CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 94. Rencana Kedua


__ADS_3

Pereman yang telah menculik Arabella pun bergegas pergi membawa Arabella ke sebuah Rumah dua lantai di kawasan elit dimana orang-orangnya tidak saling peduli dengan apa yang dilakukan tetangganya.


“Bawa Nona Uang kita ke dalam dan kurung dia dalam kamar utama!” ucap seorang Pria dengan nada memerintah dan ekspresi wajah yang garang dan tanpa ekspresi.


Arabella yang tidak ingin dibawa pergi mencoba memberontak tapi tidak ada hasil apapun sehingga Arabella diangkat lalu diletakkan di atas pundak dan dilempar ke atas tempat tidur dengan sangat kasar.


“Bersikaplah yang manis dan jangan melakukan hal-hal yang sia-sia!” ucap Pereman yang menggendong Arabella dengan senyum menjijikkan penuh dengan fikiran kotor dan tidak pantas.


Arabella yang terlepar dengan sangat kasar merasa seluruh tubuhnya menjadi remuk dan sakit-sakit semua dan seketika itu kenangan tentang perlakuan Dimas yang menjadikannya seorang Ratu terus terlintas difikirannya.


“Dimas!” panggil Arabella dalam hati dengan air mata yang menetes tanpa bisa di hapus dan tanpa disadari Arabella pun tertidur.


Disaat yang sama Pria yang menjadi Ketua Kelompok perampok itu pun menghubungi Bos mereka yaitu Clara dan memberitaunya tentang rencana pertama yang ternyata sukses.


“Kring! Kring! Kring!” suara telepon.


“Halo, Bos. Kami punya kabar gembira.” Ucap Pereman itu seolah sedang memberikan kejutan kepada Clara tapi sayangnya hal itu tidak memberikan kejutan apapun bahkan Clara tidak tertarik dengan semua ucapannya.


“Jangan bertele-tele. Kau membuang-buang waktuku yang berharga. Jadi langsung katakan saja!” ucap Clara yang sedang duduk bersantai melihat majalah fashion yang ada di pangkuannya dengan ekspresi terganggu dan alis yang naik ke atas tanda jika dirinya sedang tidak senang.


“Bos! Jangan terburu-buru, aku yakin 100% bahwa Bos pasti akan menjadi sangat senang setelah mendengar kabar dariku.” Ucap Pereman itu yang tidak percaya jika Clara tidak tertarik dengan kabar berita yang dibawa olehnya.


“Katakan saja secara langsung atau aku akan menutup teepon ini!” ucap Clara dengan nada tinggi dan kasar lalu setengah mengancam sehingga membuat Pereman itu tidak berani bermain teka-teki lebih lama lagi.


“Nona, Gadis Muda yang menjadi target bernama Arabella sudah berhasil kami culik bahkan semua orang yang ada di dekatnya dipukul oleh kami hingga tak sadarkan diri dan saat ini dirinya sedang tertidur di kamar karena aku telah menyebarkan wewangian yang menyebabkan orang yang menghirupnya lebih dari lima menit akan merasa sangat mengantuk!” ucap Ketua Preman dengan penuh percaya diri sambil meletakkan salah satu tangannya dipinggang.


“Berikan aku buktinya! Aku tidak ingin kalian jadi salah menculik orang!” ucap Clara yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan Preman itu begitu saja tanpa adanya bukti yang jelas.

__ADS_1


Preman itu pun langsung mematikan telepon dan bergegas pergi ke lantai dua dan memasuki kamar Arabella lalu mematikan Aroma wewangian karena Preman itu tidak mau masuk ke dalam perangkapnya sendiri.


“Tap! Tap! Tap!” suara langkah kaki.


“Aroma ini memang sangat membuat nyaman makanya tidak akan semudah itu orang dapat lolos dari serangan mengantuk!” ucap Ketua Preman sambil berjalan menuju Aroma wewangian diletakkan dan memisahkan Wewangian dengan wadahnya.


“Sekarang sudah sangat aman. Buka ikatan mata dan lakban yang ada di mulutnya lalu foto gadis kecil itu untuk dijadikan bukti karena ini tiket kita mendapatkan bonus yang banyak.” Ucap Ketua Preman lagi yang langsung dipatuhi oleh seluruh anggotanya yang lain yang berjumlah empat orang termasuk dirinya.


Kedua Preman itu pun menurut dan melakukan apapun sesuai dengan tugas yang diberikan padanya demi mendapatkan bonus yang banya.


“Maafkan saya, Nona Uang. Kau tentu akan melakukan hal yang sama saat mendapatkan uang dalam jumlah banyak tanpa melakukan hal yang berat justru menyenangkan.” Ucap Preman itu sambil berjalan mendekati Arabella lalu melepaskan ikatan mulut dengan sangat kasar hingga Arabella terbangun menjerit.


