CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 57. Trik Liliana


__ADS_3

Dimas yang tidak perduli dengan orang-orang yang datang menemuinya hanya tersenyum sopan karena Dimas tau tidak ada orang yang tulus di antara mereka semua karena Dimas telah mengetahuinya dari kejadian sebelum dirinya memasuki tubuh Dimas Arthama Jaya.


Jadi saat banyak wanita yang datang menemuinya dan memberikan tatapan memuja dan ungkapan cinta padanya membuat Dimas menjadi merasa muak sehingga Dimas memilih pergi mengabaikan wanita-wanita itu.


Namun tiba-tiba, Putri Tunggal dari Walikota datang menghampiri Dimas sambil membawa dua buah gelas wine dengan memakai Gaun berwarna ungu yang terlihat sangat cantik dan sexy sama sekali tidak membuat Dimas tertarik.


"Selamat untuk keberhasilan Tuan Muda karena telah melakukan Akuisisi Perusahaan A." ucap Liliana dengan senyum menggoda sambil membungkukkan tubuhnya hingga terlihat lekukan tubuh serta beberapa bagian tubuh yang menonjol sambil menyerahkan segelas wine yang ada di tangannya.


"Terima kasih untuk ucapannya tapi maaf saya tidak minum." ucap Dimas dengan ekpresi wajah yang datar dan sorot mata yang tajam dengan satu tangan berada di saku celana dan tangan lainnya mengambil Wine yang ada ditangan Liliana lalu meletakkannya di nampan pelayan yang lewat dengan memberi kode agar Wine tersebut dibuang.


"Agh, begitu rupanya. Maafkan saya yang tidak tau hal ini Tuan Muda Dimas." ucap Liliana dengan senyum lembut sambil menutupi beberapa bagian wajahnya yang malu karena di tolak oleh Dimas di depan banyak orang.


"Kau adalah calon suami idaman No. 1 dan aku tidak akan mundur hanya karen satu penolakan dan karena kau telah berpisah dari Medusa Clara maka aku memiliki kesempatan yang besar sedangkan untuk wanita desa yang digosipkan dekat denganmu, dia bukan sainganku. Hahaha...." ucap Liliana yang tertawa puas dalam dengan senyum licik.


Dimas yang tidak ingin bersama Liliana lebih lama lagi mencoba pergi dengan sopan mengingat Backgroundnya namun Liliana yang telah bertekad mendapatkan Dimas berani melakukan apapun bahkan jika itu harus mengorbankan reputasinya.


"Itu bukan masalah, Nona Liliana. Maafkan ketidaksopanan saya tapi saat ini banyak tamu yang mulai berdatangan jadi saya harus pergi sekarang." ucap Dimas dengan sopan lalu membalik tubuhnya dan berencana untuk segera pergi menjauh.


Liliana yang tidak ingin kehilangan kesempatan langka dapat bersama Dimas dan menciptakan momen dimana mereka dapat berdua saja. Liliana pun mencoba menjatuhkan gelas Wine yang ada ditangannya ke ujung gaunnya lalu menjatuhkan dirinya tepat ke arah Dimas yang ingin pergi


"Agh!" teriak Liliana.


Dimas yang sering melihat trik seperti ini dilakukan oleh Nona Muda Bangsawan di Kehidupan Lampaunya demi dapat menaiki ranjangnya dan menjadi salah satu selirnya mulai merasa sangat bosan.


"Trik murahan ini lagi!" ucap Dimas dalam hati dengan ekspresi kesal dan marah terlihat jelas di wajahnya.

__ADS_1


Dimas yang tidak ingin terjatuh ke dalam jebakan Liliana menggunakan Jam Arloji yang tersimpan di dalam saku celananya untuk menghentikan waktu dan dalam sekejap semua waktu pun berhenti hingga membuat suasana menjadi sangat sepi dan sunyi.


"Kondisi seperti ini sangat menyenangkan, sepi dan sunyi tanpa ada lalat berisik yang mencoba mencari keuntungan untuk dirinya sendiri." gumam Dimas yang berjalan sekeliling sebentar sambil melihat-lihat ke sekitar orang-orang yang diam mematung.


