
Clara yang mendapatkan informasi secara berkala dari Siti tentang keberadaan Arabella yang masih saja tinggal di Kediaman Arthama Jaya bahkan telah diperlakukan layaknya Calon Nyonya Muda membuat Clara naik pitam. Clara tidak bisa menerima keberadaan Arabella yang akan menjadi batu sandungannya untuk mendapatkan Dimas kembali.
"Aku tidak bisa kehilangan Dimas. Aku sudah dicampakkan oleh Heru dan sekarang juga Dimas. Tidak! Tidak! Ini tidak boleh terjadi! Dimas hanya milikku!" ucap Clara.
Clara yang merasa memiliki reputasi yang baik dan peggemar sejati yang banyak mulai berfikir jika kehilangan satu sponsor utama tidak akan menghancurkan karir Modelnya sehingga Clara menggunakan banyak cara untuk mendapatkan sponsor lagi meski harus menghentikan sementara impiannya menjadi Model Internasional.
Clara yang saat ini sudah bisa berfikir dengan jernih berharap Arabelle dapat berubah fikiran jika memberikannya kebaikan palsu. Sehingga Clara membuat rencana dengan meminta Siti untuk mengajak Arabella pergi keluar dan membuat drama yang sangat bagus.
"Aku adalah calon Artis terkenal jadi ayo kita buat drama yang mengharukan dan menyedihkan!" ucap Clara dengan tawa jahatnya. "Tunggu aku wanita murahan! Aku akan tunjukkan dimana kelasmu!" tambah Clara yang kemudian mengambil tas dan juga kunci mobilnya setelah menghubungi Siti.
Sementara itu, di Kediaman Arthama Jaya, Arabella yang telah beristirahat sampai siang hari karena terlalu lelah dengan semua barang-barang yang dibeli oleh Dimas mulai merasa bosan karena dirinya sudah mengajukan Surat Pemberhentian karena Arabella merasa jika saat ini dirinya tidak akan bisa bekerja di tempat yang sama.
"Aku sudah berhenti bekerja. Semua persiapan Pertunangan itu telah dikerjakan oleh Pak Antoni dan Edo dengan sangat baik sehingga tidak memberikanku celah untuk membantu. Aku ingi sekali jalan-jalan tapi kemana?" gumam Arabella sambil berbaring di ranjangnya. "Ah, apa aku jalan-jalan ke kantor lamaku saja sekalian berpamitan?" fikir Arabella tiba-tiba.
"Hah, sepertinya tidak mungkin. Aku tidak mempunyai teman dekat di Kantor. Mereka memperlakukanku layaknya Office Girl padahal posisiku sama seperti mereka. Yah wajar saja karena saat kuliah aku pernah bekerja sebagai Office Girl untuk membantu membiayai kuliahku. Hah!" ucap Arabella sambil menghembuskan nafas berulang kali.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari arah luar kamar, Arabella yang sedang dalam posisi malas pun hanya berteriak mempersilahkan mereka masuk. Arabella melihat ada dua orang pelayan datang menbawa sepotong kue coklat dan juga secangkir minuman. Arabella pun bangun dari tempat tidurnya menuju ke arah Balkon tempat makanan dan minuman itu diletakkan. Siti yang sudah berada di dalam kamar Arabella mencari cara untuk membawa Arabella keluar.
"Apakah Nona sedang tidak sehat?" tanya Siti yang berpura-pura khawatir dengan perubahan ekspresi yang sangat meyakinkan hingga membuat Arabella tersentuh.
"Tidak! Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa bosan karena tidak memiliki aktivitas apapun." jawab Arabella sambil memoton kuenya lalu memasukkannya ke dalam mulut.. "Hmmm, kue ini enak sekali!" seru Arabella tiba-tiba.
"Syukurlah Nona menyukainya." ucap Ria salah satu pelayan yang ditugaskan melayani Arabella dengan senyum senang diwajahnya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau Nona jalan-jalan saja? Saya dengar disekitar sini ada cafe yang baru buka, Nona dan katanya tempatnya sangat bagus." ucap Siti dengan sedikit rayuan. "Aku yakin Nona pasti menyukai tempat itu." tambah Siti.
"Hei! Apa yang kau katakan? Kita tidak boleh bersikap kurang sopan terhadap Nona. Apa kau tidak tau siapa Nona?" sanggah Ria yang takut Arabella marah dan mengadukannya kepada Pak Antoni dan lebih parahnya kepada Dimas. Ria yang tidak tau hubungan sebenarnya Arabella dan Dimas. Ria tidak ingin mengambil resiko karena Ria tau jika Arabella memiliki tempat khusus bagi Dimas.
