Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Nyonya Kristoff


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Pisahkan mereka, Ayah." Pinta Kristal kepada Ayah Mertuanya.


Kakek Kristoff hanya diam, gejolak amarah sudah membakar sang cucu.


Mungkin ini cara mereka mengeluarkan seluruh isi dalam hatinya, Ambar yang melihat Daniel menghajar pipi Gabriel setiap mengutarakan hatinya hanya dapat berkata hentikan berulang kali.


Hingga akhirnya, Daniel ambruk di atas tubuh Gabriel membuat ketiga orang penting keluarga Kristoff panik.


"Cepat panggil, dokter!" Seru Robby.


Agung segera berdiri dan berjalan ke arah brangkar memencet tombol emergency.


Gabriel hanya dapat terpaku, sesuatu yang hangat mengalir mengenai wajahnya.


"Hey! Kau jangan bercanda." Ucap Gabriel menggoyangkan tubuh Daniel.


Robby segera membalikkan tubuh Daniel dengan di bantu oleh Sky.


Terlihat wajah yang pucat dan hidung kembali mengeluarkan darah kental.


Kristal panik langsung berjalan menuju Daniel.


"Daniel, sayang. Bangun.... Daniel." Ucap Kristal menepui pelan pipi Daniel.


Nihil, tidak ada respon.


"Robby, ke---kenapa Daniel bisa seperti ini?" Tanya Kristal dengan bergetar.


Robby menggendong Daniel tanpa menjawab pertanyaan Kristal.


Terlihat banyak yang mengerubungi Daniel di samping brangkar, sedangkan Gabriel masih linglung di tempatnya.


Tangannya terulur memegang sesuatu yang berada di pipinya.


Darah, mata Gabriel nanar memandang wajah pucat dari pria yang memiliki wajah sama dengannya.


Ambar mendekat ke arah Gabriel dengan membawa kain yang sudah di basahi dengan air.


Di hapusnya pelan darah tersebut dengan lembut, "Briel, berdamailah dengan hatimu." Ucap Ambar pelan dengan menahan tangisnya.


Gabriel menoleh memandang wajah wanita yang selama ini menemani hari-harinya sejak usia empat tahun.


Gabriel memeluk tubuh Ambar dan menangis dalam pelukannya, Ambar membalas pelukan Gabriel dan mengelus pelan punggungnya.


Dokter yang sebelumnya merawat Daniel terlihat masuk dengan beberapa dokter lainnya juga perawat, segera semuanya menyingkirkan dan duduk di sofa menunggu hasil.


Kakek Kristoff yang sejak tadi tidak beranjak dari duduknya, hanya dapat menatap dari kejauhan.


Seakan kedua kaki tuanya sudah lemas tidak memiliki tenaga untuk melangkah mendekat ke arah Daniel.


"Saudaramu, memiliki penyakit Leukimia stadium dua Gabriel. Selama ini, kehidupan Mamamu hanya untuk merawat Daniel. Tidak ada maksud dari Mamamu untuk meninggalkanmu, tapi keadaan yang memaksa kalian harus melalui semua ini." Kata Kakek Kristoff pelan namun dapat di dengar oleh Gabriel dan lainnya yang berada di dekat sofa.


Gabriel menatap ke arah brangkar, terlihat Kristal menggenggam erat tangan Daniel bahkan tidak menoleh ke arahnya sekalipun.


"Sudah hampir satu tahun, Daniel tidak pernah kambuh. Sejak saat itu, Mamamu menggugat cerai Ayahmu karena beralasan Daniel sudah bisa hidup tanpa dirinya. Mamamu hanya mengatakan ingin mencari seseorang dan membawanya pulang, menitipkan Daniel kepada Kakek untuk merawatnya karena Mamamu merasa tidak mampu jika Daniel juga harus mengikutinya." Lanjut Kakek Kristoff lagi.


"Jadi, aku memiliki Ayah?" Tanya Gabriel memastikan.


"Iya, namanya adalah Stevan Kristoff. Anak kedua Kakek, Stevan memiliki dua istri. Istri pertama bernama Eve dan yang kedua----"


"Mama." Jawab Kristal yang berjalan mendekat.

__ADS_1


Kristal bersimpuh tepat didepan Gabriel, "Mama adalah istri kedua dari Ayahmu, Mama bukan orang ketiga yang merusak rumah tangga orang lain. Ini semua kecelakaan, karena Ayahmu ingin bertanggung jawab atas perbuatannya." Jelas Kristal yang menggenggam tangan Gabriel.


