
Arabella yang membuka matanya pun terdiam di tempat tidurnya sambil menatap langit-langit kamar Rumah Sakit.
“Apakah itu adalah Ingatan Kehidupan Masa Laluku bersama Dimas?” gumam Arabella dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang kosong.
“Dari jutaan bahkan miliaran wanita di dunia ini, tidak disangka ternyata Dimas dapat menemukanku!” ucap Arabella dalam hati sambil tersenyum dengan sangat lebar dengan perasaan yang sangat bahagia.
Lalu di saat Arabella sedang mengenang masa lalunya bersama Dimas, Edo yang tidak terlihat sejak tadi pun memunculkan dirinya.
“Nona, Operasi Tuan Muda berhasil dan saat ini Tuan Muda sedang dipindahkan ke Ruangan VVIP!” ucap Edo yang dengan nada suara yang datar sambil menundukkan kepalanya pada Arabella.
Edo tau meskipun Arabella belum menikah secara resmi dengan Dimas tapi bagi Dimas Arablla adalah Istrinya. Oleh karena itu, Edo tidak ingin melakukan kesalahan ataupun bersikap tidak hormat di depan Arabella.
“Aku mengerti. Lalu, bagaimana dengan Heru dan kelompoknya?” tanya Arabella dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang dingin sambil menoleh ke arah Edo.
__ADS_1
Edo yang merasakan Aura yang berbeda pada Arabella pun terdiam sesaat tapi langsung menyadarkan dirinya lalu menjawab pertanyaan Arabella.
“Heru dan orang-orang yang menculik Nona sudah di tahan di Kantor Polisi dan Kedua orang yang membantunya menjalankan rencana ini juga telah di tahan!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
“Kami sedang mengupayakan salah seorang Warga Negara Asing yang terlibat dalam penculikan Nona untuk ikut dihukum berdasarkan hukum yang berlaku di Negara kita!” ucap Edo dengan penuh percaya diri.
“Bagus! Aku percayakan semuanya padamu. Jangan biarkan mereka bebas dan berikan mereka semua hukuman yang sangat berat. Jangan lupa sanksi sosial kepada Keluarga Pelaku juga harus diberikan!” ucap Arabella dengan tatapan mata yang tajam tanpa ada rasa belas kasihan sama sekali.
Edo yang mendengar perkataan Arabella merasa jika Arabella telah berubah menjadi kejam seperti Dimas tapi meskipun begitu Edo menerima perubahan pada Arabella dengan pikiran yang positif.
Arabella yang tidak ingin berada di Ruangan itu sendirian pun memutuskan untuk mencari Dimas dan menemuinya di Ruangan tempatnya dirawat.
Arabella yang berhasil menemukan Dimas pun masuk tanpa mengetuk pintu lalu melihat dua orang Perawat yang sedang memandang wajah Dimas dengan ekspresi yang kagum namun langsung pergi saat melihat Arabella datang.
__ADS_1
Arabella yang melihat kedua Perawat itu pergi pun berjalan menuju tempat Dimas terbaring dann membelai rambut Dimas secara perlahan lalu menggenggam tangan kanan Dimas dengan sangat erat.
“Maaf! Maaf membuatmu menderita karena melupakan semua kenangan kita!” gumam Arabella dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang sedih.
Lalu tiba-tiba Dimas yang awalnya memejamkan matanya pun membuka matanya dan mengelus pipi Arabella dengan tangannya yang bebas lalu mengatakan sesuatu yang membuat Arabella merasa lega.
“Tidak ada kata maaf dan terima kasih dalam cinta. Aku akan selalu menunggu berapa lama pun itu asalkan itu adalah kau!” ucap Dimas dengan suara yang pelan dengan senyum lembut dan tulus terukir di wajah tampan Dimas yang tampak bersinar dan berseri-seri.
“Aku tau bahwa tidak ada kata maaf dan terima kasih dalam cinta tapi izinkan aku untuk mengucapkan maaf karena telah melupakan semua kenangan indah kita di Kehidupan yang lalu dan terima kasih karena telah berhasil menemukanku dan mau menungguku!” ucap Arabella yang kemudia menggapai tangan Dimas yang ada di pipinya lalu menyatukannya dengan tangan satunya kemudian menciumnya dengan tulus.
“Sama-sama!” ucap Dimas singkat yang akhirnya membuat keduanya saling berpandangan dengan penuh cinta dan senyum bahagia terlihat jelas di wajah keduanya.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah masih mau ditambah satu BAB lagi atau cukup sampai disini? Author tunggu di kolom Komentar ya...