
Arabella yang mendengar perkataan Heru pun menjadi sangat terkejut dan tidak bisa mengedipkan matanya sama sekali untuk beberapa menit.
Heru yang menyadari respon Arabella pada kata-katanya merasa sangat santai dan tidak peduli lalu berjalan mendekat ke arah Arabella.
“Aku tidak akan memaksamu dan aku akan memberimu waktu selama yang kau mati tapi aku selama itu kau juga harus melihat Dimas mendekam di dalam Jeruji Besi Penjara selama beberapa hari juga!” ucap Heru dengan senyum yang lembut sambil memainkan rambut panjang Arabella yang ada di bahunya.
“Tapi jika sekarang kau setuju dan mau ikut denganku maka setelah Konferensi Pers aku akan langsung menyerahkan bukti ini kepadamu secara langsung.” Ucap Heru yang menciumi ujung rambut Arabella.
Arabella yang mendengar ucapan Heru menjadi sangat marah dan kesal di dalam hatinya tapi tidak bisa melakukan apapun hingga akhirnya membuat Arabella menutup mata dan menarik nafas panjang.
“Aku tidak boleh dikendalikan oleh amarah. Aku harus bisa menahan semua ini dan membantu Dimas agar bisa bebas dari tuduhan itu.” Ucap Arabella dalam hati yang mencoba menenangkan dirinya.
“Aku harus mengikuti kemauan Heru terlebih dahulu dan mengambil bukti itu tanpa sepengetahuan Heru lalu kabur!” ucap Arabella lagi dengan mata yang terbuka lebar.
Arabella yang telah membuat keputusan pun menepis tangan Heru yang sedang menciumi rambutnya lalu menatap Heru dengan mata elang.
“Baik, aku setuju tapi aku ingin kau membuat surat pernjanjian di awal jika tidak maka aku tidak akan mau ikut denganmu!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang serius.
Heru yang mendengar jawaban Arabella pun bertepuk tangan dan tersenyum dengan senyum yang sangat lebar.
“Keputusan yang sangat bijak. Jangan khawatir aku tidak akan mengingkari janjiku!” ucap Heru dengan suara yang sangat senang lalu menepuk tangannya dengan sangat keras lalu ada seseorang datang membawa sebuah nampan yang berisi lembaran kertas dan sebuah pena.
“Ini adalah surat perjanjian yang telah aku siapkan. Kau bisa membacanya dan kita bisa merundingkan kembali isinya jika kau tidak senang dengan isinya!” ucap Heru dengan wajah yang percaya diri.
Arabella yang melihat sebuah kertas yang disodorkan kepadanya membuatnya tidak bisa berpikir sejenak dan menatap kertas itu dengan mata yang besar.
“Hah! Ternyata dia telah sangat yakin jika aku pasti akan menerima tawarannya hingga dia telah menyiapkan surat perjanjian ini di awal!” ucap Arabella dalam hati dengan pandangan mata yang sinis.
“Jangan menatapku seperti itu. Aku hayalah seorang pria biasa yang selalu memikirkan semua kemungkinan yang ada!” ucap Heru dengan nada suara yang cuek sambil mengangkat kedua tangannya.
__ADS_1
Arabella yang tidak ingin mendengar perkataan Heru pun membaca isi surat perjanjian itu lalu menandatanginya langsung.
Heru yang senang dengan keputusan Arabella pun mengambil satu surat untuk diambil olehnya dan menyerahkan satunya lagi dipegang oleh Arabella.
Heru yang merasa jika Arabella sedang tidak akan makan malam lagi ataupun menikmati sinar bulan bersamanya malam itu pun memutuskan untuk segera kembali ke Rumahnya bersama Arabella.
“Baiklah. Mari! Aku akan membawamu menuju kediamanku. Jangan khawatir karena Kediamanku sama besarnya dengan milk Dimas.” Ucap Heru dengan nada suara yang sombong tapi tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Arabella.
Arabella yang duduk di samping Heru akhirnya sampai di Kediamannya. Arabella yang tau jika waktu telah sangat malam tidak menyangka jika semua pelayan telah berdiri di luar menyambut kedatangannya.
Arabella yang melihat itu semua pun memasang wajah canggung dan senyum kaku di hadapan semua pelayan. Arabella yang diantar oleh Seorang Pelayan wanita muda menuju kamarnya pun mengikuti dari belakang.
