
Jari-jemari Hacker pun bergerak dengan sangat lincah sehingga terlihat sedang menari di atas keyboard. Hacker itu pun membuat beberapa akun palsu untuk menyerang beberapa akun gosip untuk membuat Heru sebagai korban.
"Tak! Tak! Tak!" suara ketika keyboard.
"Hahaha!" tawa bahagia Hacker yang sangat senang dengan apa yang dilakukannya.
"Kenapa dia tertawa? Apa aku telah memilih orang yang salah?" tanya Natan dalam hati dengan raut wajah yang takut dan tubuh yang mulai merinding.
Tak hanya itu, Hacker juga meretas beberapa akun gosip dan membuatnya menjadi miliknya lalu menggunakan akun tersebut untuk membuat pernyataan bahwa Clara yang selama ini menggoda Heru.
"Aku harus membuat akun-akun ini menjadi menguntungkan Tuan Muda Heru!" ucap Hacker dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius dengan banyaknya angka dan huruf yang terlihat di tiga layar komputer secara bersamaan.
Natan yang melihat apa yang dilakukan Hacker secara langsung menjadi bingung dan tak mengerti rencananya tapi Natan yang percaya dengan kemampuan Hacker yang sudah dipilih dan dibayar mahal olehnya pasti akan melakukan tugasnya dengan sangat baik dan tidak akan mengecewakannya.
"Aku yakin, Nyonya pasti tidak akan marah setelah melihat berita yang ada di sosial media." ucap Natan sambil duduk dengan santai sambil meminum segelas es jeruk yang telah disediakan untuknya.
Hacker yang akhirnya mengetahui jika awal mula dari permasalahan ini adalah Clara setelah menghack akun-akun gosip tersebut pun memberi tau Natan yang akhirnya membuat Natan marah.
"Apakah anda tau siapa orang yang telah melakukan semua ini?" tanya Hacker dengan nada tegas dan ekspresi wajah yang datar dan terus melihat ke layar komputernya tanpa berkedip.
"Ini pasti perbuatan Tuan Muda Dimas dan Asistennya. Mereka yang telah menyebarkan foto dan video Tuan Muda Heru sehingga menjadi viral seperti sekarang." ucap Natan dengan penuh percaya diri dan ekspresi wajah yang sangat meyakinkan bahwa hipotesanya itu benar adanya.
"Anda salah. Awal semua ini terjadi adalah mantan kekasih Tuan Muda Dimas, Artis bernama Clara." ucap Hacker yang telah berbalik duduk berhadapan dengan Natan dengan wajah yang serius serta sorot mata yang tajam.
"Clara? Wanita itu!" ucap Natan dengan spontan dengan ekspresi wajah terkejut.
"Wanita ini benar-benar ular berbisa. Dia tidak hanya menginginkan Tuan Muda Dimas tapi juga Tuan Muda Heru dan saat dirinya tidak mendapatkan satu pun dia mulai menghancurkan keduanya." ucap Natan dalam hati dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal.
"Lalu jika wanita itu pelakunya bagaimana bisa aku tidak bisa menghentikan penyebaran gosip itu?" tanya Natan dengan wajah yang bingung sambil memasang wajah yang bertanya-tanya.
__ADS_1
"Dari hasil akun gosip yang aku hack, aku mendapatkan informasi bahwa wanita bernama Clara ini ingin menghancurkan wanita lain yang saat ini bersama Tuan Muda Dimas, Arabella, sehingga membuat Tuan Muda Heru terseret dalam masalah ini karena Tuan Muda Dimas ingin membersihkan nama Arabella dari fitnah Clara." ucap Hacker yang meletakkan kedua tangannya bertautan dan meletakkannya dibawah dagunya dengan wajah yang serius.
"Kau pasti tau tentang hubungan gelap antara Tuan Muda Heru dan Artis ini saat sang Artis masih memiliki hubungan dengan Tuan Muda Dimas." jelas Hacker sambil meletakkan kedua tangannya di saku celananya dengan wajah yang santai.
Natan yang mendengar apa yang dikatakan Hacker menjadi sangat kesal dan ingin sekali membalas Clara.
"Wanita itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apa kau bisa membuatnya tidak bisa kembali lagi ke dunia hiburan?" tanya Natan dengan wajah marah dan kesal dengan urat-urat nadi yang terlihat jelas di dahinya.
