
Alea yang masih terduduk di lantai memasang wajah depresi yang mendalam. Alea tidak menyangka jika rahasia yang selama ini disimpannya ternyata bocor ke tangan Clara, Sang Iblis Betina.
"Bagaimana Clara tau? Apa dia menyelidikiku? Apa sekarang Clara sudah berubah menjadi semakin pintar?" tanya Alea dalam hati dengan keterkejutan yang mendalam dengan ekspresi yang gelap dan sorot mata yang tajam menatap keramik lantai Apartemen.
"Aku tidak menyangka jika Clara menggunakan cara ini untuk menekanku. Ti-tidak! Aku tidak boleh kalah, aku harus bisa mengalahkan Iblis Betina itu. Dia harus merasakan penghinaan yang selama ini aku rasakan." ucap Alea dalam hati dengan mata yang tajam dan tekat yang kuat.
Alea yang tau jika Clara masih memperhatikannya sengaja memasang wajah memelas dan mengalah agar dirinya tidak ketahuan dan rencananya yang ingin melindungi anak-anak yatim piatu itu berjalan sukses.
"A-aku akan membereskan semua ini." ucap Alea yang perlahan bangun dengan wajah tertunduk ke bawah sambil memegang perutnya yang sakit akibat ditendang dengan sangat keras oleh Clara.
Alea yang telah berjalan dan ingin mengambil barang-barang yang jatuh langsung dihentikan oleh Clara dengan nada yang dingin.
"Tap!"
"Berhenti!" teriak Clara dengan nada dingin dan wajah tanpa ekspresi sambil melihat ke arah Alea dengan mata elangnya.
Clara yang membutuhkan Alea untuk tugas yang lain pun memerintahkan Asisten Rumah Tangganya yang terus bersembunyi seperti kura-kura dari awal hingga akhir untuk membereskan semua kekacauan yang telah dibuatnya.
"Kau! Asisten yang tidak tau diri! Apa perlu aku pukul dirimu baru kau mau membereskan semuanya!" ancam Clara dengan nada tinggi sambil memalingkan wajahnya kesamping melihat ke arah Asisten Rumah Tangga yang sedang bersembunyi di balik lemari.
"Ti-tidak Nona. Saya akan bereskan sekarang juga!" ucap Asisten Rumah Tangga itu dengan tergesa-gesa yang langsung bergerak membersihkan semua barang-barang yang telah hancur.
"Lalu, untuk Managerku yang tidak kompeten, apakah kau hanya akan berdiri disana dan tidak melakukan sesuatu untuk menghancurkan kebahagiaan Dimas dan Gadis Kampungan itu!" sindir Clara yang marah kembali setelah melihat Alea yang cenderung pasif.
Alea yang mendengar perkataan Clara segera berlari menemui Clara dengan tergesa-gesa hingga menabrak sofa yang ada di di Clara.
"Bugh!"
"Aduh!"
Clara yang melihat kecerobohan Alea hanya mengkerutkan dahinya dan menggeleng-gelengkan kepala beberapa kali.
"Hah!" helaan nafas.
Sementara itu, Alea yang tidak ingin melihat Clara menjadi marah lagi segera bangun dan berdiri di sampingnya.
Alea yang tidak tau apa yang diinginkan Clara hanya bisa diam menunggu Clara bicara dengan wajah cemas dan keringat yang mengalir di dahi dan pipinya.
"Hah, aku harus bisa bertahan. Paling tidak sampai aku bisa membuat Clara tidak bisa lagi mengancamku dengan anak-anak yatim itu!" ucap Alea dalam hati dengan posisi berdiri dengan patuh sambil melihat ke arah Clara dengan mata yang sayup.
__ADS_1
Clara yang tidak ingin Arabella bahagia bersama Dimas mencoba menyebarkan kembali berita tentang hubungan tidak biasa antara ketiganya namun Alea yang tidak ingin Clara menghancurkan dirinya mencoba menghentikan Clara.
"Hubungi wartawan! Kirimkan berita tentang Gadis Kampung itu telah menggoda Dimas hingga Dimas mencampakkanku dan memilihnya." ucap Clara dengan sorot mata yang tajam sambil melihat ke arah Alea dengan ekspresi kesal.
"Ah! A-apa? Hmm, apa tidak kita hentikan saja semuanya sampai disini saja?" tanya Alea dengan terbata-bata dengan ekspresi terkejut dan khawatir disaat yang bersamaan.
"Apa maksudmu? Kau ingin aku menghentikannya! Tidak akan! Aku harus membalas Gadis kampung itu! Beraninya dia merebut menggoda Dimas!" teriak Clara yang marah dan langsung berdiri menunjuk ke wajah Alea dengan mata melotot.
"A-aku hanya tidak ingin jika nantinya akan berakibat fatal untuk karirmu!" ucap Clara dengan terbata-bata dengan ekspresi takut dengan mata yang senduh.
"Hah! Jangan sok peduli! Jangan mengaturku. Aku atau kau bos disini?" tanya Clara dengan wajah yang kesal dengan dua tangan diletakkan bersilang di dada sambil memalingkan wajah sesaat.
