CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 157. Kemarahan Pak Antoni


__ADS_3

Arabella yang mendengar kabar Dimas mengalami kecelakaan Pesawat Terbang pun menjadi sangat terkejut dan langsung meneteskan air mata.


“Ti-tidak! Di-Dimas...! Huuhhhh....” ucap Arabella dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan tangan di mulut serta mata yang terbuka lebar menunjukkan ketidakpercayaan.


Ria yang selalu bersama dengan Arabella pun ikut terkejut dan langsung memeluk Arabella yang sudah terduduk di lantai dengan air mata yang terus menetes.


“No-Nona!” panggil Ria dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang prihatin dengan nada suara bergetar.


Arabella yang tidak bisa diam saja di tempatnya pun meminta Ria untuk mengantarkannya ke Kediaman Dimas.


“Antarkan aku ke Kediaman Dimas sekarang! Aku ingin bertemu dengan Pak Antoni!” teriak Arabella dengan ekspresi wajah yang frustasi dengan tatapan mata yang tidak ingin putus semangat.


“Ta-tapi Nona... I-ini sudah sangat malam! Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?” tanya Ria dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang senduh.


“Apa yang akan terjadi padaku? Bukankah ada beberapa Bodyguard yang akan pergi bersamaku?” ucap Arabella yang tidak ingin menyerah sambil memegang pundak Ria yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung.


“Aku harus ke Kediaman Dimas! Aku harus bertanya langsung dengan Pak Antoni. Aku tidak bisa hanya duduk diam di sini dan tidak mengetahui apapun. Aku harus mengetahui kondisi Dimas!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Ta-tapi Nona...” ucap Ria yang masih belum bisa memberikan izinnya kepada Arabella karena apapun yang terjadi Arabella ada prioritas utamanya.


“Aku mohon Ria... Aku ingin tau keadaan Dimas yang sebenarnya. Bukan dari Televisi tapi dari Pak Antoni yang merupakan orang kepercayaan Dimas!” ucap Arabella dengan tatapan mata yang senduh dengan air mata yang masih bersisa di pipinya dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat sedih dan kondisi yang terlihat memprihatinkan.


“Baiklah! Saya akan segera membawakan mantel Nona. Nona harus menunggu saya disini karena saya tidak mau Nona jatuh sakit nantinya!” ucap Ria dengan ekspresi wajah yang pasrah dengan senyum yang lembut.

__ADS_1


“Tentu saja!” ucap Arabella sambil menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang terpaksa.


Sementara itu, Pak Antoni yang sedang duduk di ruang kerja Dimas membereskan beberapa berkas penting yang harus dikirimkan olehnya ke tempat Dimas berada menjadi sangat terkejut saat Seorang Pelayan datang memberitaukan kedatangan Arabella.


“Selamat malam, Nona!” ucap Pak Antoni dengan ekspresi wajah yang datar dengan kepala yang tertunduk sebentar.


“Silahkan minum teh dan makan kue keringnya, Nona!” ucap Pak Antoni lagi sambil memberikan arahan kepada beberapa Pelayan untuk tetap melayani Arabella dengan sangat baik.


Arabella yang sudah kehilangan selera makan dan minumnya pun tidak menghiaraukan apapun yang sedang ada di depannya dan menatap tajam ke arah Pak Antoni yang sedang berdiri.


“Aku yakin Dimas masih hidup! Cepatkan katakan padaku, dimana Dimas sekarang?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas dan lantang.


Pak Antoni yang mendengar perkataan Arabella pun terdiam dan mencoba untuk berbohong tapi Arabella yang mengetahui rahasia besar Dimas tidak akan dengan mudah percaya akan kebohongan itu.


“Nona, maafkan saya. Saya pun tidak tau keberadaan Tuan Muda. Saya sama terkejutnya dengan Anda saat mengetahui Tuan Muda dan Pak Edo mengalami kecelakaan Pesawat!” ucap Pak Antoni dengan ekspresi wajah yang pura-pura bersalah dan sedih.


“Saya tidak berbohong Nona. Saya mengatakan yang sebenarnya.” Ucap Pak Antoni dengan kepala yang tertunduk dengan ekspresi wajah yang sedih.


“Berhenti membodohiku! Aku bukan anak kecil yang bisa kau tipu, Pak Antoni!” teriak Arabella dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang dingin.


Pak Antoni yang tidak bisa membohongi Arabella pun memutuskan untuk membawa Arabella ke ruang rahasia karena khawatir pembicaraan mereka selanjutnya akan ketahuan.


“Nona, silahkan ikuti saya!” ucap Pak Antoni dengan ekspresi wajah yang pasrah dan tatapan mata yang senduh.

__ADS_1


Arabella yang mengikuti Pak Antoni dari belakang menjadi sangat terkejut saat menemukan pintu rahasia di dalam ruang kerjad Dimas.


“Silahkan duduk, Nona! Maaf tidak ada teh ataupun kue kering di sini!” ucap Pak Antoni dengan kepala tertunduk ke bawah lalu mengangkatnya dengan percaya diri sambil menarik nafas panjang.


“Tuan Muda Dimas dan Pak Edo tidak mengalami kecelakaan Pesawat. Tuan Muda Dimas dann Pak Edo langsung turun sesaat Pesawat Terbang akan terbang!” ucap Pak Antoni dengan tatapan mata yang tajam.


Arabella yang sangat senang mendengar berita itu pun tersenyum bahagia dan mencoba mencaritau keberadaan Dimas tapi ditolak oleh Pak Antoni.


“Kalau begitu, antarkan aku menemui Dimas sekarang! Aku ingin bertemu dengannya!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum cerah yang menghiasi wajahnya.


“Tidak! Nona tidak bisa menemui Tuan Muda Dimas sekarang!” ucap Pak Antoni dengan nada suara yang sangat tegas dan tinggi dengan ekspresi wajah yang serius serta aura yang dingin.


Arabella yang mendapatkan penolakan dari Pak Antoni pun merasakan sedikit ancaman pada dirinya tapi Arabella yang tidak ingin menyerah dengan bergitu mudah pun terus memaksa Pak Antoni untuk mengantarnya.


“Kenapa tidak? Aku adalah Tunangannya. Aku berhak tau bagaimana keadaan Dimas yang sebenarnya!” ucap Arabella yang langsung berdiri menatap Pak Antoni dengan tatapan mata yang tidak ingin menyerah.


“Tuan Muda baik-baik saja. Nona tidak perlu cemas. Hari sudah larut malam. Saya akan meminta supir untuk mengantar Nona kembali sekarang!” ucap Pak Antoni dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar.


“Tidak! Aku tidak ingin kembali. Aku ingin bertemu Dimas sekarang!” ucap Arabella yang tidak ingin menyerah dengan nada suara yang sangat tinggi dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Saya akan mengantar anda menemui Tuan Muda sekarang tapi anda juga harus bersiap melihat Mayat Tuan Muda keesokan harinya!” sindir Pak Antoni dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang manahan amarah dengan tatapan mata yang merendahkan yang membuat Arabella terkejut dan terdiam di saat yang bersamaan.


“Saya mohon! Tolong kembalilah Nona! Jangan menghancurkan rencana Tuan Muda!” ucap Pak Antoni dengan tubuh yang terbungkuk dengan suara yang sangat rendah di hadapan Arabella.

__ADS_1


Arabella yang tidak bisa mengatakan apapun lagi pun berlari dan berjalan menuju pintu keluar dan masuk ke dalam mobil lalu kembali ke rumah orangtuanya.


#Bersambung#


__ADS_2