
Setelah makan siang, Dimas dan Arabella pun kembali ke Ibukota untuk menjalankan rencana mereka untuk memenjarakan Heru.
Dimas yang ingin Arabella tinggal di Kediamannya demi keselamatan Arabella tidak bisa melakukan apapun karena Arabella menolaknya dengan alasan mereka tidak memiliki hubungan apapun sehingga tidak baik bagi seorang wanita yang belum menikah tinggal di rumah pria lajang.
Dimas bisa saja meminta persetujuan Arabella untuk menikahinya tapi Dimas yakin jika dirinya bergerak terlalu cepat dan bahkan mengatakan itu Arabella tidak hanya akan menolaknya tapi pastinya juga akan menjauhinya jadi Dimas memilih untuk bermain santai tapi gesit.
Arabella yang tidak ingin diantar pulang memilih kembali ke kantor polisi dan meminta kembali bukti yang diserahkannya kepada Polisi saat itu dan menanyakan bagaimana kasus yang telah pernah diajukannya.
Arabella yang telah berada di dalam Kantor Polisi sangat terkejut saat mengetahui bahwa laporan yang dibuatnya pada saat itu ternyata tidak ada dan bukti tentang Heru yang telah melakukan tabrak lari juga hilang.
Arabella sangat yakin jika Bu Selena dan Heru telah menyuap Polisi dan menghapus semua hal yang berhubungan dengan kejadian itu.
Arabella yang juga penasaran dengan kasus Pembegalan yang terjadi padanya saat pertama kali bertemu Heru pun mencoba mencari tau. Arabella tidak menyangka jika ternyata Pelaku ternyata telah dibebaskan satu jam setelah dirinya pergi dari Kantor Polisi.
Pelaku Pembegalan ternyata dibebaskan oleh seorang Pengacara dengan uang jaminan yang sangat besar. Arabella pun mencatat nama Pengacara yang membela Pelaku dan membebaskannya.
Arabella yang merasa tidak ada keperluan lagi pun keluar dari Kantor Polisi dan pergi menuju ke mobil Dimas. Arabella pun masuk dan duduk terdiam dengan wajah tertunduk di samping Dimas.
Dimas yang telah mengetahui semuanya hanya diam dan tidak berkomentar. Dimas pun melajukan mobilnya pergi dari sana. Dimas yang tidak tau arah tujuannya pun melajukan mobilnya ke sebuah restoran yang terkenal dengan makanan manisnya yang sangat enak.
Arabella yang duduk diam terus memikirkan semuanya lalu Arabella pun tersadar dan mulai berfikir bahwa dirinya harus melakukan sesuatu. Arabella pun mengambil ponselnya dan mencari nama Pengacara yang membebaskan Pelaku Pembegalannya dan ternyata Pengacara tersebut memiliki hubungan yang erat dengan Keluarga Heru yang membuat Arabella semakin yakin jika Heru adalah dalang dari semuanya.
Arabella yang menyadari jika mobil yang membawanya pergi telah berhenti pun melihat ke arah Dimas. Dimas yang hanya tersenyum membuat Arabella meliht kesekeliling dan ikut turun dari mobil mengikuti Dimas.
"Dimana kita? Kenapa kita kesini?" tanya Arabella bingung.
"Kita di Kafe Awan. Aku memang tau alamat rumahmu dari informasi yang telah aku kumpulkan tapi melihat ekspresimu setelah keluar dari Kantor Polisi membutku tidak tenang meninggalkanmu sendirian di rumahmu. Jadi aku membawamu kemari untuk makan dessert yang enak untuk membuat perasaanmu lebih baik lalu mengantarmu pulang. Jadi ayo masuk." ajak Dimas sambil tersenyum dan berjalan di depan Arabella.
'Pria ini kenapa sepertinya sangat mengenalku. Aku tau jika dia telah mencari informasi tentangku tapi bagaimana mungkin dia juga bisa tau apa yang aku inginkan dan aku rasakan saat ini.' fikir Arabella.
__ADS_1
Arabella dan Dimas pun masuk ke dalam Cafe. Dimas yang telah memesan tempat yang indah dan juga dessert yang paling enak yang ada di Cafe segera pergi ke tempat yang telah dipesannya.
Arabella yang berfikir jika mereka akan makan dessert seperti biasa tidak menyangka jika dirinya akan pergi ke tempat yang sangat indah dan memakan dessert yang sangat enak yang seketika dapat membuat perasaannya lebih baik.
Setelah selesai menyantap beberapa dessert, Arabella pun menanyakan beberapa hal kepada Dimas dan meminta sesuatu yang membuat Dimas terfikirkan hal yang dapat mengikat Arabella selamanya.