"Ah, apa yang harus aku lakukan pada Putri Tunggal Walikota ini. Jika aku menolongnya maka dia akan merasa aku memberinya kesempatan dan akan terus mengejarku dengan lebih agresif dan hal itu pasti akan sangat merepotkan dan mengganggu tapi jika aku biarkan saja dia jatuh maka akan membuat hubunganku dengan Walikota menjadi kacau dan mungkin saja Walikota akan mempersulit pekerjaanku.


Dimas pun memilih untuk tidak membantu Liliana dan membiarkan Liliana jatuh ke lantai dengan gelas Wine yang tumpah membasahi gaunnya. Lalu tiba-tiba ada seorang pria dengan jas berwarna putih datang menghampiri Liliana dan memberikan jasnya untuk menutupi tubuh Liliana lalu membantu Liliana untuk berdiri tapi malah ditolak dan dimaki di depan banyak orang.


"Bruk!"


"Syur!"


"Lili!" teriak seorang Pria yang datang memakai Jas Putih dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir dengan keadaan Liliana.


"James! Apa yang kau lakukan disini? Pergi aku tidak membutuhkanmu." teriak Liliana yang kesal karena rencananya yang ingin menggoda Dimas gagal.


"Sruk!"


"Aku tidak butuh bantuanmu! Pergi dari hadapanku!" teriak Liliana yang marah melepaskan jas putihnya dan mendorong pria tersebut dengan sangat keras lalu berlari pergi.


Dimas yang berdiri diam melihat semua drama yang terjadi di depannya pun menggelengkan kepalanya melihat tindakan Liliana dan James.


"Sepertinya Pria ini jatuh cinta kepada Nona Pembuat Masalah karena aku orang baik maka akan aku bantu kalian bedua." ucap Dimas dalam hati dengan senyum licik dengan matta bebinar dengan satu tangan diletakkan di dagunya dan tangan lainnya memegang Jam Arloji.


Dimas yang berencana membantu menekan waktu berhenti sehingga membuat Liliana yang ingin pergi langsung berhenti di tempat. Dimas pun memutar waktu kembali 5 menit yang lalu saat Liliana menjatuhkan Wine dan dirinya ke arah Dimas.

__ADS_1


"Baiklah, waktu telah tersetting dengan benar sekarang waktunya membawa pria itu untu mendekat sehingga dapat menangkap Wanita Pembuat Masalah ini." ucap Dimas sambil memasukkan kembali Jam Arlojinya dan kemudian berjalan menuju James dan mengangkatnya menuju posisi yang cukup idel untuk menangkap Liliana tepat waktu.


"Srak!"


Dimas yang merasa jika semua yang dilakukannya telah sesuai langsung memegang Jam Arloji yang ada di tangannya dan menekannya sehingga waktu pun kembali berputar seperti semula.


Sama seperti rencana yang telah dibuat oleh Dimas, James menangkap Liliana tepat waktu sebelum Liliana jatuh ke lantai dan menarik Liliana menjauh agar tidak terkena tumpahan Wine.


Liliana yang terjatuh pun menutup matanya dan menempelkan kepalanya ke dada James yang difikir adalah Dimas yang telah menangkapnya tapi kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi langsung membuat Liliana menjauh dan mendorong James setelah mendengar James berbicara hingga membuat Liliana jatuh menabrak meja dan terkena tumpahan Wine yang mengalir dari meja yang ditabraknya.


"Lili, apa kau baik-baik saja?" tanya James yang wajahnya memerah karena sikap Liliana yang menempelkan kepalanya ke dadanya dengan nada khawatir dan cemas.


"Ah! Pergi!" teriak Liliana yang langsung mengangkat kepalanya dan mendorong James menjauh sehingga membuat liliana jatuh menabrak meja.


"Agh!" teriak LIliana yang kesakitan.


"Prang!"


"Syur!"


"Tes! Tes! Tes!"


"Argh!" teriak Liliana yang langsung berlari menuju kamar mandi tanpa memperhatikan penampilannya yang seperti orang gila.


Walikota yang melihat yang terjadi langsung berlari mengejar putri kesayanganya dan mencoba melindunginya bahkan Walikota memberikan ancaman yang membuta semua yang hadir terdiam.

__ADS_1


"Tidak ada yang boleh menyebarkan kejadian ini jika ada yang melakukannya aku pastika hidup dan bisnisnya tidak akan tentang di kota ini!" ancam Walikota dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam serta keringat yang mengalir ke pipinya.


#Bersambung#


__ADS_2