
Dimas yang mendengar perkataan Edo pun menyadari kesalahannya yang terlalu terbawa suasana dan kehilangan kendali akan kewarasannya pun terdiam.
Dimas yang tidak ingin masuk ke dalam jebakan Heru dan Pak Bambang untuk kedua kalinya pun membuat rencana pembebasan.
Dimas yang tau jika dirinya tidak bisa melakukan penyelamatan sendiri pun memberikan perintah kepada Edo untuk mengeluarkan Sumber Daya yang dimiliki mereka.
“Hubungi Ketua Ma dan suruh dia untuk kumpulkan semua Anggota. Aku akan memberikan tugas penting!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam serta nada suara yang tegas.
“Saya mengerti, Tuan Muda!” ucap Edo yang memahami maksud Dimas dan langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar.
“Tunggu! Panggil Pak Antoni kemari!” ucap Dimas dengan nada suara yang tegas dan jelas dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Baik, Tuan Muda!” ucap Edo lagi dengan kata-kata yang patuh dan ekpsresi wajah yang datar dengan sikap yang sangat sopan dan penuh hormat.
Tak butuh lama, Edo pun datang kembali bersama Pak Antoni yang langsung datang untuk menemui Dimas.
__ADS_1
“Apakah ada perintah, Tuan Muda?” tanya Pak Antoni dengan kepala terangkat dengan ekspresi wajah yang datar.
“Arabella diculik Heru dan Pamanku. Sepertinya mereka sudah mengetahui rencanaku yang ingin memasukkann mereka ke penjara dan oleh sebab itu, mereka menculik Arabella!” ucap Dimas yang kemudian berbalik arah menatap keluar jendela dengan tangan tertaut di belakang.
“Aku yakin jika Heru dan Pamanku membuat rencana untuk membunuhku. Oleh karena itu, aku ingin kalian berdua tetap di sini dan jangan mengikutiku!” ucap Dimas dengan nada suara yang tegas sambil berbalik menatap keduanya dengan mata yang terbuka lebar.
“Jika yang dikatakan Tuan Muda benar. Bukankah seharusnya kami harus ikut bersama anda untuk melindungi anda?” tanya Pak Antoni dengan nada suara yang khawatir dengan ekspresi wajah yang cemas serta dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang layaknya keluarga.
“Tidak! Kalian harus tetap disini dan membantuku dari balik layar!” ucap Dimas dengan nada suara yang tegas dengan pandangan mata yang tajam dan tekad kuat yang dapat dilihat di sorot mata Dimas.
“Edo! Aku ingin kau ke Perusahaan dan bersihkan semua yang ditinggalkan Pamanku. Bersihkan Perusahaanku dari orang-orang Paman dan Heru!” ucap Dimas lagi yang kemudian mengalihkan pandangannya kepada Edo.
“Kami mengerti, Tuan Muda!” ucap keduanya secara bersamaan setelah saling pandangan dan menganggukkan kepala seolah mencapai sebuah kesepakatan dengan ekspresi wajah yang serius.
Setelah Dimas memberikan perintah, Dimas pun pergi menuju Markas Badan Intelligent Khusus dengan beberapa Bodyguard yang telah terlatih untuk melindunginya selama perjalanan.
__ADS_1
Setalah beberapa menit berlalu, akhirnya Dimas pun sampai dan berdiri di depan di antara orang-orangnya.
“Aku memanggil kalian untuk memberikan kalian tugas penting yaitu dengan menjadi bayanganku. Aku ingin kalian menyusup ke sekitar Kediaman Keluarga Arthama Jaya di Luar Kota dan bergerak cepat melindungiku setelah mendapatkan kode dariku!” ucap Dimas yang mengatakan rencana garis besarnya.
Mendengar perintah khusus dari Dimas semuanya pun memberika kesanggupan jika mereka akan melakukan seperti yang diperintahkan.
Dimas yang senang mendengarnya pun duduk sambil bersandar di hadapan Ketua Ma yang sedang berdiri menunggu perintah lain.
“Apakah semuanya sudah bergerak?” tanya Dimas yang masih menutup matanya dengan lengannya dengan nada suara yang terdengar sangat cemas.
“Sudah, Tuan Muda!” jawab Ketua Ma dengan suara yang sedikit tinggi dengan antusias yang juga tinggi serta tatapan mata yang tajam.
“Bagus! Kita pergi sekarang!” ucap Dimas yang berdiri dari tempatnya lalu berjalan menuju keluar mengambil mobilnya dan menyetir sendiri dengan Ketua Ma memantau dengan helikopter mini.
#Bersambung#
__ADS_1