CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 49. Penyebaran Fakta


__ADS_3

Clara yang melihat foto dan video dirinya sedang bersama Heru beberapa minggu yang lalu tersebar dengan sangat cepat hingga semua akun gosip langsung membicarakanny hingga membuat Clara menjadi marah.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana foto dan video itu tersebar kemana-mana?" tanya Clara dalam hati dengan ekspresi wajah yang cemas, takut dan bercampur marah dengan keringat yang mengalir ke pipinya hingga membuat tubuhnya gemetar.


Sementara itu, Alea yang sedang berada tidak jauh dari Clara karena harus mempersiapkan pakaian yang harus dipakai Clara untuk Sesi Pemotretan selanjutnya langsung menoleh ke arah Clara saar dirinya mendengar suara benda yang menabrak dinding dengan sangat keras.


"Clara! Apa yang kau lakukan?" teriak Alea dengan ekspresi marah dan juga cemas sambil berlari menghampiri Clara sebelum Clara lepas kendali dan menghancurkan imagenya yang sudah semakin baik.


"Tap! Tap! Tap!" suara langkah kaki.


"Ada apa denganmu? Apa kau lupa saat ini kau sedang ada di tempat umum? Kau harus menjaga sikap dan tindakanmu!" ingat Alea dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang marah hingga membuat Clara menciut sementara waktu.


"Maafkan aku!" ucap Clara dengan tatapan wajah yang senduh dan tidak ada semangat hidup.


Clara yang melihat keadaan Clara yang menyedihkan langsung mengambil tindakan untuk menghentikan proses peotretan.


"Huft!"


"Tunggu aku disini! Aku akan segera kembali dan kita akan langsung pergi dari sini!" ucap Alea dengan tatapan tajam dan senyum sinis di wajahnya.


"Apa lagi yang telah kau lakukan Clara? Kau pasti sedang melakukan kesalahan dan itu lah sebabnya kau jadi bersikap seperti ini!" ucap Alea dalam hati dengan ekspresi wajah marah dan kesal hingga membuat urat nadi keluar ke dahinya.


Alea pun menemui fotografer untuk meminta maaf karena proses pemotretan itu harus di tunda sementara waktu dan langsung membawa Clara kembali dengan secepat mungkin sebelum timbul masalah lain.


"Fotografer Shen, maaf! sepertinya Clara tidak bisa melanjutkan Sesi Pemotretannya hingga selesai karena saat ini Clara sedang sakit." ucap Alea dengan senyum lembut di wajahnya sambil melihat ke arah Fotografer Shen dengan tangan menunjuk ke arah Clara yang sedang duduk dengan wajah yang pucat.


Fotografer yang melihat kondisi Clara hanya bisa menghela nafas dan mencoba mengerti meski dalam hatinya sangat kesal karena Pemotretan yang seharusnya dapat selesai hari itu juga malah tertunda.


"Huh, baiklah! Pergilah!" ucap Fotografer Shen dengan ekspres wajah yang malas melihat wajah Alea dengan tangan yang digerak-gerakkan berulang kali seolah mengusir Alea dan Clara pergi secepatnya.


"Dasar! Star Sindrom!" sindir Fotografer Shen kepada Clara namun kata-kata itu terdengar jelas di teliga Alea.

__ADS_1


"Ayo! Ayo! Model selanjutnya! Kerja jangan malas-malasan! Honor tidak akan datang dengan sendirinya kecuali kalian jadi simpanan om-om!" sindir Fotorgrafer Shen dengan nada dan sorot mata yang sinis sambil menepuk tangannya beberapa kali.


Setelah mendapatkan persetujuan, Alea langsung mengambil jaket berbulu Clara berwarna coklat dan memakaikannya ke pundak Clara dan berjalan menuntut Clara menuju mobil mereka.


Di dalam mobil, Alea yang penasaran dan bingung dengan apa yang terjadi lebih memilih mendengar jawaban langsung dari Clara daripada harus mencari taunya sendiri dari media sosial.


"Sekarang katakan sebenarnya apa yang terjadi. Di dalam sini hanya ada kita berdua." ucap Alea dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius melihat ke arah Clara sebentar lalu fokus kembali mengemudi mobil.


"Ada seseorang yang menyebarkan foto dan juga video aku sedang makan siang sambil berpegangan tangan di Restoran bersama Heru." ucap Clara dengan jujur dengan ekspresi wajah yang sedih dan juga cemas sambil melihat ke arah bawah.