"Jadi, kami anak haram?" Tanya Gabriel.


"Bukan, tidak anak haram di dunia ini. Mama bahagia ketika tahu jika Mama mengandung bahkan dua sekaligus, hanya saat itu Mama tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka yang jahat kepada kita. Hanya ada Kakek Kristoff dan Paman Song ayah asisten Robby saat itu yang dapat melindungi Mama." Jawab Kristal pelan.


"Maafkan, Mama Gabriel. Mama tidak hanya bersalah kepadamu tapi juga bersalah kepada Daniel. Meskipun Daniel hidup berdampingan dengan Mama, tetapi dia tidak pernah tahu keberadaanmu selama ini. Jika kamu ingin menyalahkan, salahkan kepada Mama Gabriel jangan salahkan Daniel. Kalian adalah harta paling berharga untuk Mama." Lanjut Kristal yang sudah menitikan air mata.


Agung menepuk pundak Gabriel, seakan menyalurkan kekuatan untuk putra angkatnya tersebut.


"Berdamailah dengan hatimu, sayang." Ucap Ambar kepada Gabriel lembut.


Gabriel menurunkan tubuhnya hingga sejajar dengan Kristal, Gabriel memeluk tubuh ringkih tersebut.


Tangis Kristal pecah, dalam tangisnya Kristal masih berkata maaf. Begitu juga Gabriel, Gabriel menangis karena sejak mengingat masa lalunya ingin merengkuh wanita yang sempat dilupakan dalam hidupnya.


Semua yang melihat Kristal dan Gabriel berpelukan, menatap haru bahkan Ambar memeluk tubuh Sky yang berada di sampingnya.


Kakek Kristoff ikut bersimpuh dan meneluk kedua orang tersebut, "Maafkan Kakek, tidak dapat melindungi kalian." Ucap Kakek Kristoff pelan.


Robby juga ingin memeluk, tapi meneluk siapa hanya dirinya yang tidak memiliki pasangan.


"Maafkan, Gabriel." Ucap Gabriel pelan.


"Tidak ada yang salah, ini semua sudah takdir yang digariskan oleh Tuhan." Kata Kakek Kristoff pelan.


.


.


.


Kini Keluarga Kristoff dan Gandratama tengan berbincang-bincang, memberikan ruang untuk Daniel dan Gabriel.


Dengan panik Sky segera berlari keluar Rumah Sakit, sebelum pintu kamarnya di kunci istrinya dari dalam.


"Tuan, Nyonya. Saya mengucapkan terima kasih selaku kepala keluarga Kristoff." Ucap Kakek Kristoff kepada Agung dan Ambar.


"Tidak perlu berterimakasih, Tuan. Bagaimanapun Gabriel tetap putra kami." Jawab Agung.


"Terima kasih, atas kebaikan kalian. Sehingga anak Saya tidak terlantar." Kini Kristal bersuara bahkan melakukan bow didepan Agung dan Ambar.


Ambar menggenggam tangan Kristal, terlihat kedua matanya berkaca-kaca. Inilah yang paling di takutkan Ambar, Gabriel bertemu dengan keluarga kandungnya.


"Saya tidak akan pernah memisahkan kalian." Ucap Kristal pelan.


Tubuh Ambar berguncang, Kristal bangkit dari duduknya dan menghampiri Ambar memeluk tubuh yang sudah sama tuanya tersebut.


"Terima kasih, sudah merawat dan mendidik Gabriel sehingga menjadi pria yang sangat tampan juga baik. Saya tidak akan mengambil Gabriel dari Anda Nyonya, jangan larang kami jika ingin bertemu." Ucap Kristal pelan.


Ambar mengangguk, hatinya sakit dan sedih secara bersamaan. Perasaan menyesakkan di dalam hatinya tidak dapat keluarkan begitu saja. Merasa ada himpitan yang kuat menahannya.


Gabriel terlihat duduk di samping brangkar Daniel, terlihat wajah yang tidak dapat dibedakan dengan dirinya.


Namun, pemilik wajah itu tengah terbaring tidak berdaya di atas brangkar Bahkan alat kesehatan menempel di tubuh kecil itu.


"Tuan Muda, sejak kecil selalu sakit-sakitan. Dulu di diagnosis oleh dokter terkena Antiimun, karena jika kelelahan akan jatuh pingsan dan ruam-ruam di tubuhnya. Oleh karena itu, Tuan Muda tidak pernah memiliki teman maupun mencicipi bangku sekolahan. Hanya ada satu gadis yang dekat dengan Tuan Muda, dulu bertetangga dengan mansion Kristoff namun harus pindah ke Jeju." Ucap Robby panjang yang berdiri di samping Gabriel.


