
Dimas yang merasa jika urusannya dengan karyawannya yang tidak berguna itu telah selesai pun membubarkan mereka. Dimas memberi perintah kepada Icha untuk melakukan masa percobaan untuk semua karyawan itu untuk melihat seberguna apa karyawan itu.
"Lakukan masa uji coba 1 bulan pada mereka semua. Jika dalam satu bulan mereka tidak melakukan hal bodoh maka mereka akan tetap bekerja disini tapi jika ada satu saja pekerjaan yang salah langsung pecat mereka." ucap Dimas.
"Baik, Pak." balas Icha.
Icha yang telah selesai urusannya pun keluar dari ruangan Dimas sementara Edo yang masih memiliki urusan pun meminta waktu Dimas untuk bicara. Dimas yang mengerti pun mengangguk. Edo pun segera keluar dari ruangan Dimasa dan membawa Pelukis wajah.
Dimas yang bingung dan tidak mengetahui siapa orang yang dibawa oleh Edo pun bertanya.
"Siapa dia?" tanya Dimas.
"Dia adalah seorang pelukis wajah. Dia sangat berpengalaman di bidangnya, Tuan Muda." ucap Edo.
"Untuk apa kau membawanya ke hadapanku?" tanya Dimas bingung.
"Maafkan aku Tuan Muda. Aku kesulitan menemukan Nona Muda Masa Depan karena tidak bisa mengenali wajahnya dan bahkan aku tidak mengetahui informasi apapun tentang asal usulnya jadi aku mencari orang yang dapat membantu mempercepat pencarian Nona Muda Masa Depan." ucap Edo.
"Baiklah aku mengerti."ucap Dimas.
Dimas yang sadar jika informasi yang diberikannya itu sangat minim dan akan sulit untuk dapat menemukan Permaisuri Shiena dalam waktu dekat pun setuju dan memberikan detail wajah Permaisuri Shiena di masa lalu sambil berharap jika wajah Permaisuri Shiena tetaplah sama di kehidupan saat ini.
Namun, Dimas yakin akan satu hal tentang identitas Permaisuri Shiena yaitu memiliki tanda lahir berbentuk burung phonix di punggungnya yang sama seperti dirinya di kehidupan lalu dan kehidupan saat ini meskipun berbeda wajah.
Dalam waktu singkat Pelukis wajah itu pun berhasil melukis sketsa wajah Permaisuri Shiena berdasarkan informasi yang diberikan Dimas. Dimas yang melihat hasilnya sangat terkejut dan tidak percaya.
"I-ini!" ucap Dimas terbata-bata.
"Bagaimana Tuan Muda? Apakah wajahnya telah sesuai dengan wajah Nona Muda Masa Depan?" tanya Edo cemas.
"I-ini benar dia. Wajahnya benar-benar sama." ucap Dimas senang.
"Bagus sekali. Dengan begini pencarian Nona Muda Masa Depan akan menjadi mudah." ucap Edo.
Dimas yang senang melihat sketsa wajah Permaisuri shiena bahkan Dimas berfikir sebelum dirinya menemukan Permaisuri Shiena sketsa wajah yang ada di tangannya bisa membantunya melepas rasa rindu yang telah lama dipendamnya.
Dimas yang sangat senang memberikan uang dan juga hadiah yang sangat besar kepada Pelukis wajah itu hingga membuat Pelukis Wajah itu tidak menyangka jika yang dilakukannya dapat menghasilkan uang yang sangat banyak.
__ADS_1
"Ambil ini! Ini adalah upahmu." ucap Dimas mengeluarkan sebuah cek.
"I-ini terlalu banyak Tuan Muda." ucap Pelukis wajah.
"Terimalah. Kau telah membuatku sangat senang dan puas. Kau bisa menggunakan uang itu untuk mengobati ibumu yang sedang sakit." ucap Dimas.
"Tu-tuan Muda!" ucap Pelukis wajah menangis.
Dimas yang telah meminta profil detail tentang Pelukis wajah dari Edo akhirnya tau jika Pelukis wajah itu sedang dalam masalah keuangan karena ibunya yang sedang sakit kanker dan membutuhkan uang untuk operasi dan kemoterapi.
Pelukis wajah itu sangat senang dan bahkan berterima kasih berulang-ulang pada Dimas. Pelukis wajah itu juga berjanji jika melihat Gadis muda yang mirip seperti di sketsanya dan memiliki ciri khas seperti yang dikatakan Dimas maka dirinya akan segera memberi tau.
Dimas yang senang pun mengangguk setuju. Pelukis wajah itu pun keluar. Edo yang masih memiliki satu pertanyaan pada Dimas pun memilih menetap di ruangan Dimas.
"Kenapa kau masih disini? Lakukan tugasmu!" perintah Dimas.