“Aggghhh!” teriak Arabella yang kesakitan karena bibirnya tertarik dengan sangat kuat dengan ekspresi wajah yang meringis ingin menangis.


“Cekrek! Cekrek! Cekrek!” suara kamera handphone berbunyi.


Saat tujuannya telah tercapai Pereman-pereman itu berencana menutup mulut Arabella lagi dan menutup matanya kembali tapi Arabella yang meronta terus berteriak dan bertanya.


“Percuma saja berteriak karena kamar ini kedap akan suara jadi orang luar tidak akan dapat mendengar suara apapun keluar dari dalam sini.” Ucap Pereman itu dengan penuh percaya diri tapi berapa kalipun dirinya berteriak hasilnya tetap sama.


Arabella yang gagal meminta tolong kepada orang yang ada di luar membuat rencana untuk melakukan negosiasi yang berakhir dengan penolakan.


“Tolong lepaskan saya. Saya mohon. Saya akan membayarmu dua kali lipat dari jumlah uang yang kalian terima dari Bos kalian itu.” Ucap Arabella dengan penuh percaya diri sambil berencana membuat perjanjian nego tapi ditolak mentah-mentah.


“Jangan berjanji padaku. Jika kau bisa memberikan kami uang tiga ratus juta sebagai saran kebebasanmu maka aku akan bebasianmu!” teriak Peremen yang berencana mendapatkan uang dari segala sisi dan membuatnya mendapatkan untung dua kali lipat.


“Aku tidak berbohong. Aku akan memberikan kalian uangnya nanti saat aku kembali ke Rumah. Aku berjanji. Aku juga tidak akan melapor ke Polisi ataupun memasukkann kalian ke dalam Penjara.” Ucap Arabella dengan janji manisnya agar dapat berhasil lolos dari situasi yang sangat tidak menguntungkannya.

__ADS_1


“Kami tidak akan terjebak dengan mulut manis seorang wanita karena itu semua adalah Dusta! Kami tidak ingin uangnya nanti tapi sekarang. Jika tidak bisa memberikannya sekarang maka negosiasi ini gagal.” Ucap Ketua Pereman dengan senyum licik dan sorot mata yang tajam dengan tatapan merendahkan dan meremehkan ke arah Arabella yang teduduk dalam posisi terikat.


Pereman yang tidak masuk ke daam jebakan Arabella pun melakukan yang seharusnya mereka lakukan lalu pergi dan mengunci Arabella kembali.


Pereman itu pun menyerahkan hasil foro kepada Ketuanya lalu bergegas mengirimnya kepada Clara dan dibalas dengan pesan masuk jika uang telah berhasil tertransfer ke rekening mereka.


“Bagaimana? Apa Bos percaya?” tanya salah seorang Pereman yang ikut berdiri di dekat Ketua dengan perasaan khawatir dan was-was dengan keringat yang mengalir ke pipinya.


“Tidak hanya percaya, Bos bahkan mengirimkan sejumlah uang yang telah dijanjikannya beberapa menit setelah pesan Foto terbaca.” Ucap Ketua dengan perasaan sangat senang hingga memeluk rekannya yang berdiri di samping.


“Bos memang yang terbaik!” ucap salah seorang preman yang sangat bahagia dengan jumlah uang yang akan diterimanya di akhir cerita.


Sementara itu, Clara yang sedang duduk di atas sofa membaca majalan langsung duduk dengan tegap saat melihat hasil foto yang diterimanya.


“I-ini benar Arabella, Wanita Kampung, yang telah berani menggoda pria-priaku jadi rasakan hadiah yang telah aku siapkan khusus untukmu malam ini.” Ucap Clara yang sangat senang sambil tertawa terbahak-bahak.


Clara pun mengirim pesan kepada Preman untuk melanjutkan rencana kedua setelah mendengar semua tragedi yang dialami Arabella tapi tetap tidak membuat Clara menjadi simpati lalu berubah fikiran.


*Lanjutkan rencana kedua: Perkosa dia!*


pesan Clara yang singkat jelas dan padat tanpa basa-basi yang membuat Ketua Kelompok semakin bersemangat.


“Rasakan hadiah yang telah aku siapkan untukmu, Arabella. Aku yakin setelah mengetahui ketidaksucian Arabella, Dimas pasti akan menolaknya dan membatalkan Pertunangan itu dan meskipun Dimas masa lalu Arabella, kejadian ini akan terus menjadi duri dalam daging pernikahan dan bahagia mereka!” ucap Clara dengan suara rendah dengan ekspresi wajah yang gelap dan marah disaat bersamaan dengan tawa jahat sambil membayangkan kemungkinan yang akan terjadi.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..

__ADS_1


😊😍😘


Terima kasih


__ADS_2