah dua pelayan yang bertugas membantunya keluar dan menutup rapat pintu kamar. Arabella pun mengunci kamarnya. Lalu memegang pipinya yang telah memerah karena malu.
"Bagaimana ini? Jadi tadi Pak Dimas melihatku seperti itu. Sungguh memalukan." gumam Arabella.
Arabella pun berjalan ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Arabella yang sedang berendam pun memikirkan tentang perilaku dan tindakan Dimas terhadapnya beberapa hari ini.
"Sepertinya Dimas memang pria yang baik. Buktinya dia tidak pernah mengambil kesempatan padaku. Dia bahkan melindungi dan juga menjaga kehormatanku. Sebaiknya aku bersikap lebih baik padanya mulai dari sekarang." gumam Arabella.
Setelah selesai membersihkan diri, Arabella pun memanggil Pelayan yang bertugas membantunya untuk bersiap makan siang dan kembali ke Ibukota. Arabella telah tidak sabar melihat Heru masuk ke dalam Penjara dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..
__ADS_1
🥰😍😘😚
Terima kasih**