Gabriel hanya diam mendengarkan.


"Apa Ayah menyiksa Daniel dan Mama?" Tanya Gabriel pelan.


"Bukan menyiksa secara fisik, namun batin. Nyonya Kristal selalu di salahkan atas segala hal meskipun bukan perbuatannya, istri pertama Tuan Stevan tidak menyukai Nyonya Kristal sejak dulu terlebih mendapatkan dukungan dari Nyonya Kristoff." Jawab Robby jujur.

__ADS_1


"Apa, Ayahku tidak mencintai Mama maupun Daniel?" Tanya Gabriel lagi.


"Seorang Ayah mencintai anaknya itu pasti, meskipun tidak dapat mengungkapkannya. Namun terkait perasaan kepada Nyonya Kristal saya kurang tahu." Jawab Robby pelan.


"Apa, Daniel dekat dengan Ayah?" Tanya Gabriel.


"Tidak.Bahkan Tuan Muda tidak pernah memanggil nama Ayah maupun menyebut nama Tuan Stevan. Hal tersebut sudah di ketahui seluruh penghuni mansion Kristoff." Jawab Robby cepat.


"Bagaiaman dengan istri pertamanya?" Tanya Gabriel lagi.


Gabriel seakan ingin mengorek seluruh informasi yang ada di keluarga Kristoff.


"Tuan Muda bahkan tidak segan kasar kepada Nyonya Eve, karena Nyonya Eve orangnya sangat licik. Bahkan dapat menyingkirkan Nyonya Kristal begitu mudahnya." Jawab Robby.


Gabriel terdiam, otaknya mencerna informasi yang dia dapatkan.


Hingga ketukan pintu ruangan Daniel terdengat, segera Robby membukanya terlihat pria paruh baya yang tidak di kenal oleh Robby.


"Anda siapa? Apakah tamu dari keluarga Gandratama?" Tanya Robby sopan.


"Iya." Jawabnya singkat.


"Silahkan masuk." Robby menyingkir memberikan ruang untuk tamu tersebut lewat.


Gabriel dan orang yang ada disana menatap pria yang berdiri dengan memberikan bow kepada Kakek Kristoff.


"Selamat datang, Tuan Kristoff." Ucapnya.


Kakek Kristoff yang tidak mengenal pria itu, hanya menjawab salamnya saja.


"Perkenalkan, Saya Seo In Guk. Pengawal dari Nyonya Kristoff." Ucap pria tersebut dengan ligas.


Kakek Kristoff bangkit dari duduknya dengan wajah kaget, begitu juga Kristal dan Robby.


"Duduklah." Ucap Kakek Kristoff yang masih kaget.


"Terima kasih, saya tidak akan berlama-lama. Silahkan Tuan Gabriel ikut bergabung bersama." Ucap Seo kepada Gabriel.


Gabriel bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah para tetua, terlihat Gabriel menelisik pria yang mengaku bernama Seo In Guk tersebut.


"Bukankah, Anda kepala tim IT?" Tanya Briel.


"Benar, Tuan." Jawab Seo tanpa menyangkal.


"Sebentar, bagaimana maksudnya. Apakah kamu mata-mata di perusahaanku?" Tanya Agung dengan wajah bingung.


"Bukan, Tuan. Saya adalah pengawal kepercayaan mendiang Nyonya Kristoff yang di utus untuk menyembunyikan Tuan Elbarack yang sekarang bernama Gabriel." Jelas Seo kepada Agung.


"Apa, Mama sengaja tidak menjemput El dulu?" Tanya Kristal pelan.


"Kami menjemputnya sebelum Anda pergi, Nyonya. Hanya tidak mendekati Tuan Muda dan mengawasi dari kejauhan." Jawab Seo sopan.


Kristal menggeleng lemah, bagaimana bisa Mama mertuanya setega itu. Apa maksudnya, menjemput namun tidak menghampiri El dulu hingga membuatnya terpisah puluhan tahun.


"Saya akan meluruskan masalah yang ada, apa alasan Nyonya Kristoff dulu mengutus saya untuk menyembunyikan Tuan Muda." Ucap Seo mengutarakan tujuannya.


...🐾🐾...


...Lama gak lihat yang tampan-tampan πŸ˜‚...


...Sebentar lagi balik ke Rose sama Dave. ...


__ADS_1


__ADS_2