
Arabella yang teringat dengan perjanjian yang telah mereka sepakati bersama hanya bisa diam. Arabella yang masih mengingat dengan jelas setiap poin yang ada di dalam perjanjian itu merasa seolah dirinya telah masuk ke dalam mulut harimau setelah menghindar dari mulut buaya.
Bella yang telah mengajukan pernikahan di ruang makan awalnya ditolak langsung oleh Dimas. Arabella yang tidak ingin kehilangan kesempatan membalas dendam pun melakukan berbagai cara untuk membuat Dimas setuju dengan beberapa Perjanjian.
Dimas yang tak ingin membicarakan masalah penting itu di ruang makan pun mengajak Arabella untuk pergi mengikutinya. Dimas menuntun Arabella pergi ke dalam kamarny. Arabella yang tidak pernah masuk ke dalam kamar pria asing menjadi sangat canggung tpi demi pembalasan dendam Arabell mengutkn hatinya untuk menyakinkan Dimas.
Arabella yang masuk ke dalam kamar Dimas menjadi malu karena semua yang difikirkannya tidaklah benar. Arabella melihat sebuah ruangan yang sangat besar dengan satu buah tempat tidur besar di tengah ruangan itu dan ada meja serta sofa besar untuk bersantai.
Dimas kemudian mengajak Arabella pergi ke arah balkon dan ternyata terdapat dua kursi yang saling berhadapan dengan satu buah meja di tengahnya yang menghadap langsung ke depan yang ternyata langsung menunjukkan pemandangan indah yang mengarah ke taman bunga kaca.
Arabella yang baru pertama kali melihat Taman Bunga Kaca dari atas menjadi sangat takjub. Arabella tau jika Taman Bunga Kaca itu sangatlah indah jika dilihat ketika sedang berjalan-jalan di sekitarnya. Namun ternyata keindahan Taman Bunga Kaca itu terlihat berkali-kali lipat lebih indah jika dilihat dari atas.
"Apa kau menyukai pemandangan ini?" tanya Dimas yang telah duduk lebih dulu dengan pandangannya tidak lepas dari Arabella.
"Ah, ini sangat indah." jawab Arabella dengan ekspresi berseri-seri sambil berdiri menghadap ke arah Taman Bunga Kaca.
"Duduklah. Kita bicarakan apa yang ingin kau katakan." ucap Dimas santai.
Arabella yang mendengar perkataan Dimas pun akhirnya tersadar dan langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi lebih serius.
Arabella pun berbalik arah menatap lurus ke arah Dimas. Arabella pun berjalan mendekat dan duduk bersebrangan dengan Dimas.
Dimas pun memberikan kode kepada pelayan yang dari tadi berdiri diam disudut seolah tidak pernah ada. Pelayan itu pun bergerak cepat dengan menuangkan segelas teh hangat dan menambahkan sepotong kue.
Arabella yang melihat kue brownis dengan krim stroberi dan potongan buh stroberi di atasnya tak bisa menahan diri untuk berharap dapat segera menyantapnya.
Dimas yang sangat mengenali Arabella yang merupakan reinkarnasi Permaisuri Shiena, wanita yang sangat dia cintai yang ternyata memiliki sifat, tingkah laku dan selera yang sama.
__ADS_1
Dimas kemudian memerintahkan kepada semua pelayan untuk pergi dan tak ada yang boleh berada di kamarnya lagi bahkan tak ada pelayan atau penjaga yang diizinkan berjaga di depan pintu kamar. Dimas benar-benar ingin berdua dengan Arabella dan yang lebih penting adalah Dimas tak ingin ada yang menguping atau tau dengan apa yang akan mereka bicarakan nantinya.
Dimas dan Arabella hanya duduk dan tak ada seorang pun berbicara sehingga membuat Dimas sedikit frustasi sehingga Dimas memilih membuka pembicaraan lebih dulu.
Dimas pun mempersilahkan Arabella untuk mengajukan isi dalam perjanjian itu pertama kali yang disambut dengan ekspresi wajah bahagia oleh Arabella. Arabella tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
"Aku ingin tidak ada yang namanya kontak fisik apalagi sampai ke hubungan intim." ucap Arabella tegas seolah tidak ingin dibantah lagi oleh Dimas.
Dimas yang sudah dapat memprediksi hal ini pun tersenyum licik lalu menatap wajah Arabella. Dengan ekspresi kaku dan dingin Dimas mengajukan keberatannya.
"Jika kau tidak ingin ada kontak fisik maka itu tidak mungkin terjadi. Kita adalah sepasang kekasih dan hanya tinggal menunggu waktu akan menjadi suami istri. Semua orang akan curiga dengan hubungan kita jika kau tidak ingin bersentuhan denganku. Jika hal itu terjadi maka rencana balas dendammu pasti akan gagal total." ucap Dimas cuek dan tidak perduli sambil duduk dengan santai.