"Kau hanya perlu menurut apa yang aku katakan. Apa kau mengerti?" teriak Clara dengan penekatan kata di beberapa kata sambil melirik ke arah Alea dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
"Aku mengerti." ucap Alea dengan lemah dan tanpa semangat sambil menundukkan kepalanya seperti seekor hewan yang terikat dan siap dikorbankan.
Clara yang senang dengan jawaban Alea pun segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Alea yang tidak melihat siluet Clara langsung memasang wajah yang berbalik 180 derajat dengan tawa jahat yang tidak mengeluarkan suara.
"Hahaha... Aku kira Clara sudah berubah menjadi orang yang pintar ternyata masih sama seperti dulu..." ucap Alea dalam hati dengan senyum sinis di wajahnya.
Alea yang merasa sangat haus setelah menahan diri menghadapi Clara pun pergi ke dapur mengambil minum dan melihat Asisten Rumah Tangga yang sedang membersihkan pakaian-pakaian yang telah diberantakkan oleh Clara.
"Tang!"
"Srak!"
"Sruk!"
Alea yang kesal dengan Asisten Rumah Tangga yang hanya ingin menyelamatkan dirinya sendiri meskipun Alea tau jika itu adalah naluri manusia tapi tetap saja itu membuat Alea marah.
Alea pun berjalan mengambil segelas air dan mengabaikan panggilan Asisten Rumah Tangga lalu berjalan pergi menuju balkon.
"Klang!"
"Syur!"
"Tap! Tap! Tap!"
__ADS_1
"Jika kau ingin hancur maka aku akan membantumu dan tak perlu membayarku!" ucap Alea dengan suara rendah dengan senyum sinis sambil memegang segelas air dan memegang handphone di tangan lainnya.
Alea yang sangat mengetahui tentang apa yang harus dilakukannya langsung menghubungi wartawan yang menurutnya sangat cocok untuk membuat berita tentang skandal perselingkuhan Arabella dan Dimas dibelakang Clara.
"Halo! aku punya berita heboh untukmu." ucap Alea dengan senyum sinis sambil melihat ke langit.
"Berita apa, Mbak Lea?" ucap seorang wartawan yang ada dibalik telepon dengan wajah penuh rasa penasaran.
"Aku akan mengirimkan foto-fotonya dan terserah kalian bagaimana mengelola beritanya." ucap Alea dengan
Jari-jari Alea pun dengan cepat bergerak di atas layar handphonenya dan mengirimkan beberapa foto pertengkaran Clara dan Arabella di dalam sebuah Cafe dan foto tentang kebersamaan Arabella dan Dimas sebelum pertengkaran itu terjadi bahkan Alea mengirimkan foto tentang Arabella yang tinggal di Kediaman Arthama Jaya disaat hubungan Clara dan Dimas sedang renggang untuk menggoda Dimas.
Alea yang tidak ingin berita itu hanya disampaikan kepada satu wartawan, Alea pun mengirimkannya ke beberapa wartawan dan akun gosip.
Namun tidak disangka, Alea yang berfikir jika semua rencananya untuk menghancurkan reputasi Arabella akan dapat berjalan dengan lancar tapi ternyata ada beberapa akun gosip yang tidak ingin ikut campur dalam masalah dalam Keluarga Arthama Jaya.
Alea pun memilih memberikan uang kepada semua wartawan dan beberapa akun gosip yang bersedia mengangkat berita cinta segitiga antara Dimas, Arabella dan Clara hingga akhirnya berita itu pun tersebar disemua media dengan cepat.
Dalam waktu singkat berita tentang hubungan perselingkuhan Arabella dan Dimas pun menyebar. Masyarakat yang tidak berani menyalahkan Pewaris Perusahaan Arthama Jaya Group memilih menghina dan memaki Arabella.
Reputasi Arabella yang telah membaik karena Dimas pernah mengeluarkan foto tentang perselingkuhan Clara dan seorang pria ternyata tidak bertahan lama.
Clara yang telah selesai mandi pun langsung membuka handphonenya dan melihat perkembangan tugas yang diberikannya pada Alea namun tak disangka hasil kerja Alea sangat memuaskan sehingga membuat Clara sangat senang karena telah berhasil menghancurkan reputasi Arabella.
Clara yang sangat ingin membuat Arabella tidak akan bisa hidup tenang dengan penuh antusias membuat status di Aplikasi Intagler untuk membuat suasana menjadi semakin panas.
Clara yang sengaja membuat status ambigu setelah berita tentang Cinta Segitiga dirinya, Dimas dan Arabella menjadi panas membuat wartawan dan semua akun gosip mengangkat berita dirinya menjadi tranding.
****Zaman sekarang pelakor mainnya lebih cantik sampai yang sah harus mengaku kalah****
Reputasi Arabella pun hancur seketika, semua orang baik muda ataupun tua menghina dan mencaci Arabella melalui sosial media ataupun secara langsung di tempat umum bersama teman atau keluarganya secara terang-terangan.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
Terima kasih
__ADS_1