CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 153. Tertipu


__ADS_3

Edo yang mendapatkan tugas dari Dimas pun menyelidiki orang-orang yang ditugasi untuk mengatur Pesawat untuk kepergian Dimas dengan bantuan Badan Inteligent Khusus.


“Ketua Ma! Segera kirim orangmu untuk mengawasi orang-orang yang bertugas untuk mengecek Pesawat untuk kepergian Tuan Muda keesokan paginya!” ucap Edo di sebuah ruangan gelap tempat pertemuan rahasia keduanya dengan nada suara yang tegas.


“Tangkap orang-orang yang mencurigakan dan jangan biarkan orang itu lolos ataupun bertindak yang tidak wajar!” ucap Edo lagi dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


Edo yang telah mengirim orang untuk mengetahui dalang dari orang yang mencoba membunuh dirinya dan Dimas pun pergi menemui Dimas yang terbaring sendiri di dalam kantornya.


Edo yang baru saja pergi beberapa jam menjadi sangat terkejut saat melihat Dimas yang telah duduk di sofa dengan tubuh dan bersandar dengan ekspresi wajah pucat.


“Tuan Muda! Apakah anda baik-baik saja? Apakah anda membutuhkan sesuatu?” tanya Edo tanpa berhenti dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.


“Aku baik-baik saja dan aku hanya merasa sangat lelah. Edo, bantu aku kembali ke Rumah!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang lelah dengan tatapan mata yang sayup.


“Saya mengerti Tuan Muda. Saya akan melakukannya dengan sangat baik.” Ucap Edo dengan kepala tertunduk ke bawah memberi hormat.


Edo yang mengetahui kondisi Dimas yang sangat lemah pun bergerak cepat membantu Dimas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu dengan kecepatan yang tinggi agar dapat sampai lebih cepat.


Dimas yang telah berada di dalam Kediamannya pun mengajak Edo dan Pak Antoni ke Ruang Rahasia yang hanya diketahui dirinya dan orang-orang kepercayaannya.

__ADS_1


“Tuan Muda, tidakkah sebaiknya anda beristirahat dan biarkan saya dan Pak Antoni yang menangani masalah ini?” tanya Edo dengan nada suara yang khawatir dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Tidak bisa! Ini adalah pertarunganku dan aku harus menang dengan kekuatanku sendiri!” jawab Dimas dengan penuh percaya diri dengan ekspresi wajah yang tegas yang membuat Pak Antoni yang tidak mengetahui apapun terdiam dengan ekspresi wajah yang bingung.


Dimas yang sudah mengetahui orang-orang yang menjadi dalang dari kecelakaannya itu pun memutuskan untuk membuat orang tersebut malu dan menyesal.


Dimas yang mengatakan rencananya kepada Edo dan Pak Antoni pun merasa sangat senang saat keinginannya untuk membalas dendam akan terwujud.


Keesokan paginya, Dimas yang telah bersiap dengan semua yang telah terjadi mendapatkan laporan yang sangat mengejutkan dari Edo.


“Tuan Muda! Saya tidak menemukan orang-orang yang mencurigakan sampai saat ini!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang percaya dengan keyakinan yang penuh.


“Apakah yakin denn perkataanmu?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran.


Dimas yang mendengar itu pun menjadi sangat bingung dan memulai memikirkan ulang kejadian yang pernah dialaminya sebanyak dua kali itu dengan teliti.


“Jika tidak ada orang yang sengaja merusak Pesawat Terbang lalu bagaimana Pesawat itu bisa jatuh ke Laut!” gumam Dimas dengan tatapan mata yang dingin dengan tangan di dagu seolah sedang memikirkan sesuatu.


Edo yang juga memikirkan hal yang sama akhirnya mengetahui jawabannya dan secara langsung mengatakan semua yang ada di pikirannya.

__ADS_1


“Tuan Muda, saat aku pertama kali merasakan ada yang tidak wajar dengan pesawat tersebut. Aku langsung masuk ke Ruang Kokpit dan melihat Pilot dan Co-Pilot yang telah berada dalam posisi tidak sadarkan diri!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Jadi maksudmu mereka tidak menyerang pesawatnya tapi Pilot dan Co-Pilot?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang terkejut.


Dimas yang menyadari kesalahannya pun langsung memerintahkan Edo untuk mencari tau riwayat kesehatan kedua Pilot tersebut dan memperketat penjagaan di sekitar Pesawat.


Dalam waktu singkat, Edo yang telah mendapatkan informasi yang diinginkan Dimas pun langsung menyerahkannya kepada Dimas.


“Tuan Muda, ini adalah riwayat kesehatan Pilot dan Co-Pilot yang akan membawa Pesawat hari ini!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius sambil menyerahkan dua buah amplop cokelat kepada Dimas.


“I-Ini...” ucap Dimas dengan nada suara yang terbata-bata dengan ekspresi wajah yang terkejut sambil menatap Edo dengan tatapan mata yang tidak percaya.


“Apakah informasi ini dapat dipercaya?” tanya Dimas lagi dengan nada yang tidak percaya dengan ekspresi wajah yang bingung serta tatapan mata yang tajam seperti elang.


“Benar, Tuan Muda! Informasi yang kita dapatkan mengenai Pilot dan Co-Pilot sebelumnya ternyata telah dimanipulasi dan data yang saya dapatkan saat ini adalah kebenarannya!” ucap Edo dengan nada suara yang tegas dengan tatapan mata yang tajam.


Dimas yang tidak menyangka jika dirinya telah tertipu karena semua informasi yang didapatkannya ternyata diluar dari pengawasannya pun merasa sangat kesal.


“Hah! Ternyata Paman, Bibi dan Heru telah menyiapkan semuanya dengan sangat sempurna hingga aku dapat dengan mudah ditipu oleh mereka!” gumam Dimas sambil tertawa dengan sangat keras.

__ADS_1


Dimas yang ingin menunjukkan tujuan sebenarnya dari Keluarga Heru pun mengikuti sandiwara keduanya dengan senang hati.


#Bersambung#


__ADS_2