CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 189. Bertemu Dimas di Penjara


__ADS_3

Edo yang telah meyakinkan salah satu Polisi untuk menerima tawarannya agar bisa bertemu dengan Dimas pun akhirnya membuahkan hasil.


Edo yang datang menemui Dimas di malam hari pun pergi dengan memakai pakaian Seorang Sipir sambil membawa nampan makanan untuk di makan oleh Dimas.


Edo yang telah berada di depan Sel Tahanan tempat Dimas ditahan seharian pun mengatakan sesuatu yang membuat Dimas menyadari jika itu adalah dirinya.


“Tuan Muda! Jam Arloji!” ucap Edo dengan suara yang berbisik dan rendah yang hanya dapat didengar oleh Dimas.


Dimas yang mendengar kata “Arloji” pun bangun dari tempatnya dan mengambil nampan makanan yang selama ini tidak pernah disentuh olehnya.


Dimas yang mendekat ke arah Sipir pun menyadari jika wajah orang yang ada di depannya adalah Edo. Dimas yang senang pun mengambil Jam Arloji miliknya lalu menghentikan waktu sambil memegang lengan Edo.


Waktu yang berhenti pun menghentikan tindakan orang-orang yang ada di sekitar kecuali keduanya yang tidak terpengaruh.


Edo yang sangat mencemaskan Dimas pun menangis di hadapan Dimas sehingga membuat Dimas mengejeknya tapi meskipun begitu Edo tidak keberatan ataupun marah.


“Apakah kau sudah menjadi anak kecil lagi? Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainannya!” ucap Dimas dengan nada mengejek dan tatapan mata yang tidak serius.


“Aku sangat mencemaskan Tuan Muda. Ini semua adalah perbuatan Heru. Aku pasti akan menemukan cara untuk menyelamatkan Tuan Muda dan membuat Heru mendekam di dalam penjara juga untuk waktu yang lama!” ucap Edo dengan mata yang penuh tekad membara dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Heru? Apakah kau yakin dengan perkataanmu?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan alis yang mengkerut menatap menuntut penjelasan.


Edo yang tidak bisa menyembunyikan apapun pada Dimas karena khawatir Dimas akan marah besar jika mengetahui hal ini dari orang lain pun memutuskan untuk menjelaskan semuanya.


“Sebenarnya Nona Arabella yang mengetahui bahwa Tuan Muda Heru yang telah menjebak Tuan Muda dan ...” ucap Edo yang terhenti sesaat menarik nafas mencoba menjelaskan semuanya.


“Dan Tuan Muda Heru meminta Nona Arabella untuk mengumumkan kepada Publik bahwa Pertunangan kalian dibatalkan jika Nona Arabella menginginkan bukti bahwa Tuan Muda tidak bersalah!” ucap Edo dengan kepala tertunduk karena tidak berani menatap Dimas.


“Lalu Arabella menerima syarat tersebut. Hah! Hahahaha... Tentu saja. Arabella pasti akan menerima itu dan membahayakan dirinya.” Gumam Dimas dengan ekspresi wajah yang tidak bisa dijelaskan sambil memegang kepalanya sambil tertawa getir.

__ADS_1


“Tuan Muda.... Apakah anda baik-baik saja?” tanya Edo dengan tatapan mata yang khawatir dan ekspresi wajah yang cemas.


“Baik? Tidak! Aku tidak baik-baik saja!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang langsung berubah total menjadi kejam dan dingin.


“Edo! Temukan bukti jika aku tidak bersalah secepatnya dan jangan lupa kau cari tau keberadaan Sopir yang menyampaikan kepada Pak Antoni bahwa dirinya tidak bisa masuk di hari aku ditangkap sehingga terpaksa menggunakan Supir Pengganti!” ucap Dimas dengan nada suara yang tegas.


“Aku juga ingin kau membuat keributan di Kediamanku dan hukum semua orang yang telah menjadi penghianat! Aku tidak ingin memberi makan anjing yang terjepit!” ucap Dimas dengan tatapan mata yang tajam.


“Agh! Satu lagi! Aku ingin kau kirim orang yang terbaik untuk melindungi Arabella saat dirinya ada di dekat Heru. Kau tidak bisa mempercayai siapapun kecuali orang-orang kita yang benar-benar sudah terbukti loyalitasnya.” Ucap Dimas lagi dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.


Dimas yang melihat jika waktu akan segera berputar kembali pun bersikap seperti biasanya dan begitu pula dengan Edo yang langsung pergi meninggalkan kantor polisi setelah tujuannya telah terpenuhi.


