CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 27. Penyelamatan I


__ADS_3

Dimas yang tidak terlalu jauh dari Gedung Pabrik yang tidak terpakai itu melihat ada sebuah mobil terparkir disana. Dimas yang tidak ingin ketahuan memakirkan mobilnya cukup jauh.


Dimas kemudian turun dari dalam mobil membawa sebuah pistol yang diletakkannya di saku pinggangnya. Dengan lampu penerangan yang berasal dari ponselnya, Dimas pun berjalan dengan percaya diri. Tak lupa Dimas memegang Jam Arloji yang tersimpan di saku celananya untuk bersiap menghentikan waktu jika dirinya tiba-tiba ketahuan.


Dimas yang tidak ingin membuang waktu pun berjalan dengan cepat hingga dalam hitungan beberapa tarikan nafas telah berada di dekat mobil yang terparkir di Gedung Parkir.


"Mobil ini! Benar, mobil ini sama seperti mobil dari dua orang yang mencurigakan itu. Aku yakin orang itu pasti ada di dalam Gedung ini. Semoga saja perasaankh tidak salah dan Arabella benar ada disini." ucap Dimas.


Dimas pun berjalan dengan hati-hati agar tidak menginjak sesuatu yang dapat membuat dua orang yang ada di dalam mengetahui keberadaannya.


Dimas yang telah berada di depan pintu Gedung Pabrik samar-samar mendengar suara tangisan seorang gadis muda dan suara dua orang Pria dewasa yang sedang berbincang.


Dimas yang semakin penasaran mencoba membuka pintu Gedung Pabrik tapi sayang pintunya terkunci dari dalam. Dimas yang takut jika gadis itu benar-benar Arabella tanpa fikir panjang menghentikan waktu selama lima menit dan membuka pintu Gedung Pabrik dengan paksa sebelum waktu yang berhenti itu kembali berputar.


Dimas memang bisa menghentikan waktu tapi waktu yang bisa dihentikannya hanya selama 30 menit perhari. Tak hanya itu, Dimas juga tau jika ingin mengulang lagi waktu, dirinya hanya bisa mengulang waktu paling jauh adalah 1 jam yang lalu karenanya Dimas berusaha memanfaatkan kemampuannya semaksimal mungkin.


'Aku harus bergerak cepat. Aku sangat yakin jika itu adalah suara tangis Bella. Aku tidak boleh menyia-nyiakan waktuku. Ini lebih baik daripada tidak memiliki kemampuan apapun.' fikir Dimas.


Setelah 5 menit berlalu dan Dimas telah berada di dalam Gedung Pabrik. Dimas pun masuk ke dalam Gedung dengan hati-hati dan menyusuri setiap tempat.


Tak butuh lama akhirnya Dimas menemukan tempat keberadaan orang-orang yang dicarinya. Dimas melihat ada seorang gadis muda yang sangat dikenalinya sedang terduduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat.


Dimas yang dapat melihat dengan jelas jika orang yang terikat itu ada Arabella menjadi sangat marah. Dimas yang ingin sekali segera membebaskan Arabella dan menghabisi dua orang pria yang telah menculik Arabella harus menahan diri sementara waktu karena Dimas ingin sekali mengetahui siapa orang yang telah mengirim mereka.


'Aku harus mencari tau siapa yang telah merencanakan ini dan mencoba untuk membunuh Bella. Meskipun aku sudah bisa menebaknya tapi aku harus mendapatkan kepastiannya.' ucap Dimas dalam hati.


Di saat yang bersamaan, Arabella yang sangat ketakutan tak bisa berhenti menangis dan menghentikan air matanya yang terus mengalir. Disaat seperti ini, Arabella tidak tau apa yang terjadi pada dirinya, dirinya hanya ingin bertemu dan melihat wajah Dimas sekali saja sebelum kematian menjemputnya.

__ADS_1


Dua orang yang menculik Arabella itu pun saling berpandangan dan saling memberi kode siapa yang akan melakukan pekerjaan terakhir mereka yaitu mengakhiri nyawa Arabella lalu membuangnya hingga tanpa meninggalkan jejak ataupun bukti satu pun.


Setelah diputuskan akhirnya, Pria yang sedang duduk itu pun berdiri dan menarik pistol yang ada di pinggangnya sementara pria yang satunya berjalan maju dan duduk di tempat pria yang awalnya duduk sambil melihat detik-detik kematian Arabella.


Arabella yang melihat sebuah pistol yang diarahkan kepadanya membuatnya semakin takut. Arabella yang berharap tidak merasakan sakit sedikit pun memejamkan matanya.