"Apa!" teriak Alea yang terkejut dan refleks langsung menekan pedal rem dengan kakinya hingga membuat Clara menabrak benda yang ada di depannya.


"Ciittt!"


"Klak! Dum!"


"Auuw!" teriak Clara yang dahinya menabrak sesuatu.


"Apa kau sudah gila? Kenapa mengerem mendadak? Bagaimana kalau terjadi kecelakaan?" teriak Clara yang marah sambil menunjuk ke arah depan dengan tangan kanannya dan memegang dahinya dengan tangan lainnya.


"Maaf!" jawab Clara singkat sambil memalingkan wajahnya ke arah sebaliknya dengan dua tangan bersilang ke dadanya.


"Maaf? Apa begitu caramu meminta maaf? Kau..." ucap Alea yang terputus saat Clara langsung memotong kata-katanya dengan sengaja dengan ekspresi marah.


"Lalu kau mau bagaimana? Bersujud dan kemudian meminta maaf padamu! Jangan bermimpi! Ingat siapa dirimu sebenarnya tanpa bantuanku dan almarhum kedua orangtuaku."hina Clara yang semakin marah setelah mendengar omelan dari Alea sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Alea.


"Apa kau tidak bisa menghargai aku yang selama ini selalu membantu dan mendukungmu?" tanya Alea dengan ekspresi wajah yang sedih dan mata yang senduh sambil meletakkan satu tangannya di dada.


"Sudah cukup! Aku tidak mau melihat hal ini! Jangan sok emosional! Kau harus membantuku menyelesaikan masalah ini!" ucap Clara dengan ekspresi wajah yang kesal sambil melihat ke arah Alea yang sedang mengendarai mobil sambil meletakkan kedua tangannya bersilang di dada.


"Iya!" jawab Alea dengan wajah tanpa ekspresi dengan sorot mata yang menatap lurua ke arah jalan.

__ADS_1


"Kau tidak akan pernah berterima kasih ataupun menghargai semua yang pernah aku lakukan untukmu. Kau adalah orang yang sangat egois dan keras kepala. Jadi jangan salahkan aku juga jika menjadi egois karena kau sendiri yang memintaku seperti ini." ucap Alea dalam hati sambil menggeretakkan giginya karena kesal dan memegang setir mobil dengan sangat kuat hingga membuat tangannya bergetar karena menahan amarah.


Tak butuh waktu lama hingga akhirnya Clara sampai di Gedung Apartemennya tapi tidak disangka banyak sekali wartawan yang sedang berdiri menunggu kedatangannya.


Alea pun membantu Clara keluar dari dalam mobil dan membantunya menerobos masuk ke dalam kerumunan.


Semua wartawan yang datang tidak membuang waktu dengan memberi banyak pertanyaan kepada Clara namun tidak mendapatkan satu pun jawaban bahkan dihadang oleh dua orang security yang berjaga.


"Nona Clara, apa benar dengan berita yang beredar?"


"Apakah anda pernah selingkuh dengan seorang Pria Misterius saat masih berpacaran dengan Tuan Muda Dimas?"


"Apakah foto dan video itu benar adanya, Nona Clara?"


"Tolong penjelasannya, Nona!"


"Nona! Nona! Nona!"


"Nona Clara!"


"Syut!"


Sementara itu di tempat lain, Dimas yang melihat Arabella berjalan di Taman yang sengaja dibuat olehnya pun langsung berjalan dengan santai menemui Arabella dengan senyum lembut dengan dua tangan berada di dalam saku celananya.


"Apakah kau menyukai Taman ini?" tanya Dimas yang tiba-tiba telah berada tidak jauh dari tempat Arabella dan Ria berada.


"Tap! Tap!" langkah kaki.


Arabella yang melihat Dimas datang pun tersenyum bahagia dan Ria yang sedang berdiri di samping Arabella langsung meminta izin untuk pergi hingga menyisahkan keduanya yang sedang berdiri bersama.


"Maaf! Nona dan Tuan Muda, saya masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan jadi saya izin pergi." ucap Ria dengan senyum lembut dan sikap yang sopan sambil membungkukkan kepalanya sedikit di hadapan Dimas dan Arabella.

__ADS_1


"Hmm!" gumam Dimas.


#Bersambung#


__ADS_2