
Arabella yang telah membuat keputusan untuk segera pindah tidak dapat diubah oleh Dimas meskipun dirinya telah melakukan banyak hal untuk meyakinkan Arabella hingga akhirnya Dimas mengalah.
"Tidak bisakah kau tetap disini. Aku janji tidak akan ada orang yang akan mengatakan hal buruk apapun tentangmu!" ucap Dimas dengan wajah yang sedih, cemas dan khawatir sambil menggenggam kedua tangan Arabella dan jika cinta bukankah kau harus menghargai dan menghormati keputusan yang telah dibuat oleh orang yang kau cintai itu." ucap Arabella dengan tatapan mata yang kecewa sambil menundukkan kepala.
"A-aku..." ucap Dimas terbata-bata dan terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan Arabella.
"Bukankah kau sudah berjanji akan mengiznkanku pindah. Apa kau akan melanggar janjimu padaku?" tanya Arabella sambil menatap mata Dimas dengan ekspres sedih dan kecewa.
"Kalau begitu semua janjimu yang lain adalah bohong serta ungkapan-ungkapan cinta yang kau katakan padaku selama ini juga palsu." ucap Arabella sambil menarik kedua tangannya dan langsung berdiri membelakangi Dimas yang masih duduk terdiam di kursinya.
"Maafkan aku Dimas. Aku sesungguhnya tidak meragukan perasaanmu tapi aku terpaksa mengatakan ini karena hanya ini caranya agar kau mau melepasku pulang ke rumah orang tuaku. Aku berjanji aku akan selamanya tinggal bersamamu nanti saat aku sudah sah menjadi milikmu baik secara hukum negara maupun hukum agama." ucap Arabella dalam hati dengan satu tangan di dada dengan ekspresi wajah yang sedih.
"Hah, baiklah. Kau boleh pergi dan aku akan memerintah Pelayan membantumu menyiapkan semuanya." ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang pasrah dan tak berdaya.
Arabella yang mendengar pernyataan Dimas pun melompat dan berteriak kegirangan.
"Yeay, terima kasih." ucap Arabella yang lansung melompat dan berbalik memeluk Dimas dengan ekspresi wajah bahagia lalu berbalik berjalan pergi.
"Kau belum menghabiskan makananmu!" ucap Dimas dengan nada sedikit tinggi mengingatkan Arabella dengan makanannya yang masih tersisa sedikit.
"Aku sudah kenyang. Aku akan kembali ke kamarku dan membereskan barang-barangku." ucap Arabella yang senang lalu berlari keluar ruang makan dengan hati cerah.
Dimas yang tertinggal di Ruang Makan memanggil Pak Antoni dan memerintahkannya menyiapkan semua keperluan Arabella.
"Bantu Arabella jika dia membutuhkan bantuan dan jangan memaksanya jika dia tidak mau." ucap Dimas dengan dua tangan diletakkan di saku celananya dengan ekspresi wajah serius dan sorot mata yang tajam.
"Akan saya laksanakan." ucap Pak Antoni sambil menundukkan kepalanya satu kali lalu berbalik dan pergi meninggalkan ruangan.
Dimas yang tidak bisa mencegah perginya Arabella mempersiapkan semua hal untuk keselamatan Arabella saat Arabella jauh darinya lalu kembali bekerja seperti biasanya.
Di tempat yang berbeda, Heru yang tidak bisa menghubungi Mike pun pergi ke rumahnya tapi tidak mendapatkan jawaban apapun setelah memanggil beberapa kali.
"Mike! Mike! Mike!" panggil Heru.
"Kemana anak ini pergi? Aku sudah menghubunginya berkali-kali tapi nomornya tetap sama tidak aktif dan saat akusudah ada disini panggilanku pun tidak ada jawaban!" ucap Heru yang bingung dan kesal dengan ekspresi wajah yang kusut sambil memegang handphonenya mencoba menghubungi Mike lagi.
__ADS_1
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan hubungi beberapa saat lagi!" ucap operator kartu.
"Tut!" suara panggilan terputus.
"Hah!" helaan nafas Heru.
"Aku tidak bisa mendobrak rumah Mike karena dia pasti akan marah dan tidak akan mau kembali bekerja lagi nantinya karena pintunya pasti akan rusak jadi satu-satunya cara adalah membuka pintu ini dengan cara khusus tanpa harus menghancurkan pintu!" ucap Heru dalam hati sambil meletakkan tangannya di dagu seolah sedang berfikir dengan kepala miring ke samping.
"Hah,sepertinya hanya bisa menggunakan cara itu lagipula Mike pasti ada di rumahnya sekarang karena mobilnya terparkir cantik di bawah kanopi." ucap Heru sambil melihat ke arah mobil Mike yang sedang terparkir di bawah kanopi dengan ekspresi wajah yang serius.
Heru pun memerintahkan beberapa orang untuk berjaga agar tidak ada orang yang mencoba mengintip apa yang dilakukannya dan memerintahkan seseorang yang mengikutinya untuk membuka pintu rumah Mike tanpa merusaknya.