Pria itu pun tanpa basa-basi segera menarik pelatuk dari pistolnya dan menembakkanya ke arah Arabella. Suara peluru yang keluar dari pistol itu terdengar sangat keras karena keadaan yang sangat sepi.


Dimas yang berada di dekat mereka segera menghentikan waktu saat peluru pistol milik penculik itu terlepas dari pelatuknya. Dimas kemudian bergegas berlari ke arah Arabella dan melepaskan sumpalan mulut Arabella.


Arabella yang mengira telah meninggal terkena peluru pistol merasa jika mulutnya telah terbebas dari sesuatu yang menyumbatnya. Arabella pun membuka matanya perlahan dan sangat terkejut melihat seorang pria yang sangat ingin dilihatnya terakhir kali ada di depan matanya.


"Dimas!" teriak Arabella terkejut.


"Benar ini aku." ucap Dimas sambil bergerak cepat melepaskan ikatan tangan dan kaki Arabella.


"Ba-bagaimana bisa kau ada di sini? Ba-bagaimana kau bisa menemukanku? ..." tanya Arabella yang kebingungan.


Arabella yang melupakan situasinya sebentar karena terlalu kaget melihat keberadaan Dimas akhirnya tersadar kembali. Arabella pun melihat ke arah dua orang yang menculik dan mencoba menembaknya.


"Me-mereka..." ucap Arabella terbata-bata.


"Aku telah menghentikan waktu sementara dan itu tidak akan bertahan lama. Jika kau ingin tau siapa yang mencoba membunuhmu maka kau harus membantuku. Apa kau bersedia?" tanya Dimas.


Dimas pun berdiri setelah melepas semua ikatan di tubuh Arabella. Arabella yang sangat penasaran pun segera mengangguk tanda setuju. Dimas pun mengalirkan pandangannya ke arah sekitar mencari sesuatu yang dapat membuat kedua penculik itu pingsan.


Dimas pun melihat dua batang balok kayu sisa dari puing-puing Pabrik. Dimas pun bergerak mengambil balok kayu itu dan memberikan satu kepada Arabella.

__ADS_1


Dimas pun mengarahkan Arabella ke arah salah satu penculik dan meminta Arabella untuk memukul bagian leher dari kedua penculik itu dengan sangr keras untuk membuat kedua penculik pingsan.


Dimas yang khawatir jika Arabella tidak bisa melakukan tugasnya dengan benar berencana menggunakan kekuatannya untuk menghentikan waktu lalu mengambil alih tugas Arabella.


"Kita akan melakukannya secara bersamaan. Ikuti arahanku dan setelah hitungan ke tiga. Kerahkan seluruh kekuatanmu dan segera pukul lehernya dengan sangat keras. Apa kau mengerti?" tanya Dimas.


"Ya!" jawab Arabella yakin.


"Bagus! Kita mulai. Satu... Dua... Tiga...!" teriak Dimas.


Secara bersamaan keduanya pun memukul leher kedua penculik itu dan dalam keadaan yang tidak sadar dan terkejut. Serangan dadakan yang dilakukan oleh Dimas dan Arabella berhasil membuat kedua penculik itu pingsan dalam sekali pukul.


Arabella yang sangat senang telah berhasil memukul Pria yang menculiknya tak bisa menghentikan rasa bahagianya dengan segera melompat dan mengumpati pria itu.


"Rasakan itu! Terima akibatnya karena telah memiliki fikiran kotor tentangku!" ucap Arabella senang.


Dimas yang melihat tingkah Arabella hanya bisa tersenyum. Dimas pun segera meminta Arabella untuk mencari tali sementara dirinya memindahkan kedua penculik itu duduk di kursi. Mereka berdua pun bekerjasama dengan sangat baik dengan mengikat kedua penculik itu.


Setelah merasa ikatan itu telah terikat dengan sangat keras. Dimas meminta Arabella mengambil botol air minum dan menyiraminya ke wajah dua penculik itu. Arabella yang memang ingin sekali menyiksa kedua penculik itu karena telah menghancurkan rumahnya, menghancurkan foto kedua orangtuanya dan mengambil benda-benda berharga yang ada di dalam rumahnya.


Arabella tanpa belas kasih segera membuka tutup botol itu dan menyiramkan airnya ke wajah kedua penculik itu. Kedua penculik yang terkejut pun segera sadar dan menyadari jika diri mereka sedang terikat di atas kursi. Kedua penculik itu pun melihat ke arah Dimas dan berteriak-teriak meminta untuk dilepaskan.


"Siapa kau? Lepaskan kami!" teriak keduanya hampir bersamaan sambil meronta-ronta.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..

__ADS_1


🥰😍😘😚


Terima kasih**


__ADS_2