
Tetua Ma yang mengalami kekalahan yang sangat pahit pun terpaksa harus berlari menuju tempat Dimas berada bersama Anggotanya yang lain hingga bantuan yang dikirimkan oleh Edo datang.
⁷Setelah berjalan selama hampir setengah jam akhirnya Edo pun sampai bersama truk dan juga beberapa orang lainnya.
Ketua Ma yang merasa sangat bersalah pun maju ke depan menghadap Edo dan membungkukkan kepalanya dan siap menerima hukuman.
"Bos, maafkan saya! Saya telah gagal dalam melaksanakan misi kali ini! Saya siap menerima hukuman apapun yang diberikan!" ucap Ketua Ma dengan ekspresi wajah yang bersalah dan tatapan mata yang penuh penyesalan.
Edo yang mendengar perkataan Ketua Ma pun berjalan maju dan menepuk punggung Ketua Ma lalu mengatakan sesuatu dengan suara yang tegas.
"Kau masih belum gagal. Misi ini belum berakhir. Kau masih bisa membalikkan keadaan dan membalaskan dendam Anggotamu yang lain yang telah gugur! Jangan menyerah!" ucap Edo dengan nada suara yang tegas dan nada suara yang terdengar penuh keyakinan dan percaya diri.
"Kau tidak akan lepas dari hukuman tapi hukuman karena telah memberikan kerugian yang tidak sedikit dalam misi kali ini tapi kau masih belum gagal! Ingat itu baik-baik!" ucap Edo lagi yang kemudian berbalik ke tempatnya kembali.
Ketua Ma yang mendengar ucapan Edo pun mengangkat kepalanya dan menjawab dengan suara yang lantang.
Edo yang melihat jika semangat antara orang- orang yang awalnya layu telah kembali lagi pun menjadi sangat senang.
"Ayo bergerak cepat! Kita harus bisa sampai lebih awal!" teriak Edo dengan sangat keras yang membuat semuanya bergegas masuk ke dalam mobil truk.
Edo yang berada di kursi depan di samping supir pun memberikan aba-abanya dan semua supir pun melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan tinggi.
Tak butuh waktu lama akhirnya Edo dan yang lainnya pun hampir sampai ke tempat tujuan.
Edo yang bisa memantau keadaan yang terjadi di Halaman Kediaman Keluarga Arthama Jaya dengan menggunakan Drone!
Edo yang mengambil alih perintah sebagai Komandan tertinggi pun memberikan tugas kepada semua Anggota satu per satu.
"Kelompok Satu, pergi ke sayap kanan dan habisin kelima Penjaga disana secara diam-diam!" ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang jelas.
"Kelompok Dua, pergi ke sayap kiri dan habisin seluruh Penjaga yang berjaga dengan sangat rapi dan jangan meninggalkan bukti apapun." ucap Edo dengan tatapan mata uang yang sangat tajam.
__ADS_1
"Kelompok Tiga, Kelompok terakhir! Maju ke depan dan hajar semua orang yang berjaga di luar tanpa bersisa!" ucap Edo yang mengakhiri perintahnya.
Setelah mendengar perintah dari Edo, ketiga kelompok tersebut pun langsung bergerak dengan sangat cepat menghabisi semuanya.
"Siap laksanakan!" teriak ketiga kelompok secara bersamaan dengan nada suara yang kompak dengan suara yang rendah karena tidak ingin ketahuan masuh.
Anak Buah Pak Bambang gang tidak sadar jika sedang diserang oleh Kelompok Dimas pun menjadi terkejut dan bersiap melakukan posisi bertahan.
Mike dan Alex yang mendengar suara orang yang sedang saling menghukum pun bergerak ke sumber suara dan mencari tau yang telah terjadi.
"Ada apa ini? Kenapa berisik sekali di luar? Apakah orang-orang tersenut telah kembali?" tanya Mike dengan nada suara yang penasaran.
"I don't know. Let's see it!" ucap Alex yang langsung berdiri dan berjalan mengikuti Mike dari belakang.
Namun di saat keduanya ada di luar pertengkaran sedang berlangsung sehingga membuat Mike dan Alex langsung bergerak mengahajar musuh.
"Sial! Ternyata mereka telah sampai disini! Kita juga harus masuk dan mengalahkan semuanya!" ucap Mike dengan ekspresi wajah yang kesal sambil berbicara pada Alex dengan tatapan mata yang tajam.
