CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 13. Perampok


__ADS_3

Clara yang kesal karena tidak bis menghubungi Heru dan telah diputuskan secara sepihak oleh Dimas menjadi semakin marah ketika managernya yang bernama Alea menghubungi bahwa Perusahaan Arthama Jaya Group telah menarik diri dari Sponsor Clara.


Alea yang bingung apa yang terjadi antsa Clara dan Dimas pun mencoba mengkonfirmasi dan meminta Clara untuk memperbaiki hubungannya karena jika sampai Arthama Jaya Group menarik diri dari sponsor maka Clara yang seorang Model Internasional tidak bisa pergi ke Paris untuk menjadi Model Peragaan Busana Brand Terkenal.


Clara yang tidak menutupi masalahnya dari Alea pun meminta Alea untuk datang ke Apartemennya. Alea pun datang dengan sangat cepat. Setelah sampai Clara pun menceritakan semuanya pada Alea. Alea yang telah mengetahui hubungan gelap antara Clara dan Heru telah berulang kali meminta Clara untuk meninggalkan Heru tapi Clara tidak menghiraukannya hingga membuat Alea sakit kepala.


"Aku sudah pernah katakan padamu sebelumnya Clara berulang-ulang kali untuk mengentikan hubungan gelapmu dengan Heru karena aku takut jika hal ini alan terjadi." ucap Alea memegangi kepalanya.


"Maaf!" ucap Clara terdiam.


"Maaf? Mudah mengatakannya sulit untuk melakukannya. Bagaimana sekarang? Kau kehilangan sponsor terbesarmu." ucap Alea.


"Aku juga tidak tau. Kau kan managerku. Kau pasti punya solusinya bukan?" tanya Clara.


"Tidak ada solusi! Jalan buntu!" ucap Alea pusing.


Clara yang mendengar perkataan Alea pun menjadi ikut pusing. Clara yang mencoba menghubungi Heru untuk membantunya menyelesaikan masalahnya ternyata tidak menjawab panggilannya. Clara yang kesal pun mengambil jaket, kacamata, tas dan kunci mobilnya lalu pergi ke salah satu Club di siang hari meninggalkan Managernya sendiri.


Sementara itu, Arabella yang terus menyelidiki masalah kematian kedua orang tuanya yang dianggapnya terdapat kejanggalan tidak menemukan apapun. Hingga akhirnya mobil yang masuk ke dalam jurang dapat terangkat dan dibawa ke bengkel.


Arabella awalnya tidak ingin pergi ke bengkel tempat mobil yang membawa kedua orangtuanya itu diperbaiki tapi Arabella yang pernah meminta montir tempat service mobil kedua orangtuanya sebelum kecelakaan untuk menambah fitur cctv di box mobil kedua orangtuanya akhirnya memutuskan untuk ke bengkel itu dan mengambil box cctv.


Ketika sampai, Arabella yang sendirian datang segera meminta montir untuk mengeceknya dan ternyata benar adanya. Arabella pun mengambil rekaman cctv itu dan membawanya pulang ke rumah.


Di dalam rumah, Arabella menutup dan mengunci semua rumahnya dan memastikan tidak ada seorangpun disana. Arabella pun membuka laptopnya dan membuka rekaman itu.


Arabella yang melihat rekaman itu menjadi sangat gugup, jantungnya terus berdetak seraya berdoa semoga semua yang dikhawatirkannya tidaklah benar. Arabella berharap jika memang benar tidak ada yang namanya tabrak lari dan hanya kecelakaan tunggal.


Beberapa menit berlalu Arabella melihat rekaman itu, Arabella melihat detik-detik teriakan kedua orangtuanya saat kecelakaan terjadi. Arabella mendengar teriakan kepanikan dari suara ibunya dan teriakan terkejut dari ayahnya. Arabella yang tidak kuasa mendengarnya pun meneteskan air mata.


Di dalam rekaman cctv itu, kecelakaan itu terjadi dengan sangat cepat dan dalam keadaan yang minim pencahayaan. Namun Arabella yang begitu fokus pun menemukan bahwa semua yang dikatakan polisi tentang penyebab kematian kedua orangtuanya disebabkan oleh kecelakaan tunggal ternyata salah.


"Naluriku ternyata benar. Ayah dan Ibu tidak sedang mengalami kecelakaan tunggal. Tidak bisa! Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus menemukan pelakunya." ucap Arabella.


Arabella yang tidak kuasa mendengar dan menonton detik-detik kematian kedua orang tuanya pun memilih untuk menutup laptop dan menyimpan rekaman cctv itu.


Arabella yang berencana ingin pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan tentang kematian orangtuanya terpaksa harus menunda rencananya karena ternyata atasannya di kantor meminta Arabella untuk menyelesaikan deadlinenya ketika dirinya kembali bekerja besok setelah cuti berkabung atas kematian kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Baiklah, sepertinya besok saja aku pergi ke kantor polisi setelah pulang bekerja. Aku harus menyelesaikan kewajibanku dahulu. Ayah, Ibu aku berjanji aku akan menegakkan keadilan atas kematian kalian. Orang yang telah membuat kalian meninggal akan aku pastikan mendapatkan ganjarannya." ucap Arabella.


