CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 45. Makan Malam Arabella


__ADS_3

Dimas yang diusir melihat makanan yang telah mendingin di sampingnya segera teringat jika Arabella belum makan apapun sejak tadi siang.


Dimas yang berfikir jika Arabella pasti merasa sangat lapar segera memberi perintah kepada Antoni untuk menyiapkan makan malam lagi untuk Arabella.


"Bawa kembali makanan ini! Dan siapkan makanan lagi yang baru secepatnya!" perintah Dimas dengan tangan di saku celana dengan sorot mata yang tajam.


"Baik, Tuan Muda." jawab Pak Antoni dengan patuh sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda dirinya mengerti.


Pak Antoni yang sangat mengerti keinginan Tuan Mudanya segera memberi instruksi kepada bawahannya untuk segera membawa kembali makanan yang tidak disentuh dan menyiapkan ulang makan malam untuk Nyonya Masa Depannya.


"Bawa kembali makanan tersebut!" ucap Pak Antoni yang kemudian berbalik arah menuju dapur bersama Pelayan lainnya.


Dimas yang sangat perduli dengan Arabella tetap setia menunggu di luar kamar hingga makan malam Arabella datang dengan ekspresi wajah yang tenang dengan kedua tangan ada di dalam saku celana.


Tak butuh waktu lama, Pak Antoni datang bersama beberapa pelayan membawa makan malam Arabella. Dimas yang melihatnya segera meminta semua orang pergi dan meninggalkan makanan itu berada disana.


Dimas yang tau jika Arabella masih belum tidur dan pastinya sedang lapar tapi malu untuk keluar segera mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.


"Tok..Tok..Tok.." suara ketukan pintu.


"Siapa?" tanya Arabella yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya sambil memainkan handphonenya.


"Ini aku Dimas. Apa aku boleh masuk?" tanya Dimas dengan sopan dengan wajah datar dan tanpa ekspresi.

__ADS_1


Arabella yang mendengar perkataan Dimas segera terduduk dan merapikan pakaian dan rambutnya lalu mempersilahkan Dimas untuk masuk.


"Kenapa Dimas kemari lagi? Apa dia ingin mengatakann sesuatu?" ucap Arabella dalam hati sambil membayangkang hal yang terjadi tadi.


"Aaahh... Apa yang sedang aku fikirkan?" ucap Arabella lagi dalam hati sambil menggoyang-goyangkan kedua tangannya ke atas seolah sedang menghapus bayangan adegan yang baru saja terjadi antara dirinya dan Dimas saat salah paham telah terselesaikan.


"Masuklah." ucap Arabella sambil menghela nafas setelah berdamai dengan hati dan fikirannya.


Dimas yang telah mendapatkan izin dari Arabella langsung membuka pintu dan mendorong troli yang penuh dengan makanan dengan senyum wajah yang cerah dan lembut.


Arabella yang melihat Dimas datang dengan membawakan makanan untuknya menjadi bingung. Arabella yang tidak menyangka jika Dimas memikirkannya menjadi sangat tersentuh.


"Hmmm... Bau apa ini? Enak sekali!" ujar Arabella dalam hati sambil mencium bau makanan yang sangat lezat dengan ekspresi wajah yang penuh dengan rasa penasaran.


Arabella yang melihat makanan kesukaannya tersaji di depan matanya tidak bisa menahan dirinya dan langsung menghabiskan makanan-makanan itu tanpa menyisakan apapun.


Sementara itu, Dimas yang melihat Arabella makan dengan sangat lahap menjadi sangat senang dan berencana memberikan bonus kepada koki dan yang lainnya karena menyiapkan makanan yang lezat untuk Arabella.


Dimas yang melihat adanya sisa makanan di mulut Arabella segera mengulurkan tangannya untuk menghapus noda makanan itu. Arabella yang terkejut dengan tindakan Dimas menjadi malu dan tanpa sadar langsung menghabiskan air satu gelas dalam satu tegukan.


"A-Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Arabella yang langsung berhenti makan dengan terbata-bata dengan ekspresi wajah kebingungan.


"Aku hanya mengambil sisa makanan yang ada di pipimu." ucap Dimas sambil menunjukkan sisa makanan yang ada di jari tangannya.

__ADS_1


Dimas yang melihat tindakan Arabella hanya tersenyum dan tidak berani untuk tertawa karena tidak ingin membuat Arabella menjadi semakin malu dan membuat suasana menjadi semakin kaku.


"Ah..." ucap Arabella dengan wajah yang memerah.


Arabella yang melihat Dimas tidak makan apapun langsung menyuapkan makanan ke mulut Dimas. Dimas yang menolak makanan terpaksa memakan makanan itu setelah Arabella memasang wajah sedih yang akhirnya membuat Arabella tertawa senang.


Dalam waktu setengah jam, semua makanan yang dibawa Dimas telah habis dimakan. Dimas pun memanggil Pak Antoni masuk.


"Pak Antoni!" panggil Dimas dengan nada tegas.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda?" tanya Pak Antoni yang sedang berdiri tidak jauh dari Dimas dengan senyum diwajahnya.


"Bersihkan semua ini!" perintah Dimas dengan ekspresi wajah datar dengan satu tangan ada di dalam saku celananya.


Pak Antoni yang sangat mengerti maksud Tuan Mudanya segera memerintahkan bawahannya untuk membersihkan dann membawa semua makanan itu kembali ke dapur.


Dimas yang merasa jika tugasnya telah selesai segera berdiri dan bersiap-siap untuk kembali ke ruangannya tapi Arabella yang tidak ingin ditinggal sendiri menarik lengan baju Dimas dan membuatnya berhenti berjalan.


"Ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Dimas dengan wajah yang penuh rasa penasaran.


"Hmmm... Bisakah kau tetap disini hingga aku tertidur? Aku tidak ingin sendiri." ucap Arabella dengan malu-malu sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah." jawab Dimas dengan senyum cerah diwajahnya sambil mengelus-elus kepala Arabella.

__ADS_1


__ADS_2