"Kau pasti sudah tau apa yang terjadi di Kantor Polisi kan?" tanya Arabella.
"Iya, aku sudah mengetahui semuanya." ucap Dimas santai.
"Kenapa tidak kau katakan padaku lebih awal?" tanya Arabella.
"Aku ingin mengatakannya tapi akan lebih baik jika kau mengetahuinya langsung dan belajar untuk menerima kenyataan bahwa musuhmu tidak sesederhana yang kau bayangkan." ucap Dimas.
"....." Arabella diam.
"Orang-orang yang ingin kau hukum itu memiliki kekuasaan dan juga uang yang banyak sehingga jika kau tidak memiliki hal yang sama dengan mereka akan sangat sulit menghukum mereka." ucap Dimas.
Dimas yang mendengar perkataan Arabella hanya menggelengkan kepala. Dimas tau jika yang dilakukan Arabella hanya akan menjadi senjata makan tuan untuk dirinya sendiri karenanya Dimas pun memberikan satu pertanyaan yang membuat Arabella semakin buruk.
"Baiklah jika menurutmu itu memang bisa dilakukan. Aku punya satu pertanyaan. Bagaimana saat kematian orangtuanmu? Apakah media meliput dan membuat berita tentang korban tabrak lari? Tidak! Itu semua karena Bu Selena telah menyuap media dan juga Polisi untuk menutupi kasus ini sebenarnya." ucap Dimas.
Arabella pun terdiam dan menundukkan kepalanya. Arabella akhirnya menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa membuat Heru dan Bu Selena masuk ke dalam Penjara dan merasakan akibat dari perbuatan mereka begitu saja karena kekuatan, kekuasaan dan uang yang mereka punya sehingga dapat melakukan apapun dengan mudah.
"Apakah tidak ada cara untuk membuat mereka mendapatkan balasannya?" tanya Arabella pasrah.
"Ada." jawab Dimas tegas.
"Apa?" tanya Arabella bingung.
__ADS_1
"Kau harus memiliki kekuatan yang sama besarnya dengan mereka atau bilaperlu melebihi yang mereka miliki barulah kau bisa menekan mereka." jawab Dimas.
"A-aku... Aku hanyalah gadis biasa yang hanya memiliki sebuah rumah peninggalan kedua orangtuaku. Aku pun harus berhemat dari uang gajiku setiap bulannya hanya untuk memenuhi kebutuhanku. Bagaimana aku bisa memiliki kekuatan yang sama atau mungkin lebih besar dari Heru dan Ibunya?" ucap Arabella sedih dan bingung.
Dimas yang mendengarnya ingin sekali membantu Arabella dengan memberikannya kuasa terhadap semua miliknya tapi Dimas tidak ingin melakukan itu begitu saja. Dimas tak ingin ada orang yang menghina Arabella jika dirinya melakukan itu karena statusnya yang tidak jelas.
Dimas ingin Arabella menjadi istrinya di kehidupan ini sama seperti kehidupannya sebelumnya. Dimas yakin dengan begitu Arabella dapat melakukan apapun untuk membalaskan dendamnya sebagai Nyonya Muda Arthama Jaya.
Dimas yakin dengan status itu tidak akan ada yang berani menghina atau melawannya. Dimas ingin sekali memberikan saran itu pada Arabella tapi Dimas khawatir dengan sifat Arabella yang sama dengan Permaisuri Shiena yang dikenalnya dulu semuanya tidak akan berjalan dengan mudah.
Dimas hanya bisa menunggu sampai Arabella sendiri yang mengatakan jika dirinya membutuhkan bantuannya.
"Kau bisa memikirkannya nanti. Lebih baik sekarang habiskan dulu coklat hangatmu karena jika sudah dingin maka rasanya tidak akan enak lagi. Aku akan mengantarmu pulang setelah ini." ucap Dimas lembut.
"Baiklah." jawab Arabella sambil menyeruput coklat hangatnya sambil melihat keluar jendela.
Setelah itu, mereka pun kembali ke dalam mobil dan pergi ke rumah Arabella. Arabella pun turun dan mengucapkan terima kasih kepada Dimas. Dimas pun membalasnya dengan senyuman lalu memberikan sebuah kartu nama miliknya.
"Hubungi aku jika kau membutuhkan bantuanku. Aku akan selalu ada untukmu." ucap Dimas.
"Baiklah. Terima kasih." ucap Arabella.
Arabella pun masuk ke dalam rumahnya sementara Dimas melajukan mobilnya kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaannya yang telah tertunda selama beberapa hari yang lalu.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..
🥰😍😘😚
__ADS_1
Terima kasih**