“Silahkan ikuti saya Nona. Saya akan memandu anda menuju ruangan anda.” Ucap Seorang Pelayan dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang ceria.
Arabella yang telah sampai di kamarnya pun menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Arabella yang merasa sangat lelah karena kehabisan tenaga pun terbaring di atas ranjang sambil menatap dinding langit-langit kamar.
“Aku harap semua keputusanku benar.” Ucap Arabella dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang cemas.
“Saya tidak bisa kembali ke Rumah karena saya menginap di rumah teman. Tolong pesanan pelanggan diurus dengan baik ya!” ucap Arabella yang mencoba memberikan kode kepada Edo agar tidak ketahuan Heru.
“Baik, Nona. Saya akan mengurusnya dengan baik.” Ucap Edo yang mengerti maksu Arabella lalu mematikan telepon.
Arabella yang mencoba untuk tidur ternyata tidak bisa tidur meskipun dirinya telah menghitung domba beberapa kali sehingga saat waktu menunjukkan pukul lima pagi Arabella pun bangun dan memanggil pelayan yang menjadi pelayannya selama ada di Kediaman Heru.
“Nona, apakah anda memanggil saya?” tanya Pelayan itu dengan suara yang rendah dengan sikap yang sopan dan senyum yang lembut.
“Aku ingin ke dapur dan membuatkan sarapan pagi untuk Heru. Apakah kau bisa membantuku?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung dengan wajah yang berpura-pura malu.
Pelayan yang melihat sikap Arabella yang malu-malu pun tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya dengan sangat cepat.
__ADS_1
“Tentu saja Nona. Saya akan membantu Nona. Nona tidak perlu khawatir.” Ucap Pelayan itu dengan ekspresi wajah yang percaya diri sambil menganggukkan kepalanya.
Arabella yang pergi menuju dapur bersama Pelayan itu pun mencoba membuatkan menu sarapan yang ringan untuk Heru.
Arabella yang tidak berniat benar-benar membuatkan sarapan pun meminta Pelayan yang datang bersamanya mengerjakan sebagian besar pekerjaan dan saat makanan itu hampir selesai Arabella pun meminta izin pergi.
“Hmmm, aku ingin memberikan makanan ini langsung kepada Heru tapi aku tidak bisa menemuinya dalam keadaan seperti ini... A-aku...” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menunjuk ke tubuhnya yang belum mandi.
Pelayan yang mengerti maksud Arabella pun menganggukkan kepalanya dan berkata dengan percaya diri di hadapan Arabella.
“Nona jangan khawatir. Serahkan saja semua ini pada saya. Saya akan membantu Nona menyelesaikan sisanya.” Ucap Pelayan itu dengan senyum yang cerah.
“Benarkah? Terima kasih. Tunggu aku. Aku akan segera kembali.” Ucap Arabella dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang bersahabat.
Arabella yang telah menyiapkan rencana khusus untuk menyelamatkan Dimas pun masuk ke dalam kamar mandi dan mencoba menghubungi Edo.
“Pak Edo, aku akan mencoba mengambil bukti yang ada di tangan Heru bahwa Dimas tidak bersalah karena itu tolong siapkan orang untuk membantuku melarikan diri dari Kediaman ini!” ucap Arabella dengan suara yang rendah dengan nada suara yang tegas.
“Nona jangan khawatir. Saya akan mengurus semuanya.” Ucap Edo dengan nada suara yang percaya diri dengan tatapan mata yang sangat tajam.
“Baiklah. Aku akan menutup teleponnya sekarang!” ucap Arabella yang mencoba menutup telepon lalu dihentikan oleh Edo.
“Tu-tunggu Nona!” panggil Edo dengan suara yang tergesa-gesa.
“Ada apa?” tanya Arabella dengan nada suara yang bingung dan ekspresi wajah yang penasaran.
“Hati-hati. Semoga berhasil Nona!” ucap Edo dengan nada suara yang cemas dan ekspresi wajah yang khawatir.
Arabella yang mendengar ucapan semangat dari Edo pun tersenyum bahagia dengan tekad yang kuat tergambar di wajahnya lalu menganggukkan kepala.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang ingin dilakukan Arabella dengan makanan yang telah dibuatnya? Apa yang sebenarnya Arabella rencanakan? Apakah ada yang bisa menebaknya? Jawab di kolom komentar ya...