CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 109. Kesombongan Shaha


__ADS_3

Arabella yang telah mendengar penjelasan dari dokter merasa sedikit lega karena dirinya akan baik-baik saja tapi tetap merasa sedikit takut dengan semua hal yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu.


Dimas yang tidak ingin Arabella terus-terusan merasa sedih mencoba menghibur Arabella dan mengajaknya untuk pergi berkencan.


"Apa kau ingin pergi denganku malam ini? Di salah satu mall sedang ada bazar besar-besaran dan kita bisa pergi ke sana untuk melihat-lihat dan jalan-jalan. Bagaimana?" tanya Dimas dengan senyum menawan sambil menatap mata Arabella yang sedang duduk di depannya.


"Apa kau sedang mengajakku kencan?" tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang jahil dan nakal dengan senyum simpul di wajahnya.


"Kau bisa mengatakannya begitu. Bagaimana? Aku tidak akan memaksa jika kau tidak mau." ucap Dimas dengan nada bisa yang cool dengan sikap sombong dan arogannya.


"Hahaha... Aku mau. Ayo kita pergi dan kau harus membelikan semua yang aku mau di sana." ucap Arabella dengan senyum ceria sambil berdiri dan membungkukkan tubuhnya ke arah Dimas dengan senyum jahil.


"Tentu saja. Aku pasti akan memberikan apapun yang kau mau." ucap Dimas dengan penuh keyakinan sambil tersenyum penuh kemenangan.


Sementara itu, Shaha yang merupakan Manager baru Clara telah berdiri di depan pintu Apartemen Clara dan bergegas mengetuk pintu beberapa kali.


"Tok! Tok! Tok!" ketukan pintu.


"Permisi!" ucap Shaha dengan nada sedikit keras namun sopan dengan senyum cerah di wajahnya sambil membawa dua buah koper di samping kiri dan kanannya.


Asisten Rumah Tangga pun bergegas membuka pintu saat mengetahui adanya tamu di depan.


"Klik!" suara pintu terbuka.


"Ya, maaf cari siapa, ya? Anda mencari siapa?" ucap Asisten Rumah Tangga dengan ekspresi wajah bingung karena tidak mengenal tamu yang datang.


"Apa kau Pembantu disini? Apa begini caramu menjamu tamu? Kau tidak tau siapa aku tapi sikapmu itu sangat tidak sopan." ucap Shaha dengan nada tinggi yang kesal karena dibiarkan berdiri di depan pintu tanpa dipersilahkan masuk.


"Ma-maafkan saya. Si-silahkan masuk." ucap Asisten Rumah Tangga dengan nada bicara yang terbata-bata sambil bergerak ke samping memberi jalan untuk Shaha agar dapat masuk dengan lebih leluasa.


"Hmm, dasar Pembantu tidak tau diri! Bawa masuk kedua koperku!" perintah Shaha dengan sikap sombong dan nada bicara yang tinggi dengan mata yang terbuka lebar.

__ADS_1


"Baik!" ucap Asisten Rumah Tangga dengan sopan sambil tersenyum dan berjalan membawa masuk kedua koper Shaha.


"Sial! Siapa wanita ini? Beraninya dia datang dan langsung memerintahku seperti ini. Awas saja kau, aku pasti akan membalasmu nanti." ucap Asisten Rumah Tangga dalam hati dengan ekspresi wajah yang marah dan tangan yang terkepal erat.


Shaha yang tidak melihat keberadaan Clara segera bertanya dan menemuinya tanpa tau apa yang sedang menunggunya.


"Dimana Nona Clara? Aku ingin bertemu dengannya." ucap Shaha dengan ekspresi wajah yang sombong dan nada yang angkuh sambil menatap rendah ke arah Asisten Rumah Tangga.


"Nona ada di dalam kamarnya dan Nona sedang tidak bisa diganggu saat ini." ucap Asisten Rumah Tangga dengan sopan sambil menunjukkan pintu kamar Clara dengan tangannya.


"Apa? Tidak bisa diganggung. Jangan bercanda! Memangnya apa yang sedang dilakukannya. Dia pasti sama saja dengan artis-artis yang lain. Pemalas!" ucap Shaha dalam hati dengan ekspresi wajah yang merendahkan.


"Aku akan menemuinya." ucap Shaha dengan nada bicara yang tegas sambil berjalan ke arah pintu kamar Clara dengan langkah cepat.