"Aku akan melakukan seperti yang kau katakan dan ingat untuk menambah bayaranku!" ucap Hacker tersebut yang langsung berbalik arah dan menghadap layar komputernya kembali.
"Itu masalah mudah!" ucap Natan dengan senyum sinis dan sorot mata yang tajam dengan wajah yang gelap.
Hacker pun mulai memainkan keyboardnya dan membuat semua gosip merujuk ke arah Clara dan membuat Clara menjadi kambing hitam.
Hacker yang ingin menjadikan Heru sebagai korban mulai membuat skenario dan menyiapkan beberapa bukti foto dan video sebagai pendukung lalu merusak reputasi Clara yang kemudian menjadikan Clara sebagai dalang dari semua masalah sehingga Clara harus menerima semua konsekuensi dari perbuatannya.
"Apakah itu foto Tuan Muda Heru dan wanita itu? Kenapa kau mengirimkannya ke sosial media? Bukankah itu akan semakin memperburuk keadaan." ucap Natan yang tiba-tiba berbicara saat melihat foto Heru dan Clara bersama.
Natan yang mendengar penjelasan hanya diam dan berharap semua akan baik-baik saja.
Hingga akhirnya dalam waktu setengah jam semua berita online ataupun berita di televisi menceritakan tentang perbuatan Clara yang sangat serakah mendekati Dimas dan Heru bersamaan.
Clara pun menjadi objek kebencian semua wanita muda yang mengidamkan Dimas dan Heru sebagai suaminya. Clara pun dihina dan dicaci maki dengan sangat kejam dengan kata-kata yang sangat pedas dan tidak manusiawi.
Natan yang melihat hasil pekerjaan Hacker tersebut menjadi sangat puas dan langsung mentransfer sejumlah uang yang tidak sedikit ke rekening Sang Hacker.
"Kerjamu sangat bagus. Aku sangat puas. Aku sudah mengirimkan bayaran serta bonusmu ke rekeningmu dan terus pantau masalah ini. Jangan biarkan ada yang merusak reputasi Tuan Muda Heru." ucap Natan dengan wajah gembira yang langsung berdiri dari kursinya dan bersiap untuk pergi.
"Jangan cemaskan itu. Aku akan melakukan semuanya asalkan kau membayarku dengan harga yang setimpal." ucap Hacker yang otaknya hanya dipenuhi dengan uang.
__ADS_1
"Kau bisa percaya padaku dan Keluarga Arthama Jaya. Kau akan mendapatkan yan seharusnya kau dapatkan jika mau melakukan tugasmu dengan baik." balas Natan yang langsung berbalik berjalan keluar di antar orang yang awalnya mengantarnya datang.
Natan pun berjalan kembali menuju ke mobilnya dan kembali ke Kediaman Arthama Jaya tempat Bu Selena dan Pak Bambang menetap.
"Tap! Tap! Tap!"
"Broommm!"
Sementara itu, Bu Selena yang telah merasa sangat rileks berkat pijatan Pelayan Pribadinya mengambil handphonenya dan melihat perkembangan pekerjaan yang telah dibuat oleh Asisten Pribadinya.
Bu Selena yang melihat arah dari perbincangan dan pembahasan orang-orang bukanlah Heru lagi membuat Bu Selena merasa lega sehingga Bu Selena pun tersenyum bahagia tapi hal itu tidak berlangsung lama.
"Kerja bagus! Aku memang tidak salah pilih Asisten karena dia memang sangat bisa diandalkan." ucap Bu Selena dalam hati dengan senyum bahagia.
Namun tiba-tiba Mike datang bersama Heru yang dalam keadaan setengah tidak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Bu Selena sambil melihat ke Heru yang sedang dibantu Mike untuk bersandar di sofa.
"Tuan Muda mabuk berat semalam dan sepertinya efeknya masih belum sepenuhnya hilang dan karena Nyonya meminta saya untuk membawa Tuan Muda kembali jadi saya melakukan yang saya bisa." jawab Mike dengan kepala menunduk ke bawah dan keringat yang mengalir ke pipinya.
Bu Selena yang mendengar apa yang dikatakan Mike hanya bisa menghela nafas dan memerintahkan beberapa pelayan untuk membawa Heru naik ke kamarnya.
"Bawa Tuan Muda Heru kembali ke kamarnya segera dan Mike kau tetap disini!" ucap Bu Selena dengan sorot mata yang tajam dan menusuk ke arah Mike.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
__ADS_1
Terima kasih