CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 19. Villa


__ADS_3

Dimas yang mengetahui bahwa Permaisuri Shiena dimasukkan ke dalam Penjara karena tuduhan Pembunuhan orangtuanya sendiri membuat Dimas curiga dan berencana untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


Pelukis wajah itu mendapatkan hadiah yang besar dari Dimas karena telah memberitau tentang keberadaan Permaisuri Shiena tapi Pelukis Wajah itu menolak karena menurutnya semua yang diberikan oleh Dimas sebelumnya sudah sangat banyak dan dirinya tidak bisa menerima apapun lagi.


Dimas yang mengerti pun menghormati keputusan Pelukis wajah itu dan akhirnya Pelukia wajah itu pun pergi kembali ke pekerjaannya. Sementara Dimas mulai sibuk memanggil Edo untuk mengumpulkan semua informasi tentang kebenaran informasi mengenai Permaisuri Shiena yang diberikan oleh Pelukis wajah.


Dimas yang tidak bisa menunggu lama pun pergi meninggalkan ruangan dan kantornya lalu mengambil kunci mobil lalu pergi ke Kantor Polisi ke tempat Permaisuri Shiena berada.


Tak lupa, Dimas memanggil Pengacara Pribadinya untuk datang ke Kantor Polisi untuk menyiapkan berkas untuk mengeluarkan Permaisuri Shiena jika semua informasi itu benar adanya.


Arabella yang tidak bisa melakukan apapun akhinya pasrah dimasukkan ke dalam Sel Tahanan. Arabella mengutuk Heru dan Keluarganya karena telah mengurungnya, menuduhnya, memfitnahnya bahkan membunuh kedua orangtuanya. Arabella pun berjanji akan membalaskan dendamnya ini cepat atau lambat apapun resikonya.


Arabella yang pasrah pun hanya bisa duduk diam dan menangis hingga akhirnya kelelahan kemudian tertidur.


Arabella yang tertidur pun bermimpi buruk dimana dirinya bertemu kedua orangtuanya yang sedang terluka parah dan berlumuran darah. Arabella yang ingin memeluk keduanya pun berlari mendekat tapi semakin Arabella berlari jarak ketiganya semakin jauh hingga tidak terlihat lagi.


Arabella yang tidak bisa melihat keduaorangtuanya lagi pun terjatuh di atas lututnya sendiri. Arabella terus berteiak memanggil tapi tak ada jawaban bahkan dirinya baru menyadari jika berada di tempat asing yang gelap. Dirinya yang sendiri tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatir, takut dan cemasnya.


Arabella yang merasa dunianya telah hancur dan tak ada harapan tiba-tiba melihat ada sebuah cahaya yang sangat terang mendekat ke arahnya hingga membuat Arabella menjadi silau dan refleks menutup matanya.


Saat cahaya itu mulai redup, samar-samar Arabella melihat sosok seorang Pria dengan baju seperti seorang Kaisar dengan Mahkota di kepalanya.


"Kau tidak akan pernah sendiri. Dimana pun kau berada aku akan selalu berada disana, disampingmu! Kau dan aku adalah jodoh yang telah ditakdirkan oleh Dewa!" ucap Pria itu.


Arabella yang tidak mengerti apa yang dikatakan hanya mengangguk dan tiba-tiba Arabella pun terbangun dari tidurny karena mendengar suara Polisi yang memanggilnya berulang-ulang kali.


"Berdiri dan keluarlah!" perintah polisi.


Arabella yang baru bangun dari tidurnya tidak bisa mengerti apa yang dikatakan padanya sehingga membuat Polisi itu kesal dan berteriak.


"Hei! Keluarlah! Apa kau tidak ingin bebas?" teriak Polisi itu.

__ADS_1


Arabella yang baru bangun akhirnya tersadar setelah mendengar teriakan dari Polisi itu tapi di saat yang sama ada seorang Pria yang marah dengan sikap Polisi itu yang tidak punya sopan santun sama sekali.


"Apa kau tidak bisa bicara baik-baik? Apa kau ingin kehilangan jabatan dan posisimu dulu baru kau bisa bersikap dan berbicara yang baik terhadap seorang wanita." bentak Dimas yang marah.


"Ma-maafkan saya, Tuan Muda." ucap Polisi itu.


Dimas yang marah tidak memperdulikan perkataan Polisi itu yang ternyata telah sangat ketakutan. Dimas yang melihat Permaisuri Shiena yang terkurung di Penjara segera menemuinya dan membantunya keluar.


"Mari!" ucap Dimas lembut sambil mengulurkan tangan.


Arabella yang sedang dalam krisis kepercayaan tidak menerima uluran tangan Dimas begitu saja dan keluar sendiri dari dalam Sel Tahanan.


