CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 156. Sampai di Kota A


__ADS_3

Dimas yang telah mendapatkan informasi dengan pasti bahwa dalang dari semua yang terjadi pada Kecelakaan Pesawat adalah Pamannya dan Sepupunya pun bertindak tanpa ragu.


"Hmmm, karena Paman dan Sepupuku telah bergerak untuk membunuhku maka aku juga harus bergerak untuk menghancurkan mereka!" gumam Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan senyum jahat di wajahnya.


Dimas yang tidak bisa kembali ke Kediamannya karena khawatir akan membuat mata-mata yang ada melaporkan keberadaan Dimas pun memiih tinggal di salah satu Apartemen Pribadi yang tak diketahui banyak orang kecuali Pak Antoni dan Edo.


"Hah akhirnya sampai juga. Lelah juga harus menyamar seperti ini!" gumam Dimas sambil melepaskan topi dan jaket yang dipasang seharian dengan ekspresi wajah yang lelah sambil melemparkan tubuhnya ke tempat tidur.


"Aku tidak ingin orang-orang itu menang dengan mudah. Aku akan membuat mereka merasakan akibat perbuatannya." ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang penuh dengan emosi dan tangan yang terkepal dengan sangat erat.


Dimas yang sangat merindukan Arabella tidak menghubunginya karena dirinya khawatir jika tindakannya itu akan mempengaruhi rencana balas dendam yang telah dibuat olehnya sehingga Dimas pun hanya bisa menghela nafas panjang saat harus terpaksa menyembunyikan kenyataan yang ada kepada Arabella.


"Maafkan aku, Bel! Aku tidak bermaksud untuk melakukan ini. Aku harap kau tidak marah dan menyalahkanku karena aku tidak mengatakan apapun saat kau sendiri dalam kesedihan!" ucap Dimas dengan suara yang rendah sambil melihat foto Arabella yang ada di dalam handphonenya.

__ADS_1


Sementara itu, Edo yang langsung pergi menyelinap menuju Bandara setelah berhasil keluar dari dalam Truk pun menaiki Pesawat Bisnis dengan tujuan Kota A ternyata telah sampai dengan sangat cepat dan dalam keadaan selamat.


"Akhirnya aku sampai juga. Sangat tidak mudah perjuanganku sampai kemari. Aku memang hebat!” ucap Edo pada dirinya sendiri sambil berjalan keluar dari Pesawat sambil menarik koper miliknya.


“Aku sudah ada di sini. Sudah saatnya aku membereskan tikus-tikus pengganggu itu. Aku akan membebaskan Perusahaan Tuan Muda bebas dari Tikus busuk! Jangan panggil aku Master Edo yang serba bisa, jika aku tidak bisa menjatuhkan semuanya!” ucap Edo dengan suara rendah dan tatapan mata yang tajam serta ekspresi wajah yang penuh percaya diri.


Edo yang telah berada di luar bandara pun menaiki taksi yang sedang kosong menuju ke salah satu Hotel yang terbaik menurut Edo.


“Antarkan aku ke Hotel dengan fasilitas yang lengkap dan pelayanan yang sangat baik!” ucap Edo kepada Supir yang sedang duduk di kursinya dengan senyum yang ramah.


“Kita sudah sampai, Nona. Ini adalah Hotel yang terbaik yang saya ketahui selama menjadi taksi!” ucap Supir tersebut dengan senyum yang sangat ramah dan nada suara yang bersahat


Edo yang ingin membuat kejutan yang sangat mengejutkan keesokan paginya pun menghubungi Ketua Ma.

__ADS_1


“Apakah kau sudah mengurusi Keluarga orang-orang yang bertanggung jawab atas kerugian dari Perusahaan dalam jumlah Milyaran?” tanya Edo dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.


“Sudah, Bos! Semua sudah disiapkan dengan sangat baik untuk besok karena saya sendiri bersama rekan terbaik saya yang akan mengawal dan menjaga Bos saat sampai di Perusahaan Cabang A!” ucap Ketua dengan penuh percaya diri.


Edo yang sangat lelah pun merasa sangat senang karena akirnya dirinya dapat menikmati menu makanan terbaik yang ada di Penginapan itu lalu tiba-tiba Edo melihat sebuah berita penting tentang Kecelakaan Pesawat yang seharusnya ditumpangi dirinya dan Dimas di Televisi.


"Hmmm! Kata-kata Pembawa Berita ini sangat pedas! Dia bahkan dengan sengaja menyeret nama Ahli Waris Group Arthama Jaya!” gumam Edo dengan ekspresi wajah yang tersenyum sinis.


“Tidak disangka! Cepat sekali berita ini tersebar dan aku yakin malam ini akan menjadi berita yang sangat menghebohkan nantinya." ucap Edo dengan senyum sinis dan tatapan mata yang tajam.


Di sisi lain, Heru yang telah berada di Indonesia bersama Sahabatnya Alex merasa sangat senang karena telah berhasil menyingkirkan Dimas selamanya.


“Aku akan segera mengambil alih Perusahaan Keluarga Athama Jaya Group dan setelah itu aku yakin, Arabella pasti akan dengan senang hati menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukanku!” ucap Heru yang sedang berdiri dengan ekspresi wajah yang serius saat mendengarkan Berita yang sedang dibacakan oleh Pembawa Berita.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2