
Clara yang tidak sadarkan diri segera diberi dua buah pil oleh orang-orang yang menculiknya dan dipaksa menelannya.
"Hei, kalian berdua. Bawa obat itu kemari. Bos sudah memberi izin untuk melakukannya." ucap salah seorang Penculik yang baru saja menelpon Alea.
"Ini dia obatnya tapi sebenarnya obat apa ini?" tanya salah seorang penculik yang tidak mengetahui apapun tentang pil yang ada di tangannya.
"Yang aku tau bahwa salah satu dari pil itu untuk membuatnya kehilangan suara sementara waktu jadi saat kita melakukan sesuatu padanya. Dia tidak akan berteriak." ucap salah seorang Penculik yang sedang membuka mulut Clara dan memasukkan pil ke dalam mulutnya dengan paksa.
"Agh, kalau begitu kita bisa menikmati tubuh wanita cantik yang ada di depan mata kita ini hingga puas karena dia tidak akan mengganggu kesenangan kita." ucap Penculik yang membawakan segelas air yang diberikannya kepada rekannya dengan tatapan mata yang penuh dengan nafsu.
"Kalau begitu bisa saja pil yang satunya adalah pil pencegah kehamilan. Sepertinya Bos kita ingin kita menikmatinya saja dan tidak ingin dia mempunyai anak." ucap penculik yang telah memasukkan air ke dalam mulut Clara dengan paksa hingga membuat Clara terbatuk dan menelan pil itu lalu tersadar.
"Jika begitu adanya, bukankah itu hal yang bagus. Hehehe..." ucap Penculik yang telah berdiri di samping Clara.
Clara yang akhirnya tersadar setelah dipaksa menelan sesuatu pun meskipun kepalanya terasa sedikit pusing akibat aroma yang diciumnya dari sapu tangan.
Clara yang bisa membuka mata sangat terkejut melihat ada tiga orang pria yang telah membuatnya pingsan berdiri di depannya dengan tatapan wajah yang sangat penuh dengan nafsu.
"Gadis cantik, akhirnya kau sadar juga. Jangan takut kami tidak sedang berbuat jahat padamu, kami hanya ingin memberikan kebahagiaan dan kesenangan yang akan membuatmu bagai di surga." ucap salah seorang penculik dengan senyum yang terlihat sangat menakutkan sambil terus berjalan mendekati Clara dengan perlahan ditemani kedua temannya.
Clara yang tidak ingin ketiga penculik itu mendekatinya pun mencoba berteriak dan meminta tolong tapi tanpa diduga Clara tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
"A a a a a ...." ucap Clara yang hanya mengeluarkan suara erangan tanpa ada kata yang keluar sambil memegang tenggorokannya yang mulai terasa sakit karena terus memaksa berbicara.
"Hahaha... Ternyata pil yang diberikan bos sangat ampuh." ucap salah seorang penculik dengan tawa yang sangat keras dan ekspresi wajah yang terlihat sangat senang dan penuh nafsu.
"Sekarang sudah tidak akan ada cara bagimu untuk meminta tolong karena suaramu sudah hilang jadi sekarang terima saja nasibmu dan nikmatilah." ucap salah seorang penculik dengan wajah yang terlihat sangat jelek sambil menarik tangan Clara dengan paksa lalu melemparnya ke sofa yang ada di tenga ruangan.
Clara yang tidak ingin tubuhnya dinodai mencoba untuk melawan tapi tidak tau apa yang telah terjadi Clara merasa seluruh tubuhnya terasa sangat panas dan setiap sentuhan yang diberikan ketiga penculik itu terasa sangat menyenangkan.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Kenapa tubuhku terasa sangat panas dan kemaluanku terasa sangat tidak nyaman?" ucap Clara dalam hati dengan wajah yang memerah dan ekspresi yang terlihat sangat menggoda di mata penculik.
Clara yang tidak bisa menahan kewarasannya pun akhirnya kehilangan kendali akan dirinya dan mengikuti permainan ketiga penculik itu.
Clara yang sedang menikmati perpaduan antara dirinya dan ketiga penculik itu tidak menyadari jika perbuatannya ternyata sedang direkam oleh seseorang.
Alexa yang merupakan orang yang merekam perbuatan Clara merasa jijik akan tingkah laku dan perbuatan Clara dan tidak ingin melihat pertunjukan itu lalu menyerahkannya kepada anak buahnya.
"Iihhhh, aku ingin muntah rasanya melihat ini lebih lama lagi." ucap Alexa dengan ekspresi wajah yang berwarna ungu seolah akan segera muntah di tempat.
"Nona kenapa?" tanya seorang pria yang sedang duduk di meja rekam di sebuah ruangan rahasia.
