CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 166. Penyebaran Berita Kecelakaan


__ADS_3

Arabella yang mengatakan semuanya kepada Dimas tentang semua yang telah terjadi menjadi sangat marah.


“Sial! Aku tidak menyangka jika Wanita Tua itu akan melakukan itu padamu tapi wanita itu memang pantas mendapatkan hal itu!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Sebenarnya, Bu Selena adalah orang yang telah memasukkan ke Penjara jadi aku sangat tau jika Bu Selena memilki pemikiran yang sama dengan Heru dan Ayahnya.” Ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang sedih sambil mengingat hal buruk yang terjadi padanya.


Dimas yang tidak ingin melihat Arabella bersedih pun mencoba untuk membuat Arabella melupakan semua ingatan buruknya.


“Jangan memikirkan hal buruk karena itu tidak akan ada manfaatnya. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk membalas mereka! Aku akan membantumu menunjukkan wajah asli Bibiku kepada semua orang!” ucap Dimas dengan senyum jahatnya.


Dimas yang telah mengetahui semua hal buruk yang dilakukan Bu Selena pun menggunakan Badan Inteligent Khusus untuk menyebarkan informasi tentang kecelakaan yang terjadi pada Bu Selena.


Tidak hanya itu, Dimas juga membuat semua orang mengetahui tujuan utama Bu Selena yang ingin menabrak Arabella tapi justru dirinya sendiri yang mengalami kecelakaan.

__ADS_1


Berita tersebar dengan sangat cepat hingga Pak Bambang dan Heru tidak bisa mengendalikan berita yang telah menyebar karena terlalu fokus untuk pengobatan Bu Selena.


“Bagaimana keadaan Bibiku tersayang? Sepertinya aku harus datang ke Rumah Sakit dan menjenguk?” sindir Dimas dengan senyum jahat di hadapan Pak Antoni yang berdiri di hadapannya.


“Itu akan lebih untuk citra Tuan Muda di hadapan Masyarakat.” Ucap Pak Antoni dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang datar sambil meletakkan kopi hitam di atas meja kerja Dimas.


“Hmm, yang kau katakan itu sangat benar. Kalau begitu, tolong siapkan parcel dan juga mobilnya. Aku ingin segera menemui Paman dan juga Sepupuku tersayang!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang jahat.


Sementara itu, Pak Bambang dan Heru yang berada di ruangan lain di samping tempat Bu Selena dirawat menjadi sangat kesal saat mengetahui bahwa Berita Kecelakaan yang dialami Bu Selena tersebar luas.


“Tidak! Bagaimana mungkin Ibu memiliki niat buruk seperti itu kepada, Arabella?” ucap Heru dengan suara yang keras sambil melempar surat kabar yang ada di tangannya ke lantai dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah.


“Apa maksud ucapanmu? Apakah kau masih menyukai wanita rendahan itu?” tanya Pak Bambang dengan ekspresi wajah yang sinis dan kata yang kasar.

__ADS_1


“Ayah! Arabella bukanlah wanita rendahan. Aku mencintainya!” teriak Heru dengan suara yang keras sambil memukul dadanya menunjukkan kesungguhannya.


Pak Bambang yang kesal mendengar perkataan Heru pun menampar wajah Heru dengan sangat keras hingga membuat Heru terkejut.


“Diam! Apakah kau masih belum bisa sadar juga? Apakah kau lebih memilih wanita itu daripada Ibumu? Ibumu! Wanita yang sudah melahirkan dan membesarkanmu sedang dalam keadaan kritis dan kau malah memarahinya karena kau wanita yang tidak mencintaimu tapi mencintai Sepupumu, Dimas!” teriak Pak Bambang dengan sangat keras menampar Heru dari ilusi yang ada di kepalanya.


Heru yang mendengar perkataan Pak Bambang pun menoleh ke samping dan menatap Bu Selena yang sedang terbaring di dalam sebuah ruangan sendirian dengan bantuan alat untuk bertahan hidup.


“I-Ibu!” panggil Heru dengan ekspresi wajah yang sedih dengan nada suara yang parau serta tatapan mata kesedihan.


#Bersambunga#


Apa yang akan terjadi saat Dimas datang ke Rumah Sakit menemui Bu Selena? Apakah Bu Selena akan sadarkan diri? Tebak di kolom komentar ya

__ADS_1


__ADS_2