Dimas pun mengajak Arabella keluar dari kantor Polisi tapi tiba-tiba ada seorang Pengacara datang dan melaporkan sesuatu pada Dimas.


"Apa semua sudah kau selesaikan?" tanya Dimas.


"Sudah Tuan Muda. Anda tidak perlu khawtir. Nona Arabella telah bebas sekarang." ucap Pengacara.


Arabella yang bingung dengan apa yang terjadi padanya hanya bisa diam dan mendengekan. Arabella yang tidak ingin masuk kembali ke dalam Penjara pun hanya diam mengikuti Dimas dari belakang dan saat dirinya telah benar-benar keluar Arabella pun menghentikan langkahnya.


"Sifatmu ternyata tidak berubah sama sekali. Sangat berhati-hati dan penuh pertimbangan." ucap Dimas.


Mendengar perkataan Dimas membuat Arabella semakin bingung. Dimas yang tidak mendengar apapun dari Arabella pun menghentikan langkahnya dan berbalik arah berhadapan dengan Arabella.


"Kau pasti bingung. Aku akan menjelaskan semuanya padamu. Kau bisa tanyakan apapun padaku nanti dan sekarang ikuti saja aku. Disini bukanlah tempat yang tepat untuk kita bicara." ucap Dimas.


Secara logika, Arabella tidak ingin mengikuti perkataan Dimas tapi Arabella tidak mengerti di dalam lubuk hatinya terdalam. Arabella tidak bisa menolak perkataan Dimas, Pria yang menurutnya baru pertama kali ditemuinya.


Arabella pun memutuskan untuk mengikuti kata hatinya dan mengikuti kemana Dimas pergi membawanya nanti.


Dimas pun membukakan pintu mobil dan meminta Arabella masuk dengan sopan. Arabella pun menurut lalu Dimas pun melajukan mobilnya ke luar kota dengan kecepatan penuh sambil menghentikan waktu sehingga pejalanan yang memerlukan waktu tiga jam dapat ditempuh dalam waktu satu jam saja.

__ADS_1


Arabella yang merasa ada yang aneh tapi tidak bisa menemukan dimana letak keanehan itu hingga memilih untuk memendamnya untuk dirinya sendiri.


Dimas yang membawa Arabella ke luar kota ternyata pergi ke sebuah Vila Pribadi miliknya yang ada di dekat pantai. Dimas sengaja memilih mendatangi Villa itu karena mengingat di kehidupan di masa lalu Permaisuri Shiena sangat menyukai pantai, laut dan pasir putih.


Setelah sampai, mereka berdua pun turun dari dalam mobil dan disambut dengan pemandangan Pantai dan laut yang sangat indah. Arabella yang telah lama sekali ingin pergi ke Pantai seperti itu menjadi sangat senang.


Seketika beban yang dimilikinya menjadi hilang, Arabella tidak menyangka jika dirinya dapat melihat keindahan itu dengan kedua matanya. Arabella yang tidak bisa menahan dirinya tidak bisa menutupi perasaan bahagianya.


"Apa kau suka?" tanya Dimas.


"...." Arabella diam.


"Tentu saja kau menyukainya karena Pantai dan Laut salah satu hal yang sangat kau sukai untuk menghilangkan penat dan stres."ucap Dimas.


"Bagaimana kau bisa tau semua itu?" tanya Arabella sinis.


"Aku akan ceritakan semuanya padamu tapi sebelum itu ayo kita masuk. Kau belum makan apapun bukan? Sudah ada banyak makanan tersaji di dalam Villa dan aku jamin makanan itu pasti akan memuaskan perutmu yang lapar." ucap Dimas.


Dimas pun pergi lebih dulu meninggalkan Arabella yang diam mematung. Dimas yang tidak mendengar suara langkah kaki pun menoleh kebelakang dan memanggil Arabella untuk ikut dengannya.


"Jangan diam saja disana! Ayo masuk lalu kau bisa melihat sunset nanti." ucap Dimas.


Tanpa disadari, kaki Arabella berjalan mengikuti Dimas. Arabella seolah tidak bisa mengendalikan diri, hati dan fikirannya. Satu hal yang pasti, tidak ada perasaan khawatir dan takut jutru Arabella merasa sangat yakin jika pria itu tidak akan pernah menyakitinya bahkan pasti akan membantunya.


Setelah sampai di depan pintu Villa, Arabella sangat terkejut saat melihat bagian dalam Villa itu yang ternyata sangat besar, mewah dan juga berkelas. Arabella tidak menyangka jika kedatangannya bersama Pria yang tidak dikenal disambut hangat oleh banyak sekali Pelayan


"Selamat datang Tuan Muda dan Nona Muda!" ucap Kepala Pelayan memberi hormat.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..

__ADS_1


🥰😍😘😚


Terima kasih**


__ADS_2