"Aku tidak tahan melihat ini. Itu benar-benar menjijikkan dan rasanya aku ingin muntah. Bagaimana bisa dia melakukan itu dengan tiga orang pria sekaligus dan bahkan menikmatinya meskipun itu dalam pengaruh obat?" ucap Alexa yang terlihat sangat jijik dan tidak nyaman sambil memberikan tatapan menghina kepada Clara.
"Nona Alexa kan berbeda, Nona pasti akan bisa bertahan dan akan melakukan apapun untuk menjaga kewarasan jadi jangan samakan diri Nona dengan wanita itu." ucap pria yang terlihat sangat menikmati pertunjukan yang ada di depan matanya sambil terus memuji Alexa.
"Hah, kau benar sekali. Kau rekam itu sampai selesai dan jangan lupa blur wajah pria yang ada di dalam rekaman itu lalu sebarkan beritanya di internet pada pukul sepuluh malam ini." perintah Alexa dengan nada bicara yang tinggi dan ekspresi wajah yang terlihat ingin muntah.
"Halo, bos. Tugas telah selesai. Target telah dalam perangkap dan siap untuk dieksekusi." ucap Alexa dengan senyum sinis sambil terus berjalan dengan anggun dengan gaun pesta yang terlihat sangat mewah.
"Bagus sekali! Laksanakan rencana selanjutnya!" ucap Edo yang sedang ada di dalam Apartemennya dan sedang berendam di dalam bathupnya sambil menonton Acara Penghargaan Internasional dengan segelas wine di tangan.
"Laksanakan Bos!" ucap Alexa dari balik telepon sambil berjalan keluar dari Hotel dan berpura-pura menjadi wartawan yang sedang menyamar.
"Jika tugas ini dapat selesai dengan sangat baik maka bonusmu akan menjadi dua kali lipat." ucap Edo dengan senyum puas sambil meminum wine yang ada di tangannya.
"Terima kasih banyak, Bos!" ucap Alexa dengan ekspresi wajah yang gembira dan senang.
Edo yang mendengar laporan dari Alexa menjadi sangat puas sambil meminum habis wine yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Akhirnya tamat juga riwayatmu kali ini Clara. Kau yang telah membuat kepala pusing selama beberapa bulan ini karena ulahmu yang terus mencari masalah dengan Nona Arabella dan membuatku menjadi target Tuan Muda!" ucap Edo dengan nada kesal sambil tertawa bahagia sambil bersandar dengan santai melihat siaran yang ada di layar televisinya.
Sementara itu, Alexa yang telah berada di antara wartawan dan kameramen pun berpura-pura mendapatkan telepon dan membuat kehebohan sehingga mengakibatkan suasana di sekitarnya menjadi kacau balau.
"Halo! Apa? Kau tidak bercanda bukan? Clara Pricilia, mantan kekasih Pewaris Arthama Jaya Group sedang pesta melakukan pesta *** di salah satu Ruang VIP sebelum Acara Penghargaan Internasional dimulai!" teriak Alexa dengan suara yang sangat keras sehingga menarik perhatian semua orang yang ada di sekitarnya.
Alexa yang melihat respon orang-orang yang ada di sekitarnya menjadi sangat senang karena rencananya telah berhasil tapi demi kelancaran misinya Alexa pun berpura-pura tidak tau.
Semua orang yang mendengar perkataan Alexa menjadi sangat terkejut dan berbincang di belakang Alexa dengan nada rendah lalu terus memperhatikan setiap gerak gerik yang akan dilakukan Alexa.
Alexa yang tidak ingin kehilangan momen miliknya pun menarik perhatian semua orang untuk ikut berlari dan mengejarnya.
Rencana Alexa pun berhasil tidak hanya satu atau dua orang yang ikut berlari di belakangnya tapi semua wartawan yang ada di ruangan itu pun mengikuti Alexa dengan kecepatan yang tak mau kalah.
Alexa yang telah sampai di depan pintu Ruangan VIP yang telah direncanakannya hanya diam berdiri sehingga membuat semua orang yang ada di belakangnya menjadi sangat tidak sabar.
Alexa yang melihat wajah tidak sabar itu pun merasa sangat puas dan perlahan mendekatkan tangannya ke pintu dan membuka pintu lebar-lebar.
Semua wartawan dan kameramen yang tidak ingin kehilangan berita eksklusif pun menerobos masuk dan meninggalkan Alexa berdiri di luar pintu.
"Minggir!"
"Aku juga ingin masuk!"
"Jangan sampai kehilangan berita! Ayo masuk!"
#Bersambung#
Jangan lupa tekan Like, Komentar dan Love ya
__ADS_1
Terima kasih