Asisten Rumah Tangga yang mengenal sikap Clara tidak mencoba menghentikan Shaha dan menganggap ini sebagai hukuman untuk Shaha karena telah bersika lancang dan tidak sopan.


"Biarkan saja dia marahin dan dipukul oleh Nona Clara. Aku tidak akan memberitaunya. Anggap saja itu pelajaran untuk tidak bersikap sombong dan tidak sopan pada orang lain. Lagipula aku sudah memperingatkannya sekali di awal. Hahaha..." ucap Asisten Rumah Tangga dalam hati dengan senyum tipis di wajahnya dengan sorot mata yang memandang rendah ke arah Shaha.


"Tok! Tok! Tok!" suara ketukan pintu.


"Nona Clara bisakah kita bicara sebentar di luar?"


"Nona Clara, Ini saya Shaha, Manager baru yang dikirim oleh Agensi untuk membantu mengatur jadwal Nona ke depannya."


"Tok! Tok! Tok!"


"Nona Clara, apa kau masih tidur? Ini sudah pukul sepuluh pagi dan apa kau tidak akan keluar dari kamar ini!"


Clara yang masih dalam perasaan tertekan dan takut dengan tatapan mata Dimas tiba-tiba merasa sangat kesal dan terganggu dengan suara yang berasal dari balik pintu kamarnya.


"Berisik!" teriak Clara yang kesal dari dalam kamarnya dengan nada yang tinggi.

__ADS_1


"Nona, tidak baik untuk marah-marah setelah banguj tidur, itu akan memberikan banyak kerutan di wajahmu dan kau tau kan wajah adalah aset terpenting bagi seorang Model dan Artis." ucap Shaha dengan nada yang sombong dan mencoba menggurui Clara.


Clara yang tidak pernah mendapatkan sikap yang sombong dan nada menggurui seperti saat ini membuatnya benar-benar lupa dengan semua yang terjadi pada malam itu. Clara pun bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu dan melampiaskan amarahnya.


"Tap! Tap! Tap!" langkah kaki.


"Brak!" buka pintu dengan keras.


"Plak!" suara tamparan.


"Bruk!" suara seseorang jatuh ke lantai.


"Siapa kau berani bicara dengan nada tinggi padaku? Apa kau sudah kehilangan akalmu?" ucap Clara dengan nada tinggi dan ekspresi wajah yang marah dan mata dan mulut yang terbuka lebar dengan satu tangan menunjuk ke arah Shaha dengan aura membunuh yang pekat.


Shaha yang tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan hal seperti ini merasakan seluruh tubuhnya menjadi dingin dan wajahnya pun berubah menjadi putih seperti tisu hingga tubuhnya menjadi bergetar.


Clara yang melihat lawan bicara menjadi ketakutan tidak mengurangi aura superior yang dimilikinya bahkan membuatnya semakin tinggi dan bahkan mencoba mengancam Shaha yang akhirnya membuat Shaha bersujud meminta maaf.


"Kau hanya seorang manager baru dan tidak bepengalaman di dunia hiburan dan berani menceramiku. Apa kau lupa siapa aku? Aku bisa dengan mudahnya menghancurkan karirmu dan membuatmu kehilangan pekerjaan lalu memasukkanmu ke dalam black list sehingga tak akan ada seorangpun yang akan mempekerjakanmu lagi!" teriak Clara dengan ekspresi wajah yang marah dan tatapan mata yang tajam sambil meletakkan tangan bersilang di dada.


"Ma-maafkan saya Nona. Saya benar-benar meminta maaf. Saya mohon jangan pecat saya. Jangan lakukan itu pada saya Nona. Saya janji tidak akan melakukan hal ini lagi." ucap Shaha dengan nada ketakutan dan terbata-bata serta tubuh yang bergetar.


"Hah, tugasmu hanya mengatur jadwalku saja dan jangan coba-coba mengaturku!" ucap Clara yang kesal dengan sorot mata merendahkan lalu menendang Shaha mundur ke belakang dengan keras lalu berbalik dan menutup pintu dengan keras.


"Bruk!"


"Brak!"


Asisten Rumah Tangga yang melihat serangkaian kejadian dari jauh hanya tersenyum dan tertawa dengan suara rendah lalu berbalik arah menjauh.


"Rasakan itu! Mampus kau!" ucap Asisten Rumah Tangga dengan tawa jahatnya.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2