
Dimas yang tidak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik pun kehilangan kendalinya dan akhirnya menabrak sebuah pohon besar dan membuat bagian depan mobilnya hancur.
Dimas yang mengalami kecelakaan tidak bisa menghindari hal buruk yang terjadi padanya pun mencoba mengambil Jam Arloji yang ada di dalam saku celananya.
Namun saat Dimas memeriksa saku celananya, Jam Arloji tersebut tidak ada di sana dan ternyata berada di dalam tas yang ada di sampingnya.
“Agh! Aku lupa! Pak Antoni meletakkan Jam Arlojiku di dalam Tas! Aku harus mengambilnya sekarang!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang kesakitan dengan darah yang terus mengalir keluar dari dahinya.
Lalu tiba-tiba handphone Dimas berdering membuat Dimas melihat orang yang menghubunginya dan mengetahui yang harus dilakukannya.
“Aku mengalami kecelakaan! Cepat datang kemari!” ucap Dimas dengan singkat kepada Edo yang menyampaikan berita bahwa dirinya telah sampai.
Edo yang mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan itu pun langsung mengendarai mobil yang menjemputnya bersama Ketua Ma yang pulang bersamanya.
__ADS_1
“Kita harus pergi sekarang! Tuan muda mengalami kecelakaan dan membutuhkan bantuan kita sekarag!” ucap Edo dengan nada suara yang tegas kepada Ketua yang berdiri di sampingnya sambil melemparkan kunci kepada Ketua bermaksud memerintahkannya untuk menyetir.
Sementar itu, Dimas yang melihat asap sangat banyak keluar dari dalam mobilnya pun menyadari jika asap telah menjalar masuk ke dalam mobil tempatnya berada.
Dimas yang panik pun menggenggam Jam Arloji miliknya dan mencoba keluar dengan cara memecahkan kaca mobil karena mobilnya tidak bisa dibuka dari dalam.
Dimas yang memecahkannya mobil pun harus menahan rasa sakit saat tangannya harus terkena pecahan kaca dan bergerak dengan sangat cepat untuk dapat keluar dari dalam mobil.
“Terbukalah! Kumohon! Terbukalah!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang penuh harap dengan nada suara kesakitan.
Dimas yang merasa jika dirinya bisa bersantai sebentar sambil menunggu bantuan datang untuk menolong dan menjempunya tiba-tiba beberapa orang berbaju hitam datang ke hadapan Dimas.
Dimas yang melihat empat orang sedang memegang pisau, pedang, celurit dan bahkan sebuah golok di tangannya pun mulai merasa waspada.
__ADS_1
“Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata waspada dan nada suara yang keras dan tinggi.
“Orang yang akan meninggal tidak harusnya mengetahui siapa kami. Kau hanya perlu tau bahwa nyawamu tidak akan ada lagi nantinya!” ucap salah satu pria dengan pakaian hitam dan masker hitam dengan niat yang membunuh.
Tepat setelah mengatakan itu, semua orang mencoba mengepung Dimas dan menghajarnya tapi Dimas yang ternyata telah kembali ke kenyataan tidak melupakan keuntungan yang dimilikinya semenjak pindah dari masa lalu ke masa depan.
Dimas yang menggunakan keberentungannya pun memasukkan tangannya ke dalam saku celana diam-diam dan saat keempat bergerak secara bersamaan menghajarnya, Dimas pun menekan tombol yang ada di Arlojinya dan dalam waktu singkat semua orang yang menyerang Dimas berhenti di udara.
Dimas yang melihat semua orang melayang di udara pun menyadari jika semua seperti yang diinginkannya.
“Waktu telah berhenti! Jadi sekarang adalah saatnya menghabisi mereka semua dan mencari tau siapa yang telah merencanakan ini semua!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam yang melupakan rasa sakit dan darah yang terus mengalir di tangannya.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang akan dilakukan Dimas pada orang-orang yang menyerangnya? Lalu cara apa yang akan ditempuh Dimas untuk mengetahui orang yang telah melakukan rencana pembunuhan untuknya? Tebak di kolom komentar ya..