CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 28. Penyelamatan III


__ADS_3

Dimas yang memang sudah sangat geram dengan kedua penculik itu ingin sekali memukul keduanya tapi Dimas mencoba menahan diri dan membiarkan Arabella yang melakukannya karena Dimas sangat tau jika Arabella adalah orang yang lebih ingin menghajar dan menghabisi dua orang yang ada di depannya.


Arabella yang penasaran dengan wajah pelaku pun menarik paksa masker dari kedua penculiknya. Setelah terbuka tak ada satu wajah pun yang dikenali oleh Arabella. Arabella yang bingung alasan keduanya menculik dirinya bahkan berencana untuk membunuhnya.


"Siapa kalian? Kenapa kalian menculikku dan berencana membunuhku?" tanya Arabella geram.


Kedua orang itu pun tertawa terbahak-bahak setelah mendengar pertanyaan dari Arabella. Mereka masih menganggap Arabella adalah wanita lemah dan tak berdaya tapi mereka tidak tau jika terdapat sisi menyeramkan yang tidak boleh dibangunkan jika tidak ingin sengsara di dalam diri Arabella.


Arabella yang kesal karena merasa di permainkan pun mengambil balo kayu yang tadi digunakannya untuk membuat kedua penculik itu pingsan lalu memukulkan balok kayu itu ke kepala salah satu penculik dengan sangat keras hingga membuat penculik itu mengeluarkan banyak darah dari kepalanya.


Dimas yang melihat apa yang dilakukan Arabella bersikap biasa saja dan santai lalu berjalan ke arah penculik itu dan memeriksa denyut nadinya.


"Dia telah meninggal!" ucap Dimas datar.


Setelah mendengar hal itu, salah satu penculik yang masih hidup menjadi sangat terkejut mendengar kematian rekannya. Sementara Arabella yang telah melihat keanehan pada raut wajah penculik menggunakan momen ini untuk menekan penculik itu.


"Apa sekarang kau juga tidak ingin mengatakan sesuatu? Apa kau fikir aku adalah gadis kecil yang lemah yang takut akan darah dan tak akan berani membunuh orang?" tanya Arabella.


"Ka-kau..." ucap Penculik itu terbata-bata.


"Kenapa? Apa kau terkejut? Jadi sekarang katakan siapa yang telah memerintahkanmu melakukan penculikan dan percobaan pembunuhan padaku?" tanya Arabella dengan tatapan tajam.


Penculik itu menjadi takut karena merasakan aura intimidasi dari Arabella. Penculik itu menjadi dilema antara menceritakan siapa yang memerintahkannya dan tetap diam karena kedua pilihan itu memiliki akhir yang sama yaitu kematian.


Dimas yang dari tadi tetap diam dan berdiri di samping Arabella sambil mengawasi keadaan tapi tiba-tiba Dimas melihat gelagat yang aneh pada penculik hingga akhirnya Dimas mengetahui bahwa penculik itu berencana bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya sendiri. Dimas kemudian mencoba menghentikannya tapi gagal karena penculik itu telah lebih dulu memutuskan lidahnya.


Dimas yang melihat kejadian itu segera menatap Arabella karena Dimas yakin jika Arabella pasti sedang sangat marah dan ternyata hal itu benar. Arabella menjadi sangat marah karena tidak akan bisa mendapatkan informasi apapun.


Tak lama kemudian Arabella melihat ke arah Dimas dan menanyakan sesuatu yang membuat Dimas tersenyum tapi malah membuat Arabella semakin bingung.


"Apakah kau akan membenciku dan tidak akan membantuku lagi jika aku juga membunuh penculik ini? Apa kau akan berfikir aku adalah wanita yang kejam dan tidak memiliki belas kasih setelah melihat apa yang aku lakukan?" tanya Arabella.

__ADS_1


"Aku pernah bilang bukan? Aku dan kau adalah suami istri di masa lalu dan kita bereinkarnasi bersama ke masa depan. Bagaimanapun dirimu aku akan tetap menerimanya? Kau yang sekarang dan dulu tak ada bedanya." ucap Dimas penuh keyakinan.


"Apakah aku juga seperti ini di kehidupan yang lalu?" tanya Arabella polos.


"Tidak juga! Kau adalah wanita yang baik, penyayang, hebat dan juga kuat. Kau akan melakukan apapun untuk melindungi orang-orang yang berharga untukmu dan membalas orang-orang yang berbuat jahat padamu dan orang-orang yang kau sayangi. Menurutku itu tidak lah salah." ucap Dimas menguatkan.