Edo yang langsung mengerjakan perintah Dimas pun tidak tidur semalaman sambil berusaha menemukan bukti agar Dimas tidak bersalah.


Sementara itu, Arabella yang dikurung di Ruang Bawah Tanah Kediaman Heru langsung dipindahkan di tempat lain agar tidak ada seorangpun bisa menemukannya untuk sementara waktu.


Di dalam perjalanan, Mike yang mendapatkan tugas untuk mengurus Arabella pun menggendong Arabella di atas pundaknya lalu mendudukkannya di atas sebuah kursi lalu mengikat kembali tubuhnya pada kursi tersebut.


Mike yang awalnya sangat menghormati Arabella karena cinta Heru padanya yang sangat besar dan berharap jika Arabella akan membalas perasaan Heru suatu saat nanti lalu menjadi Nyonya-nya pun menjadi sangat marah dan kecewa setelah mengetahui semua kenyataan.


Mike yang membuka penutup kepala Arabella pun membiarkan mata Arabella yang terbiasa gelap beradaptasi sehingga bisa melihat dengan jelas nantinya.


Arabella yang akhirnya dapat melihat dengan tenang pun melihat Mike yang merupakan Asisten Pribadi Heru berdiri di hadapannya.


Arabella yang kemudian melihat dirinya telah terikat dengan sangat kuat di atas kursi yang membuatnya tidak bisa bergerak lagi pun mencoba melepaskan diri.


Mike yang melihat itu merasa sangat lucu dan tertawa dengan tatapan mata yang merendahkan ke arah Arabella.


“Kau tidak akan bisa melepaskan diri dari ikatan itu. Kau akan tetap disini hingga Tunangan Kesayanganmu itu diputuskan bersalah dan terpenjara selamanya!” ucap Mike dengan nada suara yang terdengar kejam dengan tatapan mata yang jahat.

__ADS_1


Arabella yang sangat marah dan tidak senang dengan perkataan Mike tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa memberontak dengan hasil yang nihil.


Mike yang memiliki tugas lain pun mengunci pintu tempat Arabella di tahan lalu kembali ke Kediaman Heru dengan meninggalkan dua Bodyguard yang menjaga Arabella.


Arabella yang terkurung di dalam ruangan itu hingga malam membuat tubuhnya terasa sangat sakit dan kehabisan tenaga karena terus mencoba untuk melepaskan diri.


Bodyguard yang menatap Arabella dari luar pun menjadi sangat bimbang sehingga membuat keputusan yang menurut keduanya adalah keputusan yang tepat


“Matahari sudah terbenam, apakah kita akan memberikannya makan malam atau tidak?” tanya salah satu Bodyguard yang sedang berdiri di depan pintu sambil mengintip ke arah Arabella yang terlihat sangat tenang seperti orang yang kelelahan.


“Aku tidak tau tapi tidak ada perintah untuk tidak memberikan makanan padanya.” Ucap Bodyguard dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan membiarkan Nona Arabella kelaparan malam ini?” tanya Bodyguard itu dengan ekpsresi wajah yang bimbang.


“Tidak! Kita tidak bisa melakukan itu karena Nona Arabella adalah wanita yang dicintai Tuan Muda dan saat ini Nona Arabella dihukum karena menolak cinta Tuan Muda lalu saat Nona Arabella menerimanya maka kita akan dalam bahaya jika membiarkannya kelaparan!” ucap Penjaga itu dengan ekspresi wajah yang serius.


Bodyguard yang datang menemui Arabella pun membuka mulut Arabella dengan lembut dan meletakkan satu porsi makanan di pangkuan Arabella.


Arabella yang melihat dua orang pria dengan tubuh besar dengan otot yang terlihat sangat kuat dengan sebuah tato di bahu kanannya itu pun membuat Arabella sedikit takut.


Arabella yang melihat satu porsi makanan di atas pangkuannya pun menghilangkan rasa takutnya lalu menatap curiga ke arah kedua Bodyguard secara bergantian tapi keduanya yang tidak ingin dituduh dan mendapatkan prasangka buruk dari Arabella pun menjelaskan niatnya.


“Jangan salah paham. Kami datang kemari dengan niat baik untuk memberikanmu makan malam dan tidak ada racun di dalam makanan itu!” ucap salah satu Bodyguard dengan ekspresi wajah yang malu.


Arabella yang menyadari jika dirinya memiliki kesempatan bagus untuk kabur pun mencoba membujuk kedua Bodyguard agar mau menyetujui permintaannya.


#Bersambung#


Apa yang telah direncanakan Arabella ya? Apakah ada yang bisa menebaknya? Jawab di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2