
Dimas dan Edo yang ingin menunjukkan sifat sebenarnya Keluarga Heru kepada semua Pemegang Saham dan semua pekerja pun memutuskan untuk mengikuti permainan Keluarga Heru.
Dimas yang pergi menaiki Pesawat bersama dengan Edo pun berjalan dengan santai seperti biasa dan tiba-tiba salah satu anggota dari Badan Inteligent Khusus yang bertugas mengawasi CCTV melihat ada seseorang yang mencurigakan.
“Bos! Ada orang yang mencurigakan di balik pohon di sebelah tenggara. Orang itu seperti sedang mengintip dan mencari sebuah informasi.” Ucap Anggota Badan Inteligent Khusus yang berbicara dengan dibalik teleponnya.
“Aku mengerti. Lanjutkan pengawasanmu!” perintah Edo kepada orang tersebut dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam sambil memegang earphone yang terpasang di telinganya.
Dimas yang telah memasuki pesawat pun hanya berdiri di depan pintu pesawat pun menatap tajam ke arah Edo yang berdiri di sampingnya sambil membawa koper miliknya.
“Apakah kau menemukan sesuatu?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Orang kita menemukan orang yang sedang mengintip di balik pohon bagian tenggara dan saat kita masuk ke dalam Pesawat. Orang tersebut langsung pergi dan meninggalkan tempatnya!” ucap Edo dengan tatapan mata yang tajam menatap Dimas.
Pilot dan Co-Pilot yang berpikir jika Dimas dan Edo telah berada di dalam Pesawat pun langsung menghidupkan mesin dan menarik tangga pesawat masuk secara otomotis.
Dimas yang memahami jika ini adalah kesempatan yang bagus untuk menipu orang-orang yang elah berniat membunuh dirinya dan Edo pun mengeluarkan Jam Arloji miliknya yang ada di dalam kantong celana dan menatap Edo dengan tajam.
__ADS_1
“Apa kau siap dengan rencana pembalasan kita?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang menyimpan dendam dan amarah.
“Tentu saja, Tuan Muda. Saya sudah menyiapkan semuanya.” Ucap Edo dengan senyum sinis dan ekspresi wajah yang percaya diri.
“Bagus! Kalau begitu kita mulai Pembalasan ini!” ucap Dimas sambil mengulurkan tangan ke arah Edo yang langsung disambut dengan kepercayaan penuh dari Edo.
Dimas yang telah menekan Jam Arloji miliknya pun memaksa waktu yang berjalan untuk berhenti dan seketika suara mesin Pesawat yang menyala pun menghilang.
Dimas yang membuka pintu Pesawat dengan bantuan Edo pun melihat keluar dan menemukan bahwa jarak antara dirinya berada dan pesawat sangatlah tinggi.
“Bos, kau lompat duluan. Aku akan menyusulmu sambil menutup pintu Pesawat ini!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius sambil melempar koper milik Dimas ke tanah hingga membuat roda koper tersebut lepas.
Dimas yang tidak ingin membuang waktu yang sangat berharga pun langsung mengambil roda koper yang rusak lalu menariknya menuju ke tempat selanjutnya.
Edo yang tertinggal di dalam Pesawat pun berjalan mundur dan menarik pintu pesawat dengan sangat cepat melompat ke tanah.
Edo yang tidak ingin menjadi beban Dimas pun langsung berputar dan menutup kepalanya dan menabrakkan pundaknya ke tanah untuk melindungi kaki dan kepalanya setelah berhasil menutup pintu Pesawat.
__ADS_1
Edo yang melihat Dimas telah bergerak menuju ke mobil truk yang telah disiapkan olehnya pun mengikuti Dimas dari belakang dengan sangat cepat.
Edo yang berdiri di samping Dimas pun membuka kunci mobil truk bagian belakang dengan sangat lebar pun melemparkan pakaian yang telah disiapkannya.
Sementara Dimas yang berdiri di hadapan Edo pun dengan cepat melepaskan jasnya dan melemparkannya ke arah Edo lalu menangkap Jaket dan Topi yang diberikan kepadanya.
“Krak! Tuan Muda! ucap Edo dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang serius dengan keringat yang mengalir ke dahi dan pipinya.
Edo yang melihat koper yang telah rusak terbaring di tanah pun langsung mengangkatnya masuk ke dalam truk dan dalam sekejap mata pun melompat masuk.
Dimas yang telah memasang Topi, Jaket dan Masker pun menutup pintu Truk bagian belakang dengan sangat cepat dan menekan tombol waktu aktif yang ada di Jam Arloji miliknya.
Dimas telah menyembunyikan identitasnya pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi sopir lalu membawa mobil truk tersebut dengan santai keluar dari kawasan tersebut dan kembali ke Kediamannya.
Pak Antoni yang telah menunggu kedatangan Dimas dan Edo pun berdiri dengan beberapa orang kepercayaannya membantu menyembunyikan keberadaan Dimas dan Edo.
Sementara itu, Ketua Ma yang telah telah bersembunyi di sekitar Lapangan Pesawat Terbang telah bergerak dengan cepat menangkap orang mencurigakan yang terekam di CCTV dan membawanya ke Markas Badan Inteligent Khusus.
__ADS_1
Bersambung
Apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Tebak di kolom komentarnya...