Setelah mendengarnya Arabella pun terdiam sebentar lalu melihat ke arah penculik yang terlihat kebingungan mendengar pembicaraan mereka sambil menahan sakit dari perbuatannya sendiri.


"Apakah kau bisa membantuku mencari tau siapa dalang dari semua ini setelah aku juga menghilangkan nyawa penculik ini?" tanya Arabella.


"Tentu saja bisa tapi itu memerlukan waktu." ucap Dimas.


"Aku percayakan itu padamu." ucap Arabella.


Arabella yang awalnya ragu pun akhirnya menjadi yakin. Arabella pun berbalik arah dan mengambil pistol yang awalnya digunakan untuk membunuhnya. Tanpa rasa ragu Arabella pun menekan pelatuk pistol itu dan menembakkannya ke arah penculik.


Peluru itu pun melesat dengan cepat dan mengarah ke jidat penculit. Peluru itu pun masuk ke dalam kepala dan membuat penculik itu langsung meninggal di tempatnya.


Keringat dan juga tubuh yang bergetar akhirnya mulai terlihat dengan jelas. Arabella tidak menyangka jika dirinya saat ini telah membunuh dua orang sekaligus.


"Ini bukan salahmu? Kau hanya mencoba membela diri dan berusaha melindungi dirimu. Jadi tenanglah ada aku disini." ucap Dimas menenangkan.


Arabella yang mendengar ucapan Dimas langsung menangis dengan kencang seolah kata-kata itu lah yang sangat ingin didengarnya saat ini. Arabella kemudian memeluk Dimas dengan erat dan meluapkan semua emosinya.


Dimas tau jika ini adalah hal yang sangat sulit dilakukan oleh seorang gadis muda yang tidak pernah terfikirkan olehnya untuk memiliki tujuan yang sulit yaitu membalaskan dendam kematian kedua orangtuanya.


Dimas pun mengajak Arabella keluar dari Gedung Pabrik itu tapi tiba-tiba ada sekelompok orang yang datang. Arabella yang tidak mengenali orang-orang itu menjadi takut tapi Dimas yang mengenali mereka semua sebagai orangnya pun menjelaskan itu pada Arabella.


"Jangan takut! Mereka ada di pihak kita. Mereka semua adalah anak buahku yang dikirim untuk menjadi bala bantuan untuk kita." ucap Dimas.


Arabella yang mengerti pun mengangguk. Dimas yang tau jika Arabella sudah tidak nyaman lagi berada di dalam gedung pun memutuskan untuk segera pergi dari sana tapi sebelum itu Dimas memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membersihkan mayat kedua penculik itu lalu mencari informasi tentang keduanya serta mencari tau siapa dalang dari penculikan itu.

__ADS_1


Sementara sisanya ditugaskan oleh Dimas untuk mengiringi kepulangan mereka agar Arabella merasa lebih aman.


Selama perjalanan, Arabella tidak mengatakan sepatah kata pun sehingga membuat Dimas memulai pembicaraan terlebih dahulu.


"Jangan khawatir semua sudah aman sekarang. Tidak akan ada yang akan menyakitimu." ucap Dimas.


"....." Arabella diam.


"Apakah kau mau pulang bersamaku? Maaf, aku tidak bermaksud mengambil kesempatan dalam kesempitan tapi aku bertanya seperti ini karena mengingat rumahmu sudah tidak aman lagi atau kau punya tujuan lain yang ingin kau tuju. Aku bisa mengantarmu kesana." ucap Dimas.


"Tidak ada! Aku sekarang adalah anak yatim piatu." ucap Arabella.


"Apakah kau mau tinggal di rumahku untuk sementara ini?" tanya Dimas.


"Baiklah." ucap Arabella.


Dimas yang mendengar perkataan Arabella menjadi sangat senang dan juga gembira. Dimas tidak menyangka jika Arabella mau tinggal bersamanya. Dimas pun segera menghubungi Kepala Pelayan yaitu Pak Antoni untuk segera menyiapkan satu kamar yang sangat spesial untuk Nona Muda Masa Depan mereka dan tak lupa memerintahkan Pak Antoni untuk menyiapkan makan malam yang lezat untuk menyambut kedatangan Arabella.


Namun, tiba-tiba Dimas yang sedang menyetir dengan perasaan bahagia dikejutkan dengan permintaan yang diajukan oleh Arabella.


"Apakah kau akan tetap mencintaiku meskipun kau tau jika aku adalah anak yatim piatu?" tanya Arabella.


"Tentu saja!" ucap Dimas tanpa keraguan sedikitpun.


"Kalau begitu, nikahi aku!" ucap Arabella.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..


🥰😍😘😚

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2