Arabella yang mendengarnya pun menggigit bibir bawahnya. Arabella tidak ingin ada yang menyentuhnya tapi jika dia ingin membalas dendam maka tidak boleh membuat celah bagi musuh untuk membalas. Arabella pun berfikir ulang dan akhirnya memutuskan.
"Baiklah tapi jika hanya di depan orang lain tapi jika hanya ada kita berdua maka tidak ada yang namanya sentuhan fisik." ucap Arabella tegas dengan mata yang melotot ke arah Dimas.
"Tidak masalah tapi bagaimana jika kau yang menyentuhku lebih dulu?" tanya Dimas dengan senyum menawan.
"Baiklah baiklah tapi jika kau menyentuhku lebih dulu maka aku akan membalasnya. Bagaimana?" tanya Dimas dengan senyum liciknya yang tegambar jelas di wajahny.
Arabella yang mendengar pernyataan Arabella diam membeku dan tidak bisa berkata-kata lagi karena semua bantahan yang ingin dikatakan Dimas tersangkut di tenggorakan. Dimas yang melihat tingkah laku Arabella menjadi puas.
"Kau!" teriak Arabella marah.
"Baiklah. Kita lanjutkan saja. Katakanlah apa lagi syarat yang kau inginkah." ucap Dimas.
"Tidak ada yang namanya kekerasan fisik maupun batin." ucap Arabella dengan mantap sambil menatap tajam ke arah Dimas yang sedang duduk didepannya.
__ADS_1
"Kekerasan fisik? Kekerasan batin?" ulang Dimas sambil mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti. Dimas kemudian menatap ke arah Arabella meminta penjelasan.
"Kekerasan fisik seperti memukul, menendang, menampar, menjambang atau apapun itu yang menyebabkan luka fisik. Aku tidak ingin merasakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) selama kita menikah." jelas Arabella yang langsung menggrebakkan meja yang ada di depannya lalu menatap lurus ke arah Dimas.
" Dan untuk kekerasan batin, aku tidak ingin diselingkuhi ataupun dimadu. Setelah pernikahan, anda tidak diizinkan memiliki wanita lain, berpacaran ataupun menikah lagi." tambah Arabella.
Dimas yang mendengarnya pun tersenyum. Dimas menganggukkan kepalanya dan menyetujui semua persyaratan Arabella tentang hal itu dengan mudahnya karena sebenarnya sebelum Arabella meminta syarat itu Dimas sudah memutuskan tak akan ada wanita lain di dalam hidupnya selain belahan jiwanya, Arabella.
"Itu bukan hal sulit. Aku menerimanya tapi hal ini juga berlaku untukmu." jawab Dimas.
"Tentu saja." jawab Arabella langsung yang kemudian merubah posisinya kembali ke posisi duduk.
"Aku juga ingin menagih janjimu jika kita menikah nanti." ucap Arabella tertunduk malu yang kemudian memalingkan wajahnya ke arah samping.
"Tentu saja. Semua yang menjadi milikku otomatis akan menjadi milikmu. Kekuasaan dan harta akan menjadi milikmu. Kau dapat memerintahkan orangku sesukamu atas namaku sebagai Nyonya Arthama Jaya. Aku akan mengenalkanmu pada mereka nanti saat kau resmi menjadi istriku. Lalu, untuk masalah uang, aku akan memberimu 100 juta per bulan dan jika kau merasa itu kurang maka aku akan menambahkannya sebanyak yang kau perlukan." ucap Dimas santai dan penuh kesungguhan.
Arabella yang tidak menyangka Dimas akan memberikan uang yang sangat banyak padanya setiap bulannya membuat Arabella menjadi tidak enak hati. Arabella yang khawatir jika itu hanya bualan saja menjadi semakin tidak berdaya saat melihat kesungguhan dan kejujuran dimata dan diwajah Dimas.
"Ti-tidak! Itu terlalu banyak. Aku tidak akan menghabiskan uangmu. Aku hanya ingin balas dendam." ucap Arabella terbata-bata.
"Justru uang yang aku berikan padamu itu terlalu sedikit. Sebenarnya 100 juta itu hanya uang jajanmu saja dan bukan untuk membiayai seluruh keperluanmu." jawab Dimas santai.
"A-apa!" teriak Arabella yang terkejut dan langsung berdiri. Arabella mengeluarkan ekspresi yang sangat aneh dengan mata melotot dan mulut yang terbuka lebar membuat Dimas tertawa.
#Bersambung#
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Lovenya..
__ADS_1
Terima kasih..
🥰😍😘😚