
Pak Antoni dan Edo yang telah menyelesaikan tugas dari Dimas dengan sangat rapi segera melapor kepada Dimas yang masih duduk di tempatnya menunggu gilirannya untuk memberikan Kata Sambutan.
Dimas yang sudah mendapatkan laporan jika semua telah berjalan dengan lancar dan tidak akan ada lagi masalah yang terjadi tetap merasa cemas dan meminta keduanya untuk terus berjaga dan tetap waspada.
"Jangan lengah! Meski sekarang kita telah berhasil menggagalkan rencananya!" ucap Dimas dengan sorot mata yang tajam meliha ke depan dengan ekspresi wajah yang serius.
Pak Antoni dan Edo pun langsung bergegas pergi meninggalkan tempatnya dan terus berjaga sambil mencari bukti siapa orang yang telah mencoba mengacaukan rencana Dimas.
*Flashback selesai*
Dimas yang telah mengetahui jika orang yang berencana mengacaukan hari bahagianya adalah Heru dan orangtuanya tidak bisa membiarkan Heru mendekati Arabella karena Dimas sudah mengetahui niat buruk yang dimiliki Heru.
Dimas yang melihat Heru mencoba mendatangi Arabella segera berjalan menuju Arabella namun dihadang oleh beberapa orang yang menjadi rekan bisnisnya sehingga membuat Dimas membutuhkan beberapa menit untuk dapat melarikan diri.
Sementara itu, Arabella yang telah menjadi Tunangan Dimas dan menjadi calon Nyonya Muda dari Perusahaan Arthama Jaya Group menjadi sasaran empuk beberapa kelompok orang yang mencoba mencari keuntungan.
Arabella pun terjebak di antara perbincangan yang membuatnya merasa sangat nyaman. Arabella yang tidak menyukai suasana itu memikirkan berbagai cara agar berhasil lolos.
"Selamat malam, Nyonya Arthama Jaya!"
"Saya Rudolf dari Perusahaan Brohmo!"
"Saya adalah Penerus dari Perusahaan Garuda yang terkenal di daerah Jawa!"
"Ah! Selamat malam semuanya tapi maaf saya merasa sedikit pusing dan sepertinya membutuhkan udara segera!" tolak Arabella dengan halus sambil tersenyum lembut yang hanya di balas dengan senyum terpaksa dari orang-orang yang mendekatinya.
"Oh! Baiklah!" ucap salah satunya Penerus Perusahaan Brohmo dengan senyum menggoda sambil melirik ke arah Arabella dan berharap Arabella akan tertarik dengannya.
"Kalau begitu saya permisi sebentar." ucap Arabella yang buru-buru pergi dengan ekspresi wajah yang tidak nyaman sambil memegang kedua lengan tangannya seolah sedang menggigil.
"Orang itu benar-benar tidak tau malu! Dia sudah tau jika aku sudah bertunangan tapi masih saja mencoba menggodaku! Bagaimana kalau aku beri tau Dimas apa yang dilakukannya sekarang? Aku yakin dia pasti akan menyesali perbuatannya." ucap Arabella dalam hati sambil merasakan aura dingin yang ada di belakangnya.
Arabella yang akhirnya berhasil melarikan diri dari orang-orang yang mencoba menjilatnya merasa sangat lega dan dapat bernafas kembali.
"Hah, akhirnya aku bisa sendirian juga. Rasanya sulit sekali bernafas saat dikerumuni banyak orang seperti itu!" gumam Arabella dengan wajah sedih sambil menarik nafas lega sambil melihat ke arah langit sambil meletakkan kedua tangannya bersandar di pagar.
__ADS_1
Namun Arabella yang sedang berdiri sendirian menyangka jika Heru yang berada tidak jauh darinya terus memperhatikan sikapnya dan saat Arabella sendirian Heru pun langsung bergerak menghampiri Arabella dengan senyum misterius.
"Sepertinya banyak hal telah terjadi selama aku tidak ada!" ucap Heru yang sedang berdiri di balik pintu dengan senyum penuh misterius.
"Si-siapa itu?" teriak Arabella yang terkejut dengan keringat yang mengalir di dahinya yang lansung berbalik dan mencari tau siapa yang berbicara dan darimana asalnya.
"Apa kau sudah melupakanku, Bel, Hanya karna telah menjadi Tunangan Dimas Arthama Jaya atau harus aku panggil Calon Kakak Ipar!" ucap Heru dengan nada sinis sambil melihat ke arah Arabella dengan sorot mata yang tajam yang menggambarkan kemarahan yang terpendam.
"Ka-Kau!" ucap Arabella dengan terbata-bata sambil menunjuk ke arah Heru yang sedang berdiri di depannya.