"Apa yang aku katakan? Aku hanya memberi saran karena Nona sepertinya sangat bosan. Apa aku salah?" tanya Siti yang tidak mau kalah dalam perdebatan dengan Ria.
"Kau ini! Apa kau tidak takut ketahuan Tuan Muda? Apa kau ingin dipecat dari pekerjaanmu?" tanya Ria yang kesal karena sikap ceroboh Siti.
Arabella yang mendengar perdebatan antara kedua pelayannya pun mencoba menengahi. Arabella yang sebenarnya tertarik dengan usulan Siti pun mencoba meyakinkan Ria jika tidak akan terjadi apapun nantinya.
"Jangan khawatir! Tidak akan terjadi apapun. Ayo kita pergi jalan-jalan." ajak Arabella kepada kedua Pelayannya. "Sekarang kalian berdua gantilah pakaian kalian dan ikut aku." tambah Arabella.
"Ta-tapi Nona..." ucap Ria yang terbata-bata yang ternyata belum selesai tapi sudah dipotong oleh Siti yang sangat senang dapat di ajak pergi bersama.
"Tapi kenapa? Nona kan sudah mengatakan tidak akan terjadi apapun maka pastinya tidak akan terjadi apapun nantinya. Jadi ayo kita pergi. Benarkan, Nona?" tanya Siti dengan senyum polos diwajahnya.
Ria dan Siti bergegas membantu Arabella mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan. Lalu mereka bergegas kembali ke kamar masing-masing untuk mengganti pakaian untuk pergi bersama Arabella.
Siti yang telah lebih dulu mengganti pakaiannya segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Clara untuk segera datang menemui mereka.
Nona, Aku sudah berhasil membujuk Wanita murahan itu untuk pergi keluar. Kami akan pergi ke Cafe Starlight
Setelah selesai bersiap Ria dan Siti segera menemui Arabella. Mereka bertiga pun pergi ke Cafe yang telah ditunjukkan oleh Siti.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, mereka bertiga pun telah sampai. Cafe itu tidak terlalu ramai tapi cukup tenang. Tempatnya juga ternyata sangat nyaman. Arabella yang menyukai pemandangan memilih tempat duduk di lantai dua di dekat jendela.
Arabella duduk dan menunggu di lantai dua sementara Ria dan Siti turun ke bawah untuk memesan makanan dan juga minuman. Namun saat mereka sedang memesan, Siti tiba-tiba merasa perutnya sangat sakit sehingga meninggalkan Ria sendiri yang sedang menunggu pesanan datang.
"Ri-ria! A-aduh! Pe-perutku sakit sekali!" ucap Siti yang berpura-pura kesakitan bahkan aktingnya sangat bagus karena ada keringat di pelipisnya yang membuat Ria menjadi cemas dan percaya jika Siti benar-benar sakit.
"Kau kenapa?" tanya Ria yang kebingungan dan juga cemas.
"Perutku sakit sekali! Aku sepertinya harus pergi ke kamar mandi sekarang." ucap Siti berpura-pura sakit.
"Pergilah! Aku akan menunggu disini. Apa kau yakin bisa pergi sendiri? Apa kau ingin aku menemanimu?" tanya Ria yang cemas sambil memegang tangan Siti yang ternyata sudah sangat dingin.
"Aku baik-baik saja. Aku pergi dulu." teriak Siti yang langsung berlari meninggalkan Ria yang masih berdiri ditempatnya dengan ekspresi wajah cemas dan takut. Ria khawatir Siti akan tiba-tiba pingsan tapi tiba-tiba pesanan itu tiba sehingga membuat Ria berdoa semoga Siti baik-baik saja seperti ucapannya.
Ria yang sudah mendapatkan pesanannya segera pergi ke lantai dua dan menyajikan makanan dan minuman untuk Arabella layaknya seorang Pelayan. Ria tetap melaksanakan tugasnya meskipun berada di luar Kediaman Arthama Jaya yang membuat Arabella tidak nyaman.
"Jangan berdiri saja. Ayo duduk!" ucap Arabella sambil melihat ke arah Ria.
"Ta-tapi Nona..." ucap Ria yang bingung harus bertindak apa hingga akhirnya Ria pun duduk bersebrangan dengan Arabella.
#**Bersambung#
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Lovenya..
__ADS_1
Terima kasih..
🥰😍😘😚**