"Buka pintunya dan jangan sampai pintunya rusak lalu sisanya jaga di depan!" perintah Heru dengan sorot mata yang tajam dan gelap.
Semua orang pun bergerak sesuai dengan aba-aba Heru dan tidak melakukan kesalahan sedikit pun lalu tak butuh waktu lama, pintu rumah Mike pun terbuka setelah terdengar suara "Klak!" dari arah pintu rumah.
Heru pun melangkah masuk tapi tidak rumah sangat lah gelap dan tiba-tiba lampu menyala dengan sendirinya ternyata salah seorang Bodyguard bereaksi cepat mencari sakelar lampu dan menghidupkannya.
"Tik!" lampu hidup.
Heru pun masuk ke dalam rumah dengan pelan dan hati-hati hingga akhirnya menemukan Mike yang sedang tertidur dalam posisi berantakan dan hanya memakai celana boxer dengan air liur yang berlarian kemana-mana.
"Hah, dasar kebo! Sudah dipanggil berkali-kali ternyata dia tertidur dengan sangat nyenyak seperti orang mati!" umpat Heru yang kesal saat melihat Mike yang tertidur dengan sangat pulas dan tak menghiraukan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Heru yang emosi pun menuangkan air minum ke dalam gelas dan menyiram wajah Mike dengan air itu hingga membuat Mike langsung berdiri dan bertingkah aneh.
"Byurrr!" suara air jatuh.
"Maling! Maling! Maling!" teriak Mike yang terkejut dan langsung berdiri di atas ranjang sambil memperagakan gerakan silat dengan mata setengah terpejam.
"Apa kau masih belum sadar?" tanya Heru yang kesal dengan ekspresi wajah yang datar dan sorot mata yang sinis sambil melihat ke arah Mike yang membatu di tempatnya.
"Eh, Tuan Muda!" ucap Mike yang terkejut dengan mata dan mulut yang terbuka lebar dengan gerakan seolah sedang menghajar musuh.
Heru yang akhirnya mendapatkan kembali kesadarannya pun langsung duduk di tempat tidurnya dan ingin bertanya tapi langsung dihentikan Heru.
__ADS_1
"Hah, Tuan Muda, Bagaimana kau..." ucap Mike yang langsung terhenti karena Heru langsung memotongnya.
"Jangan bicara dulu! Nafas dan tubuhmu itu sangat bau sebaiknya kau segera ke kamar mandi dan membersihkan dirimu. Aku akan pergi ke ruang tamu dan menunggumu disana." ucap Heru yang berjalan keluar kamar Mike menuju Ruang Tamu meninggalkan Mike yang masih bingung.
Mike yang mendengar perkataan Heru pun mencium bau nafas dan bau tubuhnya dan menyadari jika dirinya benar-benar bau dan harus segera mandi.
"Hmmm, oekkk!" ucap Mike yang muntah tanpa mengeluarkan sesuatu dari dalam perutnya dengan ekspresi wajah yang buruk.
Mike pun berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Sedangkan, Heru yang ada di ruang tamu berjalan mengelilingi seisi sudut sambil melihat beberapa kenangan foto masa kecil mereka.
"Hah, tak disangka ternyata hubungan persahabatan ini sudah berjalan sangat lama!" ucap Heru sambil melihat sebuah foto dua orang anak kecil yang sedang duduk di rumput dengan pakaian penuh dengan noda tanah dengan pakaian olahraga.
Di saat bersamaan, Mike yang sudah selesai mandi melihat Heru memegang foto masa kecil mereka dan mendengar ucapan Heru sedikit perasaan sedih muncul di hati Mike.
"Sudah sangat lama, Tuan Muda! Waktu berjalan lebih dari dua puluh tahun." ucap Mike dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih dan sorot mata yang senduh.
Heru yang menyadari Mike telah keluar pun berbalik dan terdiam sesaat lalu mengatakan tujuan kedatangannya.
"Kembalilah! Tuan Mudamu ini tidak akan bisa melakukan apapun tanpa sahabatnya!" ucap Heru dengan ekspresi wajah yang hangat dan sorot mata yang sedih sambil tersenyum miris.
"Tuan Muda!" teriak Mike dalam hati sambil mengeluarkan air mata haru dan seketika ingatan tentang sikap Bu Selena kepadanya hanya menjadi angin lalu yang tidak berharga.
"Baik, Tuan Muda!" ucap Mike sambil mengusap air matanya yang keluar sedikit dengan ekspresi wajah terharu menatap Heru.
Heru yang senang tidak kehilangan sahabatnya pun berjalan menghampiri Mike dan memeluknya layaknya seorang sahabat.
"Welcome back my partner in crime!" ucap Heru dengan senyum puas sambil memegang kedua bahu Mike dengan penuh percaya diri.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
Terima kasih
__ADS_1