"Aku ingin membalaskan perbuatannya yang telah menabrak kedua orang tuaku dan membiarkannya meninggal di tempat tanpa pertolongan tapi aku masih belum siap bertemu dengannya sekarang." ucap Arabella dalam hati sambil melihat ke arah Heru dengan mata yang penuh dengan kemarahan.
"Jangan menatapku seperti itu! Itu membuatku sakit hati!" ucap Heru dengan nada bercanda sambil tertawa kecil dengan gerakan tangan seolah merasakan sakit yang tidak berdarah dengan meletakkan tangannya di dada.
"Aku harus pergi dari sini sekarang! Aku tidak sudi harus berbagi oksigen dengan pembunuh kedua orang tuaku!" ucap Arabella dalam hati yang kemudian tidak membalas ucapan Heru dan memilih pergi meninggalkan Heru yang masih berdiri di tempatnya.
Namun saat Arabella satu langkah di belakang Heru, Heru langsung menarik tangan Arabella dan menariknya mundur lalu berdiri tepat di depan Heru.
"Srak!"
"Argh!"teriak Arabella yang kaget karena tangannya ditarik dengan paksa oleh Heru.
"Lepaskan! Lepaskan aku!" teriak Arabella yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Heru.
"Lepas! Hmmm, tentu saja tidak. Tangan yang lembut dan indah ini seharusnya selalu digenggam olehku." ucap Heru dengan senyum sinis dan sorot mata yang sangat tajam sambil menggenggam tangan Arabella dan mencoba untuk menciuminya.
Arabella yang merasa sangat jijik dengan apa yang dikatakan Heru membuat wajahnya menjadi merah karena marah. Arabella yang merasa pegangan tangan Heru telah melonggar. Arabella pun mengambil kesempatan untuk melepaskan tangannya dari genggaman Heru lalu menamparnya.
"Srak!"
"Plak!" suara tamparan.
"Kau tidak akan pernah memilikiku dan aku tidak akan pernah menjadi milik orang yang telah membunuh kedua orang tuaku!" ucap Arabella dengan nada sarkastik dan sorot mata yang penuh kemarahan dengan keringat yang mengalir di pipinya.
"Aku memang tidak memiliki buktinya karena semuanya telah dihancurkan olehmu dan kedua orang tuamu tapi percayalah aku akan pastikan jika kau dan kedua orang tuamu akan mendapatkan balasan atas perbuatan kalian!" ancam Arabella dengan mata yanh terbuka lebar dan nada yang sinis sambil menunjuk ke arah Heru.
__ADS_1
"Bukan kau yang menentukan hal itu! Tapi aku! Kau akan tetap menjadi milikku meskipun kau tidak menginginkannya!" ucap Heru yang berjalan menuju Arabella dan mempersempit jarak di antara mereka dengan senyum menggoda.
"Hmm!" gumam Arabella dengan dua tangan dilipat berada di dadanya dengan wajah kesal.
Arabella yang sudah tidak tahan lagi menghadapi Heru pun beranjak pergi dari tempat itu tapi tiba-tiba ada seseorang yang datang menyelamatkan Arabella dari tangan Heru yang ingin menggenggam tangan Arabella kembali.
"Srak!"
"Syut!"
"Ah! Dimas!" ucap Arabella dengan senyum cerah sambil melihat ke arah Dimas yang sedang berdiri di depannya.
Dimas yang datang sambil menggenggam tangan Heru akhirnya melemparnya dengan sangat keras sambil melihat ke arah Heru yang tidak bisa berkata apapun.
"Di-Dimas!" gumam Heru dengan ekspresi wajah terkejut sambil melihat ke bola mata Dimas yang sedang memandangnya dengan sorot mata yang merendahkan dengan keringat yang mengalir ke pipi dan dahinya.
"Apa kau bisa tinggalkan aku dan TUNANGANKU sendiri!" ucap Dimas yang menekankan pada status antara dirinya dan Arabella saat ini dengan sorot mata yang tajam seperti elang.
Heru yang tau jika dirinya tidak akan bisa menang melawan Dimas saat ini hanya bisa menggertakkan giginya dengan kesal karena merasa kalah lalu berjalan menjauh.
Arabella yang melihat Heru telah pergi menjauh menjadi sangat lega tapi Arabella yang masih belum bisa mengendalikan amarahnya dengan ucapan Heru mencoba balas dendam.
Arabella yang mengetahui jika Heru tidak langsung pergi meninggalkannya sendiri pun menggunakan Dimas yang sedang berdiri di hadapannya.
Arabella pun merangkulkan tangannya dileher Dimas dan meletakkan wajahnya dibalik telinga Dimas dengan senyum sinis.
"Heru masih melihat kita. Bantu aku membuatnya merasa panas!" ucap Arabella dengan nada rendah sambil melihat ke arah Heru yang sudah mulai menunjukkan reaksi tidak senang dengan tindakan Arabella.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
Terima kasih
__ADS_1