"Dasar manusia rendah! Beraninya kau menyebabkan kami mengalami kerugian yang sangat banyak!" teriak Edo dengan suara yang sangat keras.
"Kau harus ku hajar sampai wajahmu tidak berbentuk lagi barulah kau merasakan akibatnya!" ucap Edo dengan suara yang keras lalu memukul wajah Mike dengan sangat kuat.
Mike yang tidak siap pun terjatuh ke tanah tapi meskipun begitu rasa ingin menang membuat Mike langsung berdiri dan melawan.
" Pukulan lemah seperti ini tidak cukup untuk menumbangkanku! Sekarang giliranku untuk membalasmu!" teriak Mike yang telah terbangun rasa kompetisi tidak ingin kalahnya dengan suara yang sangat keras.
Tidak hanya Edo, Ketua Ma yang melihat Alex berdiri di depan matanya pun menghampiri Alex dan menyerangnya.
Pertengkaran antara kedua Anggota tidak terhindarkan lagi dan Ketua Ma yang menyadari jika Alex tidak sekuat yang ada dalam bayangannya pun akhirnya berhasil menghajar Alex hingga kehilangan kesadarannya.
Ketua Ma yang tidak ingin menyia-nyiakan waktu pun menerobos masuk sendirian dan menghajar beberapa musuh yang berjaga di dalam hingga membuat Ketua Ma mengabaikan darah yang keluar dari tangannya.
__ADS_1
"Tunggu aku Tuan Muda! Aku akan membantu segera!" ucap Ketua Ma dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad kuat yang membara di matanya.
Namun, saat Ketua Ma telah berada di Ruang Tamu, Ketua Ma melihat Pak Bambang sedang menodongkan pistol ke arah Dimas.
Ketua Ma yang tidak ingin Dimas terluka karena serangan dari Pak Bambang pun berlari dengan sangat cepat lalu menabrak tubuh Pak Bambang hingga membuat Pak Bambang terpaksa mengubah posisinya.
"Tidak! Tuan Muda!" panggil Ketua Ma dengan suara yang sangat nyaring dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
Peluru yang keluar pun melayang di udara dan berhenti di tembok di samping Dimas.
Dimas yang melihat Peluru itu pun meleset akhirnya membuat Dimas melanjutkan serangan dan menghajar semua Bodyguard yang masih tersisa dengan bantuan Ketua Ma hingga tidak menyisahkan satu orang pun.
Dimas yang melihat di ruangan itu tinggal mereka berempat yang bebas akhirnya pertarungan antara keempatnya pun tidak dapat dihindarkan lagi.
Dimas yang maju melawan Heru pun saling pukul dan menyebabkan pertarungan keduanya seimbang dan belum anda tanda-tanda yang akan menang.
Namun hal itu sangat berbeda dengan pertarungan antara Ketua Ma melawan Pak Bambang. Pertarungan keduanya terlihat berat sebelah dengan Pak Bambang di pihak yang dirugikan.
Pak Bambang yang merasa terpojok pun menjadi sangat frustasi sehingga membuatnya memikirkan cara apapun agar bisa menang dari Ketua Ma.
"Sial! Aku harus memikirkan cara untuk membalikkan keadaan ini!" guman Pak Bambang sambil menahan setiap serangan dalam posisi bertahan.
Di saat Pak Bambang kehilangan konsentrasinya, Ketua Ma yang berpikir dapat membalaskan dendam kematian Anggotanya lainnya pun dapat terbalaskan tidak menyangka jika yang terjadi tidak sesuai dengan yang ada di pikirannya.
"Rasakan pukulanku ini\, b*r*n*s*k!" teriak Ketua dengan nada suara yang keras dan ekspresi wajah menahan serangan.
"Aaarrgghhh!" teriak Pak Bambang dengan suara yang keras yang terjatuh ke lantai dengan pukulan yang mengenai wajahnya.
Pak Bambang yang melihat ada sebuah pistol yang ada di depan matanya pun mengambil pistol tersebut dan mengarahkannya tepat di kepala Dimas yang membuat Ketua Ma menghentikan serangannya.
Bersambung
__ADS_1
Pistol lagi? Apakah Dimas benar-benar akan nenang ataukah kalah? Silahkan tebak di kolom komentar ya..