Arabella yang bekerja hingga larut malam dalam menyelesaikan pekerjaannya pun merasa lapar. Arabella yang pergi ke dapur untuk memasak sesuatu tidak menemukan apapun yang dapat dimakan hingga akhirnya Arabella pergi keluar.


Di perjalanan, Arabella yang pergi sendiri di malam hari. Arabella yang telah selesai belanja dan berencana pulang ke rumahnya ternyata di hadang oleh sekelompok orang yang bersenjata tajam. Arabella yang tidak bisa bela diri pun berteriak meminta tolong. Saat Arabella akan dijambret ada seseorang yang datang.


Orang itu turun dari dalam mobilnya dan segera menolong Arabella. Orang itu pun memukul kelompok bersenjata tajam itu dengan mudah. Saat semua kelompok itu telah dilumpuhkan, tiba-tiba ada seseorang yang mencoba menyerang dari belakang. Arabella yang melihat pun mencoba memperingati orang yang telah membantunya tapi semua terlambat orang itu telah terluka di bagian lengan tangan kanannya.


Tanpa fikir panjang, si penolong pun segera menghajar orang yang telah melukainya hingga mematahkan kakinya. Arabella yang melihat semua penjahat telah terjatuh dan penolongnya terluka segera pergi menemui penolongnya.


"Terima kasih." ucap Arabella.


"Sama-sama." ucap Penolong.


"Tanganmu? Maaf." ucap Arabella tidak enak.


"Aku baik-baik saja. Ini luka kecil. Sebaiknya Nona cantik menghubungi polisi agar mereka dapat ditangkap dan segera di masukkan ke dalam penjara." ucap Penolong.


"Ba-baik." ucap Arabella.


Arabella pun segera melakukan seperti yang dikatakan oleh penolongnya untuk menghubungi polisi.


Arabella yang mendapat petunjuk letak obat P3K di dalam mobil penolong pun dengan cekatan mengobati penolongnya.


Arabella yang diam-diam mengamati dan melihat sosok pria muda yang menolongnya perlahan memiliki perasaan kagum karena jarang sekali ada orang yang mau menolong orang lain bahkan sampai mengorbankan dirinya.


"Selesai." ucap Arabella tersenyum.


"Terima kasih." ucap Penolong.


"Ah, tidak! Aku lah yang seharusnya berterima kasih." ucap Arabella malu-malu.


"Baiklah, bukankah kau sudah mengatakannya sebelumnya." ucap Penolong.


Arabella yang penasaran dengan identitas orang yang telah menolongnya pun memberi tau namanya lebih dulu dan bertanya nama penolongnya setelahnya.


"Namaku Arabella Castella. Kau bisa memanggilku Bella." ucap Arabella menjulurkan tangan.

__ADS_1


Namun ketika sang penolong ingin menjulurkan tangannya dan memberitau identitasnya. Mobil polisi pun datang. Mereka pun pegi ke arah mobil polisi datang dan ikut untuk melaporkan masalahnya.


Polisi dengan cepat menangkap dan memborgol semua penjahat lalu membawanya ke kantor polisi sementara Arabella dan penolongnya ikut pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan.


Arabella yang menjadi korban dan penolong yang menjadi saksi pun bergantian masuk dan memberikan penjelasan. Arabella yang dipanggil terakhir berfikir mungkin penolongnya telah pergi meninggalkannya sendiri karena proses yang lama dan alot tapi ternyata sang penolong masih berada di depan kantor polisi berdiri tegap menunggunya.


"Apakah semuanya telah selesai?" tanya Penolong.


"Ya, semua penjahat itu telah dibawa masuk ke dalam penjara." ucap Arabella menjelaskan.


"Syukurlah. Maaf motormu yang jatuh disebabkan oleh penjahat itu telah aku bawa ke bengkel tanpa memberitaumu terlebih dahulu tapi jangan khawatir motormu aman dan aku jamin besok pasti akan kembali padamu dalam kondisi semula." ucap Penolong.


"Terima kasih. Aku percaya padamu." ucap Arabella.


"Baguslah. Sekarang sudah larut malam. Apakah kau bersedia jika aku antar pulang?" tanya Penolong.


"A-aku..." jawab Arabella yang takut merepotkan.


"Sekarang sudah sangat malam dan tidak ada lagi alat tranportasi yang bisa mengantarmu pulang lagipula kau seorang wanita yang baru mengalami hal buruk. Maaf aku tidak bermaksud menghinamu." ucap Penolong.


"Ah, tidak! Aku tidak tersinggung sama sekali. Semua yang kau katakan adalah kebenaran. Baiklah. Aku akan pulang bersamamu." ucap Arabella.


Akhirnya Arabella pun pulang bersama penolongnya. Dalam perjalanan, tidak ada yang mengatakan apapun atau memulai pembicaraan hingga akhirnya Arabella sampai di rumahnya.


Arabella yang telah mengucapkan terima kasih berencana untuk turun dari mobil penolongnya dan segera masuk kedalam rumahnya tapi tiba-tiba penolongnya menarik lengan Arabella yang membuat Arabella menghentikan langkahnya.


"Maaf! Ini kartu namaku. Maaf aku belum sempat memberitau namaku." ucap Penolong.


Arabella pun mengambil kartu nama itu lalu keluar dari mobil bersama barang belanjaannya. Arabella pun melihat nama dari kartu nama itu.


"Heru Arthama Jaya!" ucap Arabella.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..


🥰😍😘😚

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2