"Maafkan kelancanganku Tuan Muda. Aku masih memikirkan tentang karyawan-karyawan itu. Bukankah Tuan Muda sudah mengancam mereka secara lisan dan juga tulis dibawah payung hukum. Kenapa Tuan Muda masih membuat mereka melakukan masa uji coba juga?" tanya Edo polos.
"Kau terlalu polos dan tidak mengenal apapun." ucap Dimas singkat yang membuat Edo kebingungan.
"Aku tidak mempercayai mereka satu pun. Orang yang telah menghianatiku satu kali tidak akan bisa dipercaya lagi meskipun dirinya menyatakan telah berubah." ucap Dimas.
Edo yang memiliki pengetahuan yang luas dan IQ yang sangat tinggi pun meretas data Pemerintah untuk melihat wajah seluruh orang dari foto KTP mereka. Edo yakin jika Nona Muda Masa Depannya itu pasti telah dewasa dan telah memiliki KTP.
"Aku telah selesai meretas dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Sekarang aku tinggal mencari wajah yang sama lalu mengecek ciri khusus dari semua wanita yang memiliki wajah yang sama." ucap Edo.
Sementara itu, Clara yang diusir oleh Dimas keluar dari Perusahaannya segera menghubungi Heru tapi tidak mendapatkan jawaban apapun hingga akhirnya Clara melempar handphonenya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk bisa sampai di Apartemen Heru.
Namun, ketika sampai Clara tidak menemukan Heru disana. Clara pun akhirnya yakin jika Heru pulang ke Kediaman Keluarganya. Clara yang sendiri pun pergi ke apartemennya sambil terus mencoba menghubungi Heru.
Heru yang telah tertidur lelap selama berjam-jam akhirnya tebangun. Heru pun segera membersihkan dirinya dibantu oleh pelayan. Bu Selena yang mengetahui bahwa Putranya telah bangun pun segera menemuinya setelah urusannya selesai.
"Ibu!" panggil Heru.
"Bagaimana keadaanmu putraku?" tanya Bu Selena.
"Hanya sedikit pusing. Ma-maafkan aku bu. Aku tidak ingin masuk penjara bu. Aku mohon tolong aku." pinta Heru sambil menangis.
__ADS_1
Bu Selena yang melihat masih ada pelayan di dalam kamar Heru pun mengusir pelayan-pelayan itu hingga hanya meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.
"Jangan khawatir. Tidak akan ada yang berani membawamu masuk ke dalam penjara Putraku." ucap Bu Selena.
"Benarkah itu, Bu? Lalu bagaimana dengan keluarga korban?" tanya Heru cemas.
"Jangan cemaskan itu. Itu akan menjadi urusan ibu. Sebaiknya sekarang kau makan dan istirahat kembali." ucap Bu Selena.
"Apakah ayah sudah mengetahui ini, Bu?" tanya Heru.
"Ayahmu sudah mengetahuinya dan saat ini sedang mengurus keluarga korban." ucap Bu Selena.
Bu Selena pun memanggil Kepala pelayan untuk membawakan makanan ke dalam kamar Heru lalu meninggalkannya sendiri. Heru yang telah merasa lega membuka media massa dan mencoba mencari berita tentang kecelakaannya semalam.
Heru yang mengetahui bahwa Clara telah menghubunginya berkali-kali tidak berniat untuk membalasnya sehingga Heru memilih untuk mengabaikan Clara dan fokus mencari info.
"Ternyata keputusanku semalam telah sangat tepat untuk menghubungi Ibu. Ibu memang yang terbaik bisa menyelesaikan masalah ini sampai polisi mengira bahwa itu adalah kecelakaan tunggal." ucap Heru senang.
'Aku tidak akan masuk ke dalam penjara tapi aku harus mencari tau informasi tentang keluarga korban. Paling tidak aku bisa memberi sedikit bantuan padanya karena telah membunuh kedua orangtuanya.' ucap Heru dalam hati.
Heru pun memanggil asisten pribadinya untuk datang ke Kediaman Keluarganya lalu memberi perintah untuk mencari informasi tentang keluarga korban tabrak larinya.
Dalam hitungan jam, Asisten Heru yang bernama Mike pun datang menemui Heru sambil membawakan sebuah dokumen berisikan biodata seorang gadis muda yang ternyata putri tunggal korban kecelakaan. Heru yang melihat biodata dan foto sang gadis pun mulai tertarik.
'Cantik! Meskipun tanpa makeup wajahnya tetap terlihat cantik. Sangat berbeda dengan wanita-wanita yang aku temui. Jika dia mau aku jadikan salah satu wanitaku, aku akan pastikan jika hidupnya tidak akan kekurangan uang sedikit pun.' janji Heru dalam hati.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..
π₯°πππ
Terima kasih
β NOTEβ
Main tebak-tebak.an yokkk..
__ADS_1
Permaisuri Shiena yang telah bereinkarnasi menjadi Arabella Castella. Kira-kira akan bertemu Dimas atau Heru lebih dulu?
Jawab di komen ya.. ππ₯°π**